Dikepung Jajanan Enak di Pancoran

Dikepung Jajanan Enak di Pancoran

- detikFood
Selasa, 05 Feb 2008 13:24 WIB
Jakarta - Bukan lantaran ikut-ikutan belanja Imlek tetapi ‘godaan’ makan enak memang sudah nggak nahan. Kami pun panik saat melihat jajaran penjaja makanan. Dari bihun kari, bebek panggang, es kopi, lontong cap go meh, pie oh sampai sup buntut yang panas mengepul. Sementara tangan kiri dan kanan penuh tentengan belanjaan...

Karena proyek perbaikan kawasan Pancoran, Glodok maka sudah cukup lama kami tak mampir di kawasan ini. Agak kaget saat menyusuri jalan di samping hotel City yang terlihat bersih, selokan di tengah diperindah dengan tanaman dan jembatan untuk menyeberang. Meskipun jalan mobil agak terhambat tetapi secara keseluruhan kawasan ini terlihat lebih bersahabat. Untung saja kami mendapat parkir persis di depan hotel Fortuna, di samping gedung Gloria.

Suasana Imlek langsung terasa dengan deretan kios-kios kecil yang menjual beragam ornamen untuk Imlek. Pohon bunga mey hwa berwarna beragam ukuran, berbagai hiasan kertas dengan motif naga, tikus, pohon, bunga berwarna merah, kuning dan emas mendominasi pemandangan. Belum lagi kerumunan orang membeli amplop ang pau, hiasan rumah yang berupa buah anggur, lampion, rencengan mercon, uang emas dan tikus emas. Di sudut lain ada pedagang jeruk shantang, lokam, dan buah segar lain dan aneka kue keranjang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di depan toko Yap Eng Lay yang legendaris, tumpukan beragam kue keranjang dan cokelat dijajakan. Ada yang dibungkus daun pisang, plastik dan berbentuk kapal. Cokelatnya juga beragam, dari yang berbentuk koin, emas batangan, bentuk tikus, bunga sampai perahu. Rupanya kue keranjang tak hanya dari Tegal, Bogor dan Tangerang tetapi juga dari Malaysia dan Singapura. Toko P&D ini memang terkenal sebagai penjual beragam produk impor, dari camilan, dendeng, abon, lap chiong sampai aneka permen dan manisan. Beberapa kue keranjang produk Malaysia, kacang, dan biskuit Malaysiapun langsung menjadi tentengan kami.

Menjelang makan siang, suasana aneka warung makan dan gerobak makanan di sisi Gloria yang sudah tersohor ini agak padat. Karena tak menemukan mpek-mpek Candra, kami langsung menuju ke kios Gado-Gado Direksi. Di warung makan ini tersedia juga nasi tim, sate ayam, ayam penyet dan mi ayam. Sepiring gado-gado dan semangkuk sup buntutpun dalam waktu 10 menit tersaji di meja kami. Wah, gado-gado para direksi ini masih seperti dulu, porsinya tak terlalu besar, dilengkapi dengan kerupuk udang dan emping.

Bumbunya mlekoh, melumuri kangkung, tauge, labu siam, dan kacang panjang secara merata. Saat dikunyah terasa sayurannya masih renyah dan bumbunya gurih, sedikit manis, sedikit pedas, pas di lidah. Tampilan sup buntutpun terlihat cantik. Tak ada minyak berlebihan di permukaan kaldu, aroma cengkih dan pala tercium harum dan daging buntutnya empuk, moprol, mudah terlepas. Terasa segar sekaligus gurih! Es jeruk Pontianak asli yang oranye manis dan dingin menjadi pengiring makan siang kami.

Karena tak doyan kopi maka kami tak mampir di kedai Tak Kie, rencana saya menebus rindu dendam Mi Kangkung si Jangkung juga akhirnya urung. Warung masih penuh dan perutpun sudah terasa sesak. Padahal aroma mi goreng, cakue yang sedang digoreng tercium harum, belum lagi aroma dendeng (bak hwa) yang dibakar, menggelitik wangi.

Godaanpun muncul saat kami mampir ke toko Kawi (yang sudah direnovasi sehingga tampak bersih). Ada ham Bali yang sedang diiris tipis, aneka lap chiong (sosis daging dan hati babi), aneka dendeng, telur pitan, manisan jeruk kitna, tepung tang mien, tepung beras dan ketan dari Thailand, aneka biskuit, manisan dan kopi memenuhi toko ini. Belum lagi aneka kecap, sarang burung, sirip hiu, dan bumbu kering yang diimpor dari Cina.

Lepas dari toko ini akhirnya kami mampir ke warung Soto Betawi 'A Fung'. Sambil menunggu soto daging dan paru diracik, kamipun memesan seporsi rujak juhi, dan memesan nasi ulam untuk dibungkus. Di depan warung ini ada penjaja sek bak, pie oh (penyu masak tauco), ketoprak, mi ayam, nasi ulam dan penjaja buah segar. Kuah soto Betawi yang sedikit kemerahan ternyat memang dahsyat rasanya.

Serpihan irisan daun bawang segar menyatu dengan kuah santan yang tak terlalu kental dengan rasa sedikit pedas dan aroma kapulaga yang wangi. Daging sapi dan paru gorengnya juga empuk gurih. Rujak juhinya juga bernasib sama. Bumbunya pekat gurih dengan suwiran juhi yang renyah. Keluar dari warung ini akhirnya kami menenteng juga jambu biji merah. Habis nggak tahan melihat buahnya ranum, segar, maska pohon dan mulus!

Buat mereka yang doyan daging babi, deretan gerobak makanan di ujung gang ini pasti sangat menggoda. Ada gerobak nasi campur komplet. Bola-bola bakso babi sebesar bola tennis sedang digoreng dalam wajan, satai babi, babi panggang, siomay babi dan tahu isi. Pokoknya semuanya tidak halal! Pedagang sek bak dan pie oh juga tak kalah ramainya. Di sebelah kanan ujung, ada warung mi ayam (tidak halal) yang memajang pangsit gorengnya lebar dan tipis. Belum lagi bacang yang gendut besar-besar bergelantungan diikat dengan tali rafia. Wah, andai saja semuanya halal...

Sebelum pulang kami mampir di toko camilan Arin, di emperan hotel Fortuna (dari dulu kami tak pernah tahu di mana letak pintu masuk hotel ini karena selalu tertutup oleh pedagang kaki lima). Sejak direnovasi, kumpulan pedagang snack dan buah segar berpindah ke pasar Glodok. Inilah suragnya permen dan camilan. Ada berbagai jenis manisan buah asal Cina, seperti kiambo (yang ternyata ada 5 jenis dengan gradasi rasa dan harga berbeda), kacang telur, pistachio, kacang Bogor, aneka manisan (mangga, buah kundur, ceremai, jambu, sirsak) dan beragam permen cokelat dan buah.

Harga camilan di tempat ini memang jauh lebih murah dibandingkan di toko-toko. Semuanya dijajakan dalam kantung plastic besar dan gratis mencicipi. Bawaan kamipun bertambah dengan kacang Bogor, kacang pistachio, kiambo, dan manisan mangga. Akhirnya kami benar-benar masuk ke mobil setelah berhenti lagi membeli beberapa potong pir dan belimbing dingin plus beberapa potong es potong. Hmm..benar-benar puas! Padahal kami masih mengincar pasar Glodok plus gedung Chandra, buat makan dan belanja lagi. Pasti lain hari kami bakal kembali!

Pasar Gloria, Glodok
Jakarta Barat
Harga Makanan: Rp 3000,00 - Rp 24.000,00

(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads