Pocong Mengelus-elus Tenggorokan

Pocong Mengelus-elus Tenggorokan

- detikFood
Selasa, 29 Jul 2008 11:20 WIB
Jakarta - Pernah dikeroyok hantu gentayangan? Atau sedang gandrung film horror nasional? Anda tak perlu jauh-jauh mencarinya. Mampir saja ke warung ini. Semua bentuk hantu pocong dan kerabatnya bakal menyambut Anda. Dijamin ketagihan!

Sebutan pocong diberikan pada hantu yang masih dibungkus kain kafan dengan ikatan di atas kepalanya. Hantu ini konon biasanya nongol dari kuburan dan merupakan hantu orang yang belum lama meninggal. Walah, seramnya kalau dikejar si pocong yang melompat-lompat karena kakinya masih terikat, dengan mata bolong dan wajah bersaput darah kering. Hiiii……

Makanya saya jadi penasaran saat ditawari mencicipi es dengan nama es pocong. Kayak apa ya? Setelah mampir ke warung mungil di Jalan Sawo Depok, barulah saya tahu. Warungnya benar-benar kecil, pas di atas trotoar, hanya ada 6 buah bangku kecil yang β€˜nyempil’ di atas trotoar. Di sisinya berlalu lalang mobil, motor dan segala jenis angkutan, komplet dengan orang berseliweran menyeberang jalan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Es yang top di kawasan Depok ini disajikan dalam gelas plastik. Isinya bubur sumsum, pisang kepok rebus yang dipotong-potong, kue mochi asli sukabumi, dan sentuhan terakhir disiram sirop Campolay rasa pisang susu plus taburan potongan es batu. Sebenarnya tak beda jauh denga es pallubuntung khas Makasar. Rasanya lembut gurih dengan sapuan aroma harum sirop plus rasa dingin es. Mocinya sendiri lebih sebagai β€˜kejutan’ setelah terkena rasa lembut bubur sumsum.

Konon nama pocong diambil dari kompleks kuburan yang ada di Jl.Kober yang berada di seberang warung ini. Selain pocong, ada juga setan merah. Es ini merupakan campuran sirup campolay rasa cocopandan dengan air soda dan susu. Nama ini diambil dari nama setan merah yang kata orang sering terlihat dikawasan UI. Suster ngesot pun ikut meramaikan menu es campur di warung ini. Terdiri dari sirup campolay rasa strawberry air soda dan susu kental manis. Es suster ngesot ini tercipta saat film Suster Ngesot marak dibicarakan orang.

Bukan hanya nama-nama hantu yang unik, kreasi campuran minuman juga trendy. Mengingat pengelola warung ini hampir semuanya anak muda yang masih kuliah. Pemilihan sirop kuno dari gula murni, cap campolay juga memberi sentuhan rasa yang enak dan manis yang alami pada aneka es. Sore itu warung yang selalu laris ini juga sudah menyiapkan puluhan gelas berisi bubur sumsum. Ini menandakan warung ini memang tak pernah sepi pembeli.

Nama hantu ternyata juga dipakai untuk nama makanan di warung ini. Ada lontong setan, tempe mendoan, nasi uduk tuyul dan pastel jin. Lontong setan tak lain arem-arem, dan nasi uduk tuyul tak lain nasi uduk ala nasi kucing dalam porsi kecil. Semua makanan disajikan di atas piring yang berderet di atas meja, kecuali tempe mendoan.

Tempe mendoan yang disajikan masih hangat, karena baru diangkat dari penggorengan. Rasanya pas apalagi ditambah sambal kecap yang bisa bikin Anda merem melek. Nasi uduk tuyulnya porsinya kecil sehingga pas untuk mengganjal perut Anda yang tak sempat sarapan, atau selingan di sore hari. Kalau nasi uduk tuyul masih dianggap berat, Anda bisa memilih lontong setan atau pastel jin.

Harga yang ditawarkan juga sangat terjangkau, hanya dengan @ Rp 4000 Anda dapat menikmati segelas es pocong dan berbagai jenis es lainnya. Atau Anda ingin menikmati nasi uduk tuyul cukup dengan merogoh kocek sebesar Rp 1000 dan Rp 1500 untuk setiap tempe mendoan. Tak heran jika tempat ini tak pernah sepi dari pengunjung.

Nah, kalau pas sedang ada di kawasan Depok, dan ingin mencari yang segar, murah dan lumayan enak, Anda bisa mampir membeli es pocong dan teman-temannya di warung ini. Kalau tak kebagian tempat duduk ya lakukan saja seperti banyak pembeli lain. Makan es pocong sambil menunggu bus atau dimakan di dalam mobil!

Es Pocong
Jl. Margonda Raya (Samping Maripro Studio)
Depok
(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads