ADVERTISEMENT

RM Rinai Pambasuah Luko: Puas Makan Dendeng Batokok Bakar yang Harum

Riska Fitria - detikFood
Rabu, 03 Mar 2021 12:30 WIB
RM Rinai Pambasuah Luko: Puas Santap Dendeng Batokok Bakar yang Unik
Foto: detikcom/Riska Fitria

Menawarkan Lauk-pauk Unik dan Langka

RM Rinai Pambasuah Luko: Puas Santap Dendeng Batokok Bakar yang UnikRM Rinai Pambasuah Luko: Puas Santap Dendeng Batokok Bakar yang Unik Foto: detikcom/Riska Fitria

RM Rinai Pambasuah Luko ini dapat dibilang berbeda dengan warung atau restoran Padang lainnya. Itu dapat dilihat dari jenis lauk-pauk yang ditawarkan. Di sini lauknya terbilang unik dan langka.

Akmal menceritakan bahwa hal tersebut memang sengaja dipilih olehnya. Mengingat rendang adalah lauk Padang yang populer hingga ke dunia, tetapi di warungnya ini tidak menawarkan rendang.

"Jangankan di warung Padang, di warteg pun ada rendang. Jadi saya pikir, makanan Padang apa ya yang jarang ditemukan orang," beber Akmal.

Lebih lanjut, Akmal kemudian memilih beberapa menu lauk seperti dendeng botok, dendeng basah atau lambok, gulai gajeboh atau sandung lamur, puak leak dan lainnya.

"Di sini juga ada telur dadar, ayam goreng, ayam goreng balado sama ikan mas. Kalau di tempat lain ikan mas dipismol, di sini digoreng kering pakai cabai," ujar Akmal.

Kondimen Utama Seporsi Nasi Padang

RM Rinai Pambasuah Luko: Puas Santap Dendeng Batokok Bakar yang UnikRM Rinai Pambasuah Luko: Puas Santap Dendeng Batokok Bakar yang Unik Foto: detikcom/Riska Fitria

Umumnya kondimen utama dalam seporsi nasi Padang berupa nasi, daun singkong rebus dan sayur nangka. Namun, berbeda dengan RM Rinai Pambasuah Luko yang kondimen utamanya berupa jengkol cabai merah dan sayur berisi kol dan kacang panjang.

Selain itu, yang menjadi pembeda antara RM Rinai Pambasuah Luko dan warung makan Padang lainnya ada pada cara penyajian lauknya. Biasanya seporsi nasi Padang disajikan langsung dengan lauk di satu piring yang sama.

Namun, di warung makan Padang ini, aneka lauk disajikan terpisah dengan nasi. Lauk-pauk tersebut disajikan di dalam piring kecil. Baru kemudian pelanggan dapat mencampurkan sendiri ketika makan di meja.

Begitupun saat dibungkus. Akmal mengatakan kalau porsi nasi saat dibungkus memang sengaja dilebihkan. Selain itu antara lauk dan nasinya juga dikemas terpisah.

Nasinya dibungkus menggunakan bungkusan kertas, sementara lauk dan sayur dikemas menggunakan plastik.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT