Gudeg Bude: Harus Nunggu Seminggu Untuk Sarapan Gudeg di Sini

Odilia WS - detikFood Minggu, 13 Sep 2020 09:00 WIB
Sarapan Gudeg Bude Foto: detikfood
Jakarta -

Sarapan gudeg di Gudeg Bude memang harus super sabar. Hanya jualan tiap hari Minggu pagi. Itupun harus antre pakai nomor untuk membelinya.

Gudeg memang makanan asli Yogyakarta tapi kepopulerannya sampai hampir seluruh Indonesia. Warga Yogyakarta yang menjadi perantau turut mempopulerkan gudeg. Di Jakarta dan sekitarnya tak sulit menemukan gudeg Yogya yang enak dan sedap. Bahkan persis rasa aslinya karena kebanyakan diracik oleh orang Yogya.

Belakangan ini Youtuber makanan menyambangi Warung Gudeg Bude yang berlokasi di samping klaster Dahlia Loka, Graha Raya, Tangerang Selatan. Gudeg Bude hanya berjualan di hari Minggu saja, mulai pukul 07.00 sampai sekitar jam 11.00.

Warung gudeg ini menempati area, berupa halaman persis di samping pintu masuk Dahlia Loka, satu halaman dengan Soto Cak Di. Sebuah tenda dibangun di samping tenda Soto Cak Di di hari Minggu pagi. Mudah dikenali dengan banner Tenda Gudeg Bude berwarna kuning.

Untuk membeli gudeg di sini harus mengambil nomor antrean. Nomor berupa kertas kecil ditaruh di atas kursi plastik di depan pintu masuk halaman. Tukang parkir membantu mengarahkan pembeli yang dari pukul 06.00 pagi sudah berdatangan mengambil nomor antrean

Sarapan Gudeg BudeSarapan Gudeg Bude Foto: detikfood

Detikcom yang datang pukul 06.35 dapat nomor 18. Setelah ambil nomor bisa ditinggal karena warung baru buka pukul 07.00 pagi. Di warung ini juga diterapkan protokol kesehatan, disediakan tempat cuci tangan, dan meja ditutup dengan plastik yang mengelilingi hingga sampai sisi tenda. Penjual bermasker dan pengunjung diminta jaga jarak dan pakai masker.

Dalam beberapa saat Bu De bersama timnya sudah menggelar rapi beragam hidangan yang dijual. Mulai dari gudeg, sambal goreng, opor ayam, telur pindang dan sambal. Masih ditambah aneka lauk yang dijajar di meja, Sate telur puyuh, sate brutu, sate paru, tahu dan tempe bacem, botok, rendang daging, lumpia, tempe goreng hingga beragam kerupuk.

Sarapan Gudeg BudeSarapan Gudeg Bude Foto: detikfood

Selain gudeg, juga tersedia urap sayuran dan pecel sayuran. Ada juga aneka jajan pasar, donat dan minuman botolan. Sementara pembeli terus berdatangan dan membuat tenda soto yang dipakai sebagai tempat tunggu makin padat. Banyak kelompok pesepeda yang datang dan mulai antre.

Setelah menunggu sejam lebih, pukul 07.45 barulah nomor dipanggil. Kami memutuskan untuk membeli gudeg telor komplet, urap sayuran dan botok mlanding dengan tambahan lauk tempe bacem dan sate telor puyuh. Karena area mulai padat kami memutuskan untuk dibungkus dibawa pulang.

Sarapan Gudeg BudeSarapan Gudeg Bude Foto: detikfood

Sistem pelayanan cukup rapi dan cepat. Hanya saja setiap pembeli bisa saja membeli 10 porsi lebih sehingga lama antrean tidak bisa ditentukan. O,ya Bu De dibantu suaminya sudah berjualan selama 15 tahun. Setelah pesanan dibungkus harus antre lagi di salah satu sudut tenda, kasir akan menghitung pesanan dan pembayaran.

Bagaimana rasa gudeg racikan bude ini? Tampilan gudegnya kecokelatan dengan cincangan yang rapi. Tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering dengan rasa manis yang sedang, tidak menonjok. Sementara opor ayamnya sudah disuwir halus dan rapi dagingnya hingga mudah dikunyah.

Sambal goreng kreceknya ditambah potongan tahu goreng dan cabe rawit merah utuh. Tidak pedas menyengat juga tidak gurih berlebihan. Gurih pedasnya pas, kalau ingin lebih pedas, tinggal gerus cabe rawit merahnya saja. Jadi bisa jadi ini gudeg versi warga Jakarta pinggiran yang sudah disesuaikan dengan rasa setempat.

Sarapan Gudeg BudeSarapan Gudeg Bude Foto: detikfood

Rasa yang serasi membuat gudeg komplet (Rp. 20.000) ini makin enak disuap dengan nasi hangat. Apalagi ditambah tempe bacem (Rp 5.000) yang cukup besar potongannya dengan bumbu manis gurih yang meresap berikut rasa ketumbar dan bawang putih yang berpadu apik.

Kami juga mencicipi botok mlanding yang merupakan pepes mlanding (petai China) dengan paduan potongan tempe dan kelapa muda yang diparut kasar. Gurih sedikit pedas dan manis dengan renyah mlanding yang segar. Cocok juga dinikmati dengan gudeg.

Seporsi urap sayuran juga kami bungkus karena tergoda dengan sayurannya. Ada daun kenikir, bayam, kol, wortel dan kembang turi. Bumbu urapnya berwarna oranye cantik tetapi tidak pedas menyengat bahkan ada semburat manis yang enak.

Warga Bintaro dan Tangerang Selatan jika ingin sarapan gudeg plus lauk-pauk khas Jawa di sini harus bersabar. Bisa ambil nomor antrean di pagi hari jam 06.00 dan kembali lagi sekitar jam 07.00. Seporsi nasi gudeg, nasi urap atau nasi pecel rasanya mantap disantap usai gowes atau jalan kaki di Minggu pagi.

Gudeg Bude
Blok RA1 No.3, Jl. Graha Raya Dahlia Loka (Samping Klaster Dahlia Loka)
Pondok Jagung Timur, Graha Raya
Tangerang Selatan



Simak Video "Unik! Ketika Pizza Bertemu Gudeg"
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)