Terjebak Kelezatan Ranjau

Terjebak Kelezatan Ranjau

- detikFood
Rabu, 24 Sep 2008 11:04 WIB
Jakarta - Ranjau yang satu ini bukan hanya asyik dinikmati pelan-pelan tetapi juga nikmat. Kuahnya hangat kekuningan dan gurih mengelus lidah. Cocok untuk menghangatkan lambung yang seharian kosong!

Kemarin sore sengaja saya mencari makanan enak di kawasan Jl. H.Agus Salaim (Sabang) Jakarta Pusat. Menjelang pukul 5 sore jalanan menju Sabang Food Centre sudah padat merayap. Begitu memasuki jalan Sabang, hmmm.. aroma harum sate ayam yang sedang dibakar benar-benar menusuk-nusuk hidung. Mobil tak bisa berjalan cepat, merayap membelah keramaian jalanan yang padat.

Saya memanfaatkan jalanan merayap untuk cuci mata melihat aneka makanan yang ditawarkan di pinggir jalan. Di sudut kiri jalan ada resto Garuda. Wah, sudah terbayang-bayang makan pakai nasi plus ayam gorengnya yang terkenal gurih dan gulai ubi tumbuk yang sedap. Nyam...nyam! Ada deretan warung tenda, mulai dari sate ayam Madura cak Heri yang sudah menjadi langganan saya sejak dulu, sate Pak Rahmat dan beberapa yang tidak menggunakan nama. Selain itu ada juga warung tenda Nasi Goreng Gila yang mulai dipadati pengunjung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya penjual makanan yang ada disana, penjual minuman mulai dari aneka jus, es buah, es campur pun bertebaran di tempat ini. Juga tenda Takjil Mpok Mumun yang sangat padat dengan antrean pengunjung. Yang masih saya kenali, nasi goreng kambing, resto Natrabu, toko kue Sakura Ampan, tukang siomay dan bakso plus tukang rujak di depan Robinson. Lha, kok jadi bingung ya menentukan pilihan!

Makin mendekati jam buka puasa, suasana jalan makin padat dan saya makin bingung menentukan pilihan. Saat mampir ke warung mpok Mumun saya harus kecewa karena semua jenis takjil, aneka bubur dan kolak sudah ludes habis dipesan. Akhirnya saya tergiur dengan rujak buah yang memakai buah gohok yang asam segar. Sudah terbayang sambal yang pedas dan rasa asam yang membuat mata melek.

Hmmm.. saya ingin sekali makan yang berkuah panas dan yang agak segar. Saya pun terpancing dengan kerumunan di warung soto, yang bersebelahan dengan warung tenda bebek goreng. Begitu melihat tulisan di tenda β€˜Warung Soto Pak Gendut’ saya tak ragu lagi untuk mencari tempat duduk di tenda yang mulai padat.

Soto racikan Pak Gendut ini memang sangat banyak jenisnya, soto ayam, soto daging, soto ranjau dan soto ceker. Buru-buru saya memesan soto ranjau dan seporsi soto ceker yang jadi andalan warung ini. Karena waktu berbuka makin dekat dan para pegawai sudah mulai sibuk meracik pesanan.

Soto ceker dan soto ranjau pesanan saya tiba bertepatan dengan berkumandangnya adzan maghrib. Alhamdulillah, saya pun tak perlu waktu lama untuk mencicipi soto yang hangat mengepul.

Uap harum segera tercium dari mangkuk soto yang berisi kuah bening kekuningan berisi ceker ayam dan ranjau. Sebutan ranjau diberikan untuk tulang-tulang muda yang jadi bahan campuran soto. "Kalau makan tulang-tulang muda itu banyak jebakan tulangnya jadi banyak ranjau tapi dijamin makin asyik", demikian komentar mbak pelayan sambil tersenyum.

Kuah hangat yang menyentuh lidah terasa gurih sedap. Ada jejak bawang putih yang kuat, kunyit, serai dan daun salam yang harum. Pemakaian bumbunya cukup royal sehingga kaldunya terasa sangat gurih. Apalagi ditambah taburan bawang putih goreng, daun bawang, kucuran air jeruk nipis plus sambal rawit. Sulitnya mencari selipan daging di sela-sela tulang justru memberi keasyiksan tersendiri.
Β 
Soto cekernya pun serupa dengan soto ranjau, berisi sekitar lima sampai tujuh buah ceker yang cukup montok. Rasanya pun sangat gurih, apalagi dipadu dengan nasi putih yang masih hangat. Daging cekernya kenyal danΒ  mudah sekali terlepas dari tulangnya, menandakan kalau cekernya dimasak dengan sempurna. Bumbunya pun sudah meresap kedalam daging cekernya.

Tangan saya pun belepotan karena harus β€˜mengeksekusi’ ceker dan juga β€˜ranjau’ di dalam soto. Peluh pun mengalir deras apalagi saat pesta ceker diakhiri denngan segelas teh manis hangat, hmmm… benar-benar nikmat!

Seporsi soto ceker dan soto ranjau masing - masing diharagai Rp 10.000,00 saja. Kalau ingin jus buah segar atau es campur di sebelah soto Pak Gendut ini berderet penjual jus dan es campur. Nah, kalau ingin sedikit berhemat tetapi tetap makan enak untuk berbuka sore nanti, Warung Soto Pak Gendut bisa menjadi pilihan yang menarik loh!!

Warung Soto Pak Gendut
Pusat Jajanan Sabang, Sarinah
Depan American Grill
Telp 08561260492
(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads