Bagai tersambar petir, menjelang buka puasa tiba-tiba terlintas bayangan soto ceker ayam yang panas mengepul. Langsung saja saya menyusuri kawasan Jl.Fatmawati yang padat. Saya ingat info dari teman, ada warung tenda yang menjual soto ceker enak.
Sore hari ternyata sepanjang jalan Fatmawati dipenuhi banyak sekali warung tenda yang menjajakan segala jenis makanan. Persis di depan dBest ada warung penjual mie ayam, roti bakar, nasi goreng. Sampai dengan warung keenam saya tak jua melihat tanda-tanda akan adanya penjual soto ceker.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Permisi Pak, yang jualan soto ceker dimana ya?" tanya saya. "Oo..mba bertanya sama orang yang tepat," jawabnya. Ternyata bapak penjual nasi goreng itu juga sebagai penjual soto ceker. Oalah..pantas saja saya tidak dapat menemukannya. Warungnya sangat sederhana dengan tenda tidak seberapa besar dan kalau saya lihat hanya dapat menampung kurang lebih 10 orang saja. Di tenda tersebut juga tidak tertera menu soto ceker. Spanduknya hanya bertuliskan: βNasi Goreng Sedap Malam Yanto sedia Nasi Goreng, Mie Gorengβ.
Warung yang sudah berdiri sejak tahun 1981 ini sudah memiliki banyak sekali pengunjung setia. Tak heran jika tanpa perlu dituliskan di tenda tersebut sudah banyak pengunjung yang mengetahui menu spesial soto ceker ini.
Sambil ngobrol dengan mas Yanto, sang penjual, saya pun memesan seporsi soto ceker. Sebelum disajikan soto ceker yang berada di sebuah wajan besar dipanaskan terlebih dahulu. Selagi panas mengepul dituangkan ke dalam piring cekung. Hmmm.. harumnya aroma soto ceker menguar membuat perut saya yang lapar makin kerucukan.
Walah, ternyata seporsi soto ceker isinya banyak sekali. Saya agak sedikit ragu apakah mampu menghabiskannnya, tapi perut ini sangat lapar sekali. Dengan perlahan namun pasti saya mulai βmenjelajahiβ soto ceker ini.
Warna kuahnya kecokelatan agak nyemek. Saat saya cicip sangat terasa aroma bawang putih, kecap manis, sedikit jahe, merica dan semburat wangi minyak wijen. Wah, ini versi soto ceker yang berbau oriental. Gurih sedikit manis dengan aroma yang wangi!
Tak berhenti sampai kuahnya saja, saya mulai mengambil cekernya. Makan soto ceker tidak bisa menggunakan sendok dan garpu. Karena akan berbeda sensasinya, jadilah tangan ini belepotan karena memegang ceker. Isi cekernya sangat banyak, ada lebih dari 12 buah ceker ayam. Lapisan kulit yang tebal βkinyil-kinyilβ warnanya juga cokelat gelap. Bumbunya meresap sampai ke ujung tulang-tulang. Lembut dan mudah terlepas, sebagai tanda ceker dimasak sempurna! Itβs fingers licking good β nyontek slogan resto ayam goreng Amerika!
Langsung saja kuah kental soto yang kecokelatan saya aduk dengan nasi hangat mengepul. Wouw⦠gurih manis dan sedap sekali! Nasi memang tak habis saya makan karena saya memutuskan untuk menuntaskan 12 ceker ayam sampai licin tandas!
Ada sedikit yang saya sayangkan, ceker yang disajikan agak sedikit hancur. Menurut penjualnya sih, ini karena ukuran ceker ayamnya kecil-kecil. "Biasanya ceker ayam yang dipakai lebih besar Mba, agak sulit mencari ceker yang lebih besar belakangan ini," ujar mas Yanto penjualnya. Mungkin ini gara-gara harga ayam yang naik tiap hari sejak puasa.
Seporsi soto ceker tadi dihargai Rp 12.000,00. Harga yang pas untuk ukuran porsi yang sangat besar dan rasa yang patut diacungin jempol. Hmm..jadi kalau kocek sedang tak terlalu tebal dan ingin menyantap yang sedap dan nikmat, mampir saja ke warung mas Yanto ini! Soto ceker ini makin asyik lho kalau dimakan berdua! Buktikan saja!
Soto Ceker (Nasi Goreng Sedap Malam Yanto)
Jl.RS Fatmawati depan dBest Fatmawati
Setelah halte bus dBest (eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN