Tidak seperti kopitiam pada umumnya, di Cilandak, Jakarta Selatan hadir Cafetiam dengan menu unik dan 'comforting'. Mulai dari bakmi bebek asap hingga pempek berkuah mala creamy ada di sini.
Belakangan ini kopitiam kembali dilirik oleh masyarakat Indonesia sebagai tujuan untuk sarapan, makan siang, makan malam, atau sekadar nongkrong santai. Beberapa kopitiam baru pun bermunculan, menawarkan konsep dan menu dengan keunikan masing-masing.
Namun, ada salah satu yang menarik perhatian detikFood karena konsepnya cukup berbeda dari kopitiam pada umumnya. Namanya Dish Morning, di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.
Lokasinya mudah ditemui, berada di area hook, dengan parkiran yang cukup luas. Masuk lewat pintu utama, kamu bisa langsung memilih mau ke area indoor di sebelah kiri atau outdoor di sebelah kanan. Kurang lebih Dish Morning bisa menampung sekitar 35 pengunjung.
Konsep interior Dish Morning dibuat lebih modern, clean, dengan pencahayaan alami, tetapi tetap terasa nuansa kopitiamnya. Salah satunya dari dekorasi poster ala peranakan yang ditempel di beberapa sisi tembok.
Selain interior yang memanjakan mata, menu di Dish Morning juga menarik dicoba. Menggabungkan konsep kafe dan kopitiam, Dish Morning tawarkan pilihan makanan ringan, makanan utama, dessert, sampai kopi yang diberi sedikit 'twist.'
1. Konsep cafetiam yang unik
Dibuka Oktober 2025, Dish Morning memang sengaja memadukan konsep hybrid antara kafe dan kopitiam.
"Jadi kita sediakan beberapa opsi seperti cafe beverages, ada latte, ada americano, ada mont blanc juga, tapi kita juga menyediakan kopi-kopi dari kopitiam, seperti minuman teh tarik. Kita juga ada kopi dari Nanyang, jadi lebih ke modern kopitiam seperti itu," ujar Yoel, pemilik sekaligus chef Dish Morning, kepada detikFood (26/8).
Konsep ini diwujudkan oleh Yoel karena ia melihat tempat nongkrong di Jakarta lebih banyak berupa kafe atau klub. Beberapa ada kopitiam, tetapi tidak ada yang menawarkan menu kopi modern ala cafe.
"Sedangkan aku tuh suka latte, suka ice americano, suka mont blanc. Cuma kalau untuk makanan, aku prefer kalau ke cafe itu makan makanan yang proper food. Kalau di kopitiam ada makanan beratnya yang proper sedangkan kalau cafe itu biasanya makanan beratnya lebih ringan ya, snack-snack," ujar Yoel.
Berangkat dari hal tersebut, akhirnya pria yang punya latar belakang di bidang kuliner ini memutuskan membuka tempat di mana bisa menjadi tujuan banyak orang untuk nongkrong maupun makan enak.
2. Menu #Ahmafavorite yang unik tetapi familiar
Dalam budaya Tionghoa, 'Ahma' umumnya merujuk pada panggilan kepada nenek yang sering digambarkan memiliki pribadi sangat perhatian dan memberi rasa nyaman.
Dari gambaran itulah Yoel menciptakan makanan dengan tagline #Ahmafavorite yang diharapkan makanan-makanan di Dish Morning menawarkan cita rasa nikmat dan nyaman di lidah pelanggan.
"Aku tuh pengin bawa ini kayak, 'Oh masakan-masakan yang tetap close sama comfort lah.' Jadi biasanya makanan Ahma itu ingetin kita kayak makanan yang nyaman. Kita juga mau membawa itu, dan Ahma itu kan biasanya tuh ngomelin, sering apa, perhatian lah," jelas Yoel.
Tak hanya menawarkan kenyamanan dan cita rasa nikmat, pemilihan menu di Dish Morning juga dibuat berbeda dengan kebanyakan kopitiam lainnya.
Yoel menghadirkan menu kopitiam dengan sedikit 'twist' supaya pelanggan bisa merasakan pengalaman makan baru.
"Jadi bukan template aja kayak pempek, nasi goreng, yang gitu-gitu aja. Aku pengen bikin sesuatu yang 'oh ini comfort seperti biasa tapi masih ada experience di belakangnya." ungkap Yoel.
Tak heran jika menu makanan di sini unik. Misalnya pada bakmie yang tidak sekadar disajikan bersama ayam atau daging, tetapi Yoel memadukannya dengan irisan daging bebek asap.
Begitu juga dengan pempek yang umumnya disajikan bersama kuah cuko, di Dish Morning justru disandingkan dengan kuah pedas mala.
3. Bakmi Smoked Duck hingga Grilled Chicken Crack Sauce
Menu-menu di Dish Morning terbagi dalam berbagai kategori, mulai dari olahan mie, bubur, nasi, pempek, hingga camilan.
Untuk menu utama, kami mencoba Bakmi Keriting dengan topping smoked duck (Rp52.000). Semangkuknya hanya terdiri dari bakmi keriting, irisan daging bebek panggang, sayur, dan pangsit goreng. Sederhana, tetapi cita rasanya berhasil memikat perhatian kami.
Bakminya punya aroma dan rasa minyak bawang putih yang tercecap dominan. Rasa gurihnya tipis tetapi menjadi seimbang ketika dipadukan bersama smoked duck yang cenderung asin dan memberi sentuhan smokey khas.
Bebeknya juga tidak amis sama sekali dan juicy lembut. Tersedia juga kuah kaldu yang gurih ringan sebagai pelengkap.
Menu Grilled Chicken Crack Sauce juga kami coba (Rp49.000). Berupa ayam panggang yang teksturnya empuk juicy, dimasak bersama crack sauce, perpaduan sambal Malaysia dan kecombrang. Cita rasanya dominan asam, sedikit gurih, dan manis. Cocok dimakan bersama nasinya yang gurih ringan.
Simak Video "Rasakan Kreasi Menu di Dunia Wonderland ala Mie Sedaap Ini!"
(aqr/adr)