Jamur dikenal mengandung protein, folat, selenium hingga vitamin D dan juga B12. Bahan makanan ini dikenal dapat melawan infeksi serta tingkatkan imunitas tubuh. Vitamin B memainkan peran dalam memperbaiki jaringan tubuh dan membantu untuk hasilkan energi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan banyaknya manfaat yang ada dalam jamur, tentu bahan makanan ini sangat baik dikonsumsi si kecil. Tapi mulai umur berapa kita dapat mengenalkan jamur pada anak?
Menurut Damis Chyntia Esapraja selaku praktisi gizβi, βsebaiknya pemberian jamur dilakukan saat usianya 10 bulan ke atas.
"Hal ini dikarenakan diβ βusia tersebut anak sudah mulai mengonsumsi jenis makanan yang lebih bertekstur," βjβelas nutritionis yang bekerja di βkβatering Healthy Box ini.
Sebelum memberikannya pada si kecil, Anda dapat membersihkannya terlebih dahulu agar mikroorganisme yang ada dalam jamur tidak ikut termasak. Jenis jamur yang diberikan juga sebaiknya yang bertekstur empuk. βJamur champignon, kancing hingga shitake bisa Anda berikan pada si kecil,β tambahnya.
Seperti yang dilansir dalam Tabel Komposisi Pangan Indonesia, dalam 100 gram jamur kering mengandung kalori sekitar 294 kkal, 16 gr protein, 0,9 gr lemak dan 64,6 gr karbohidrat.
Walaupun kandungan protein yang ada dalam jamur cukup tinggi. Tetapi, Anda tetap harus memberikan protein hewani setiap harinya untuk mendukung pertumbuhan si kecil. Untuk anak usia 7-11 bulan membutuhkan protein sebanyak 18 gram per hari. Sedangkan untuk usia 1-3 tahun membutuhkan protein 26 gr serta usia 4-6 tahun sebanyak 35 gr.
"Agar lebih sehat, tentu sebaiknya olah potongan jamur dengan cara dikukus dan juga direbus. Untuk selanjutnya bisa ditumis atau dimasukkan kedalam kuah sup," jelasnya.
Untuk usia balita, masak jamur yang bertekstur lebih ringan seperti jamur kancing. Cincang jamur atau parut kemudian masukkan ke dalam omelet atau pun sup. Sedangkan untuk anak pra sekolah, campurkan jamur ke dalam kebab sayuran dan juga pizza.
(lus/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN