6 Karyawan OSI Shanghai Resmi Ditahan Terkait Skandal Daging

6 Karyawan OSI Shanghai Resmi Ditahan Terkait Skandal Daging

- detikFood
Senin, 01 Sep 2014 15:52 WIB
Foto: Getty Images
Jakarta - Pihak berwenang di Tiongkok telah resmi menahan enam pegawai Shanghai Husi Food Co. Mereka diduga memproduksi dan menjual produk 'palsu dan bermutu rendah' ke beberapa restoran cepat saji terkemuka.

Shanghai Husi Food Co. adalah anak perusahaan OSI Group, pemasok makanan asal Amerika Serikat. Pabriknya ditutup pada Juli lalu karena dicurigai mencampur daging busuk dengan daging segar. Enam karyawanpun ditangkap.

"OSI Group akan terus bekerja sama sepenuhnya dengan pihak berwenang dan beritikad baik," tulis OSI Group lewat press release yang diterima AFP (31/08/2014). Namun, perusahaan ini tak menyebutkan nama keenam pegawai tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Akhir Juli lalu, Reuters mengabarkan bahwa polisi Shanghai telah menangkap lima karyawan Shanghai Husi Food Co, di antaranya seorang pemimpin serta seorang manajer kualitas perusahaan.

Pelanggan pabrik OSI Shanghai di Tiongkok di antaranya McDonald's, KFC, Pizza Hut, Starbucks, Burger King, dan 7-Eleven. Skandal tersebut mengejutkan banyak pihak karena jaringan restoran Barat umumnya menerapkan standar mutu yang lebih tinggi di negara-negara yang sering bermasalah dengan keamanan pangan seperti Tiongkok.

Selain di Tiongkok, McDonald's di Jepang dan Hong Kong juga terkena imbasnya. Raksasa restoran cepat saji inipun telah memutus hubungan dengan OSI di Tiongkok. Akibat pergantian pemasok, McDonald's di daratan Tiongkok mengalami keterbatasan sajian selama lebih dari dua minggu.

Pemerintah Tiongkok kini sedang menyelidiki OSI. Perusahaan AS tersebut juga melakukan pemeriksaan internal setelah mengalami masalah pada manajemennya di Tiongkok.

(fit/odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads