Bakso Rudal: Kenyal-Kenyal Renyah Rudal Dalam Bakso yang Direndam Kaldu Panas

Tania Natalin Simanjuntak - detikFood Senin, 22 Jun 2015 14:37 WIB
Foto: Detikfood
Jakarta - Bakso selalu dirindu oleh banyak orang saat berpuasa. Bola-bola daging yang gurih kenyal ini memberi rasa hangat di perut. Termasuk juga bakso spesial di warung makan ini. Apalagi setelah direndam kaldu panas dan diaduk dengan sambal super pedas. Aduh nikmatnya!​

​Warung Bakso Rudal ini terletak dekat dengan Universitas Indonesia (UI), Depok. Tetap beberapa meter dari rel kereta api, dengan posisi di sebelah toilet umum. Karenanya banyak orang menyebut 'Bakso Toilet' agar mudah dikenali orang.

Bakso ini telah jadi langganan kami sejak di bangku kuliah. Selain anak kuliahan, tak sedikit juga orang yang baru turun dari kereta mengunjungi warung​ ini untuk santap siang dan malam. Selain enak, harganya pun tak bikin kantong bolong.

Menu andalan gerai bakso ini ​B​akso ​Ru​dal dan B​akso T​elur. Semangkuk Bakso Rudal (Rp12.000) ini berisi ​sebutir​ bakso rudal, dan tiga butir​ bakso kecil. Dilengkapi​ sawi, tauge, taburan bawang goreng, dan ​kaldu yang panas. ​
 
​Secara khusus kami pesan ​dengan jumlah vetsin yang dikurangi dan tauge atau sawi yang diperbanyak agar tak terlalu kuat penyedapnya​.

Terbiasa mencicip kuahnya dahulu, kuah Bakso Rudal ini gurih dengan ​rasa ​kaldu sapi yang pekat. Kuahnya sendiri tak begitu cair dengan titik-titik cacahan daging dan bumbu. Aroma gurih khas daging sapi sangat dominan.


​Sebutan rudal ditujukan pada​ bakso berukuran besar dengan cacahan tetelan dan daging di dalamnya. Cacahan tetelan dan dagingnya juga berbentuk kecil-kecil, sehingga mudah dikunyah bersamaan dengan bakso. Rasanya pun gurih dengan sensasi panas yang menyengat​ karena bakso disini diambil dari panci berisi kuah mendidih.​

​T​ekstur baksonya agak kasar dengan 'rudal' di dalamnya. Saat dikunyah​ perlahan ​terasa​ kenyalnya tetelan dan gurih daging​. Apalagi diselingi hirupan kaldunya yang gurih panas mengepul.​

​Kalau suka pedas, jangan lupa bubuhi sambalnya​. Biji cabainya 'melotot' dengan warna sambal oranye terang. Demi memuaskan hasrat pedas, dua-tiga sendok sambal pun mendarat di dalam mangkuk. Setelah diaduk, pedas menyengatpun langsung terasa di lidah saat kuahnya dihirup. Huaahh..nikmat!​

Selain bakso, juga ada ​mie ayam. Mie Ayam Bakso Telur (Rp 14.000) disajikan hangat. ​Berisi ​mie keriting, sedikit kuah kaldu, potongan ayam, daun bawang, sebuah pangsit goreng, dan sebuah bakso telur.

Tekstur mienya cukup kenyal, seperti mie kemasan kebanyakan. Begitu juga dengan potongan ayamnya. Ayamnya sangat gurih dan terasa manis terasa jejak kecap. Kuahnya pun encer gurih dan agak ​kecokelatan​. Bakso telurnya sendiri berisi telur ​rebus.​ Tekstur bakso telur ini agak berbeda dengan rudal, lebih lembut dan ​tanpa cincangan daging.​

Selain bakso rudal dan bakso telur, warung bakso yang telah buka sejak tahun 2001 ini juga menyediakan bakso kecil biasa. Setiap hari, warung bakso ini buka dari pukul 10.00 hingga 21.00 malam. Namun karena laris, tak jarang warung ini sudah tutup pukul 19.30.





Bakso Rudal Stasiun UI

Gang Sawo

(Dekat rel stasiun UI)



(tan/odi)