Tempat Makan Legendaris Masih Eksis

Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960

Sonia Basoni - detikFood Minggu, 05 Des 2021 14:00 WIB

3. Ciri Khas Bakmi Asap yang Ikonik

Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960 Foto: detikFood

Berbeda dengan mie tek-tek atau mie goreng gerobakan lainnya, ada yang membuat Bakmi Asap jadi lebih spesial dari mie lainnya. Pertama metode masaknya. Koh Anton masih mempertahankan resep turun temurun dari keluarganya yaitu masak menggunakan kayu bakar.

"Saya masih masak pakai kayu bakar, kayu bakarnya itu bekas peti dan bekas-bekas kayu palet lainnya. Sehari bisa bawa sekitar tiga peti kayu untuk jualan. Alasannya pakai peti kayu ini karena aroma makanan itu jadi lebih keluar kalau kita oseng pakai api kayu. Beda kalau kita pakai kompor biasa atau semawar misalnya," jelas Koh Anton sambil sibuk melayani pesanan pembeli.

Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960 Foto: detikFood

Selain metode masak dengan peti kayu yang dibakar, Koh Anton juga hanya menggunakan sambal kacang. Sambal kacang ini mirip dengan sambal kacang khas Betawi untuk nasi uduk.

"Bukan sambal bawang atau sambal merah ya, di sini memang terkenalnya pakai sambal kacang halus. Jadi rasanya memang lebih gurih dan legit tapi tidak terlalu pedas. Makanya saya tambah acar rawit dan bawang," tutur Koh Anton.

4. Racikan Bumbu Halus Spesial

Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960Bakmi Asap, Bakmi 'Kayu Bakar' Topping Babi Kecap yang Eksis Sejak 1960 Foto: detikFood

Jika ditanya tentang bumbu spesial, Koh Anton secara gamblang menjawab bahwa keluarganya tidak memiliki racikan rahasia khusus yang tidak boleh diketahui orang-orang.

"Untuk racikannya kita pakai bumbu bawang putih halus, kemudian kecapnya ada kecap ikan dan kecap udang, sama kecap manis, pakai tiram sedikit biar enak. Untuk daging kecapnya juga sudah matang, kita pakai daging cincang jadi sudah tidak ada aroma amis ya," sambung Koh Anton.

Jenis mienya, Koh Anton menggunakan lomie, bihun beras, dan kwetiaw beras.

"Mie nya pakai lomie, karena orang suka yang tebal lembut. Begitu juga dengan bihun, kita pakai bihun beras bukan bihun jagung jadi teksturnya lebih tebal dan tidak mudah hancur," ucapnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com