Jakarta - Siapa yang tidak kenal soto Bogor? Makanan khas Bogor yang satu ini sudah menjadi makanan yang wajib Anda nikmati jika berkunjung ke kota hujan ini. Kami pun berniat untuk 'mengadu' kelezatan soto kuning dan soto bening yang ada di Bogor. Walaupun hanya beratapkan terpal atau duduk di pinggir jalan, rasanya tetap maknyuss... dan membuat lidah bergoyang!Kota Bogor ternyata bukan hanya dikenal dengan kebon rayanya saja, tetapi kini Bogor juga dikenal sebagai kota yang kaya jajanan kuliner. Bukan hanya di siang hari, di malam hari pun beragam jajanan mulai dari kaki lima hingga restoran menawarkan beragam makanan yang sangat variatif. Mulai dari asinan, taoge goreng, roti unyil, soto Bogor, hingga restoran khas Sunda yang tersohor enak dan 'ngangeni' semua ada sini. Sebenarnya soto banyak dijumpai di Jakarta tetapi entah kenapa setiap saya berkunjung ke kota hujan ini rasanya kurang puas jika tidak mencicipi soto Bogor. Hampir di tiap deretan pedagang kaki lima di sepanjang Jl. Pajajaran ada warung soto dengan tulisan Soto Bogor. Soto Bogor itu seperti apa ya? Dari banyaknya warung soto yang menyebut diri Soto Bogor ternyata mereka umumnya menjual soto daging dengan kuah santan yang kuning. Kali ini ketika saya dan teman-teman mampir ke Bogor kami pun jadi berniat untuk 'mengadu' rasa soto kuning dan soto bening.Pertama-tama kami mengunjungi salah satu soto kuning yang cukup favorit di Bogor yaitu Soto Kuning Pak Bongkok yang letaknya di Jl Suryakencana. Jualan pak Bongkok ini tidak di warung tenda atau kios tetapi di pikulan yang ditaruh di depan salah satu toko di Jl Suryakencana dan buka sejak pukul 7 pagi. Tanpa spanduk atau tulisan apapun. Di sepanjang Jalan Suryakencana ini juga ada beberapa penjual soto kuning sejenis. Uniknya di disini para pembeli dapat memilih dan menusuk sendiri isian soto seperti paru, babat, lidah, dan jeroan yang juga berwarna kuning karena direbus dengan kuah yang sama. Warna kuning soto itu sendiri sebenarnya berasal dari kunyit dan kentalnya berasal dari santan. Daging dan jeroan lalu dipotong-potong, ditaruh mangkuk dan diberi memilih daun seledri, bawang goreng dan disiram kuah kuning yang mengepul panas. Hmm... aroma gurih santan dan rempah langsung menusuk hidung. Srupp...sekali meghirup kuah soto kuning yang gurih dan segar (apalagi setelah ditambah sambal dan perasan jeruk nipis). Rasa kuahnya tak beda jauh dengan soto Medan meskipun dengan rempah yang tak terlalu tajam, aroma bawang putih, merica, serai dan daun jeruknya tercium sangat harum. Nyaris membuat kami tak bisa berhenti dan lembutnya daging serta jeroan membuat kami lupa jika kami hanya duduk diatas bangku kayu kecil di pinggir toko. Sayangnya untuk Anda yang kurang suka asin, mungkin soto ini bisa dibilang agak asin karenanya dapat disiasati dengan menambah sambal atau kecap. Terbatasnya tempat duduk juga membuat banyak pembeli memutuskan untuk membeli soto untuk dibawa pulang. Ya, cukup dengan membayar sepotong daging seharga Rp 3000,-, sepotong paru seharga Rp 4000,- dan nasi Rp 1500,-, harga yang cukup murah untuk soto kuning nan lezat ini. Setelah puas membeli oleh-oleh berupa kerupuk petis udang, sekoteng, wedang jahe, dan manisan mangga. Kami memutuskan bergegas menuju Pasar Anyar untuk mencicipi soto bening. Soto ini dinamai soto bening mungkin untuk membedakan dengan jenis soto kuning yang lebih banyak dijajakan di Bogor. Kamipun sampai di warung Soto Bening 'Pak Ijuh' yang ada di Pasar Anyar atau yang dulu dikenal sebagai Pasar Kebon Kembang. Sama larisnya dengan soto kuning Pak Bongkok, tetapi yang agak berbeda di soto kedai 'Pak Ijuh' ini tidak hanya menyajikan menu soto tetapi juga menjual sate sapi. Rupanya pagi itu kami cukup beruntung begitu sampai kami langsung menemukan tempat parkir persis di samping kedai Pak Ijuh, sehingga tak perlu repot-repot lagi mencari tempat parkir yang memang lumayan padat di sekitar Pasar Anyar tersebut. Kedai yang lokasinya persis di depan SD Pengadilan ini sudah ramai oleh pengunjung yang tengah menikmati soto dan sate sapi, hmm padahal baru sekitar pukul 9 pagi. Warung soto ini hanya berupa emperan beratap terpal biru dan meja serta bangku kayu yang memanjang khas 'kaki lima', kedai soto Pak Ijuh ini memang sangat sederhana. Seperti biasa tampak sang empunya, Pak Ijuh tengah sibuk memotongi daging-daging sapi yang sudah direbus sambari melayani obrolan para pembeli, sementara sang istri dengan sigap mengantarkan soto-soto yang telah di racik sambari melayani pesanan pembeli yang baru datang dengan ramah. Kamipun memesan seporsi soto dan seporsi sate sapi. Tanpa menunggu lama soto bening yang berisi irisan daging plus jeroan, serta daun bawang telah tersaji di depan mata kami dengan taburan bawang goreng dan emping diatasnya. Berbeda dengan soto kuning yang memakai kunyit serta memakai santan, soto bening ini memakai bahan dasar pala, cengkeh, kayu manis dan kapulaga (berbentuk seperti kemiri). Kuahnya bening, mengepul dengan aroma rempah yang menggelitik hidung! Karena tak sabar upss... hampir saja kami melupakan perasan jeruk nipis, sambal dan kecap yang telah disediakan di atas meja. Kecap yang digunakan adalah kecap cap Zebra yang konon asli buatan Bogor sejak tahun 1945 sehingga rasa soto benar-benar nikmat dan khas. Pada hirupan pertama seketika rasa hangat menjalari tenggorokan kami, rasa kaldu yang kuat, daging dan tetelan yang empuk, sangat mulus mengelus lidah. Soto ini memakai bahan baku daging sapi local. Namun, soto ini harus dimakan saat masih panas mengepul karena saat dingin, jejak gumpalan lemak akan bertebaran di permukaan soto. Satai sapi yang kami pesan, disajikan panas-panas di atas piring cekung dengan bumbu kacang, dan taburan bawang goreng yang royal. Dagingnya empuk, dengan tingkat kematangan yang pas. Tak ayal lagi satai yang empuk tersebut ludes dalam sekejap. Sayangnya untuk minuman sendiri, tidak begitu banyak pilihan yang ditawarkan disini dan kami pun menyeruput segelas teh hangat. Seporsi soto bening dihargai Rp 7000,- per mangkuk, sedangkan untuk sate sapi sendiri Pak Ijuh mematok harga Rp 12.000,- Hmm sepertinya harga kedua soto tersebut tidak jauh berbeda, dengan kelezatan tersendiri yang patut diacungi jempol.Nah, kalau mampir ke Bogor, Anda bisa menentukan pilihan, mau soto yang gurih mlekoh atau yang bening ringan dengan rasa kaldu kuat. Keduanya sama-sama enak dan unik!Soto Kuning Pak BongkokDepan pertokoan di Jl. SuryakencanaHarga : Rp 1500,00 - Rp 4000,00Soto Bening 'Pak Ijuh'Jl. Pengadilan, Pasar Anyar (Samping SD Pengadilan)Harga : Rp 7.000,00 - Rp 12.000,00
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN