Sambal Setan Lambe Turah: Huah! Makan Cumi Rumor Cocol Sambal Pedas Mampus

Dewi Anggraini - detikFood Rabu, 26 Sep 2018 17:52 WIB
Foto: dokdetikFood/Dewi Anggraini Foto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Jakarta - Ngidam sajian pedas di tanggal tua? Sambangi saja warung tenda yang punya sambal pedas nonjok ini. Namanya banyak dibicarakan netizen.

Memanfaatkan resep orang tua, Anita memulai usaha warung tenda pinggir jalan yang kini hits di media sosial. Nama warung tendanya sangat mudah dihafal. Terlebih dua kata dibelakangnya sama dengan nama akun gosip yang terkenal di Instagram. Ya, namanya Sambal Setan Lambe Turah.

Namun ternyata namanya bukan diambil dari akun gosip yang hits itu. Melainkan diambil dari bahasa Jawa yang artinya 'bibir sisa' atau 'kebanyakan bibir' atau artinya terlalu banyak ngomong.

Sambal Setan Lambe Turah: Huah! Makan Cumi Rumor Cocol Sambal Pedas MampusFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
"Lambe turah itu sebenernya bahasa Jawa, "turah" itu sisa dan lambe itu "bibir". Jadi lambe turah itu orang yang bibirnya kebanyakan. Karena sambelnya pedes, jadi bikin dower," jelas Anita pada detikFood.

Sehingga dari namanya saja, Anda pasti sudah tahu apa yang menjadi andalan warung tenda ini. Sudah ada dua warung tenda yang dimiliki Anita. Satu di pinggir jalan wilayah Manggarai yang sudah buka lebih dari empat tahun. Satu lagi berada di pinggir jalan dekat halte Transjakarta Slamet Riyadi.

Kami menyambangi cabang keduanya, Sambal Setan Lambe Turah memiliki tenda yang didominasi warna merah dan hitam.

Hmm.. Aroma semerbak gurih bawang dari oseng sayur tercium begitu kami datang. Kala itu sang juru masak memang sedang memasak salah satu menu. Selain itu, proses memasaknya dilakukan di bagian depan tenda. Di sampingnya terdapat etalase kaca tempat meletakkan ayam, ikan serta tahu dan tempe ungkep. Meja kayu panjang dan kursi plastik tertata rapi di bawah tenda. Tak beda jauh seperti warung tenda pecel lele pada umumnya.

Sambal Setan Lambe Turah: Huah! Makan Cumi Rumor Cocol Sambal Pedas MampusFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Hanya saja, warung tenda ini punya beberapa menu yang berbeda. Seperti, Ayam Garang Asem, Cumi Rumor, Kerang Kepo hingga Oseng 3T, Plecing Kangkung hingga jengkol dan pete. Menunya sesuai apa yang diucap Anita, "Kita pengen menghadirkan makanan tenda yang modern tapi rasanya rumahan."

Tak sabar ingin merasakan sajian pedas buatan Anita, kami pun menjatuhkan pilihan pada Ayam Garang Asem, Sumi Rumor, Kerang Kepo, dan Oseng 3T. Melihat langsung proses pembuatannya, ternyata semua menunya dibuat dengan cara dioseng kecuali ayam garang asemnya.

Karenanya semua seafood dan tahu sudah dalam keadaan matang. Cara mengosengnya pun unik. Seafood, cincangan bawang putih, bawang bombay, irisan cabai serta bumbu halus, dan minyak diletakkan di dalam wajan lebih dulu. Barulah sang juru masak menyalakan kompor.

Sambal Setan Lambe Turah: Huah! Makan Cumi Rumor Cocol Sambal Pedas MampusFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Semilir aroma gurih bawang menggelitik hidung. Membuat perut menjadi lapar. Kami jadi tak sabar melahap sajian yang kami pesan, terutama Cumi Rumor (Rp 20.000) yang jadi andalan.

Awalnya kami mencicip Ayam Garang Asem (Rp 19.000). Menu yang tersaji di dalam daun pisang ini berisi potongan dada ayam yang dibalut kuah santan yang diisi dengan bawang, potongan cabai, tomat dan belimbing wuluh. Rasanya tak terlalu asam, cenderung gurih santan dan tak pedas.

Sedangkan Cumi Rumor berisi oseng cumi asin. Rasanya sama seperti cumi oseng pada umumnya hanya tekstur cuminya lembut dan tak amis. Begitu pun Kerang kepo (Rp 17.000), sajian ini berisi oseng daging kerang hijau. Sedangkan Oseng 3T (Rp 20.000), berisi tahu putih goreng potong dadu dan tauge yang dioseng. Kemudian diberi topping ikan teri Medan goreng.

Sambal Setan Lambe Turah: Huah! Makan Cumi Rumor Cocol Sambal Pedas MampusFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Memang tak ada yang spesial dari semua sajian oseng itu. Tapi rasanya jadi sangat spesial saat dimakan dengan sambal 'Lambe Turah'nya. Sambal terasi yang dipadu dengan ikan teri. Sengaja tak diulek halus, hingga biji cabenya terlihat sangat menantang. Benar saja, cocolan pernah berhasil membuat lidah gemetar. Huah pedasnya nonjok!

Sambal ini memang sangat pas dipadu dengan oseng cuminya. Cumi yang lembut kenyal dipadu dengan sambal yang gurih pedas, lalu dimakan dengan nasi pulen hangat. Surga!

Sambal Setan Lambe Turah: Huah! Makan Cumi Rumor Cocol Sambal Pedas MampusFoto: dokdetikFood/Dewi Anggraini
Redakan rasa pedas dengan melahap oseng 3T yang punya tauge segar dan tahu lembut tapi terselip teri goreng yang renyah. Makan di sini memang serasa makan di rumah. Apalagi sambalnya disajikan di dalam mangkuk sambal yang bisa diambil sepuasnya. Pencinta pedas dijamin ketagihan.

Warung tenda ini pas dijadikan tempat makan selepas pulang kerja. Selain bisa mengisi perut yang lapar, sambalnya bikin seger lidah dan mata. Selamat mencoba!

Sambal Setan Lambe Turah
Jl Matraman Raya no 143
Matraman, Jakarta Timur

Jl. Minangkabau No.7, RT.6/RW.8
Ps. Manggis, Kecamatan Setiabudi
Jakarta Selatan

(dwa/odi)