Salt bread masih viral di tahun 2026. Di kawasan Bekasi bahkan ada beberapa penjual salt bread populer yang terkenal dengan kenikmatannya dan sampai diantre panjang!
Kemunculan salt bread di Indonesia sebenarnya sudah ada sejak 2024. Makanan ini diperkenalkan sebagai roti dengan ciri khas tekstur cenderung renyah buttery dengan rasa asin gurih karena ada penambahan garam kasar melimpah.
Meskipun sudah hadir di Indonesia 2 tahun lalu, salt bread masih menjadi makanan yang digemari masyarakat luas. Bahkan, semakin banyak kafe, bakery, atau UMKM rumahan yang menawarkan kreasi salt bread khasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Popularitas salt bread ini juga menyebar ke berbagai daerah indonesia, salah satunya di Bekasi. Sejumlah tempat di Bekasi tawarkan salt bread yang tak kalah menggugah selera.
Variannya beragam, harganya masih ramah di kantong, serta dibuat menggunakan bahan berkualitas.
Kemunculan beragam salt bread enak di Bekasi juga disambut baik karena akhirnya warga Bekasi bisa mencicipi salt bread enak tanpa harus jauh-jauh ke Jakarta.
detikFood mencicipi salt bread dari tiga tempat viral di Bekasi. Salah satunya sampai membuat tim detikFood perlu antre 40 menit!
Untuk varian salt bread yang kami pesan dari ketiga tempat tersebut sama, yaitu original, chocolate, dan cheese.
Lantas, apakah rasa salt breadnya sepadan dan mana yang lebih enak?
1. Namacakes ID
Salt Bread Namacakes yang renyah bagian bawah dan chewy buttery di bagian dalamnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Tempat salt bread ini termasuk salah satu yang viral di Bekasi. Lokasi jualannya berada di daerah Pekayon.
Berawal dari jualan di teras rumah, kini mereka bisa membuka gerai kecil karena salt breadnya yang laku keras. Namun, sesekali gerainya tutup, sehingga pemesanan hanya bisa dilakukan via online.
Untuk pemesanan online, bisa tanya terlebih dahulu ke penjual apakah salt breadnya ready atau tidak. Biasanya dalam satu hari ada dua batch pembuatan salt bread.
detikFood kebetulan ikut pembelian di batch kedua. Variannya cukup beragam, mulai dari original, wijsman, cheese, beef floss, dan lain sebagainya.
Kami memesan tiga varian berbeda yaitu original (Rp 14.000), cheese (Rp 17.000), dan chocolate (Rp 22.000). Tak lama setelah salt bread ready, langsung dikirim ke alamat tujuan. Salt breadnya dikemas dalam box persegi putih dan diberi plastik lagi dan diikat rapat, sehingga aman sekalipun menempuh perjalanan jauh.
Ukuran salt bread di Namacakes menurut kami tergolong besar. Sesuai dengan deskripsi yang mereka tulis, salt bread di sini memang punya tekstur bagian bawah renyah. Penggunaan tepung Jepang yang khas juga membuat adonan bagian dalam salt breadnya chewy. Adonannya juga tipe yang langsung kempes ketika dipotek, bukan yang berongga.
Pada varian original, bagian bawahnya cenderung berminyak dari lelehan butter. Rasanya gurih asin perpaduan mentega dan taburan garam, tetapi tidak berlebihan. Rasa gurihnya juga memberi kesan sentuhan seperti rasa keju.
Namacakes juga punya varian lain, seperti keju dan cokelat yang tak kalah nikmat. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Untuk varian cokelat, bagian luarnya dilapisi cokelat yang dibiarkan mengeras, sehingga tidak gampang lumer atau berantakan. Lapisan cokelat ini juga memberi sedikit sentuhan renyah saat digigit. Bagian dalamnya ada krim cokelat yang lumer. Rasa cokelatnya tercecap ringan di mulut, bukan tipe yang pekat.
Namacakes juga punya varian keju yang tak kalah enak. Memadukan tekstur roti yang garing dibawah dan chewy di dalam dengan perpaduan rasa yang kaya dan gurih karena ada tambahan keju slice di atasnya.
2. Bear and Butter
Antrean gerai salt bread Bear and Butter di Grand Wisata Bekasi. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Bear and Butter cabangnya sudah cukup banyak. Baru-baru ini pun mereka membuka cabang di perumahan Grand Wisata, Tambun. Baru buka awal Maret 2026, gerai salt bread ini langsung ramai diserbu sejak pagi.
Waktu detikFood mampir ke gerainya pada Kamis (28/5) di pukul 08.40 pagi, gerainya sudah dipenuhi antrean mengular. Kurang lebih kami butuh waktu 40 menit sampai pesanan salt bread disajikan.
Tetapi sistem antrenya cukup tertib. Ketika mendekati kasir, akan ada staff yang bertanya varian salt bread apa saja yang mau dibeli. Sembari salt bread disiapkan, kamu bisa bayar.
Pilihan salt bread di Bear and Butter jauh lebih banyak. Beberapa varian tergolong unik, seperti Aburi Mentaiko Tamago, Mochi Red Bean, Jasuka, hingga Matcha Butter.
Tetapi kami memilih tiga varian yang sama seperti di gerai sebelumnya yaitu original (Rp 15.000), Triple cheese (Rp 20.000), dan Chocolate glaze (Rp 25.000).
Salt Bread di Bear and Butter cenderung berongga dan chewy. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Karena kami hanya pesan tiga buah, salt breadnya pun dikemas menggunakan semacam paper bread bag, sehingga sedikit rawan hancur, terutama jika pesan yang toppingnya melimpah.
Salt bread di Bear and Butter punya ukuran lebih kecil dari yang sebelumnya.
Pada varian original, bagian bawahnya tidak se-renyah gerai Namacakes. Tetapi ketika dipotek, bagian dalamnya membentuk rongga melingkar yang cantik. Teksturnya adonannya juga sangat chewy dan sedikit agak kering, sehingga cukup sulit dikunyah. Rasana tidak terlalu asin gurih, tetapi tetap buttery.
Adonan pada varian tripple cheese menurut kami lebih enak. Bagian bawah salt breadnya renyah krenyes, dalamnya juga chewy tetapi jauh lebih lembut. Adonanya juga lebih buttery, tidak kering. Tambahan parutan kejunya memberi sentuhan rasa gurih yang tidak berlebihan.
Varian chocolate glaze juga teksturnya menurut kami pas. Renyah di bawah dan chewy lembut di bagian dalamya. Isiannya pakai lelehan cokelat asli, bukan krim cokelat. Rasa cokelatnya juga pekat dan cenderung manis. Bagian atasnya ada lapisan glaze donat yang menambah tekstur renyah saat digigit.
Selain salt bread, di gerai ini juga tersedia minuman, seperti matcha dan kopi. DetikFood menikmati salt breadnya dengan tambahan Matcha Latte yang dinikmati tanpa gula (Rp 35.000). Teksturnya tidak begitu kental, dengan rasa matcha cenderung pahit sedikit gurih.
3. Maichiro
Salt Bread rumahan Maichiro juga punya tekstur dan rasa yang tidak kalah enak dengan salt bread lainnya. Foto: Detikcom / Atiqa Rana |
Bakery ini juga ramai diserbu warga Bekasi. Semua salt breadnya dibuat dengan french salted butter dan dipanggang fresh setiap paginya.
Bakery ini masih berbasis rumahan, jadi hanya menerima pesanan lewat online. Kalau tertarik beli, bisa pesan dari H-1 ya.
Saat ini tersedia 9 varian salt bread, seperti original, choco bomb, triple cheese, kani spicy mentai, hingga ube cheesecake brulee. Harganya juga variatif, mulai dari Rp 16.000 sampai Rp 25.000.
Namun, untuk pembanding, kami lagi-lagi pesan menu yang sama yaitu original (Rp 16.000), choco bomb (Rp 23.000), dan triple cheese (Rp 23.000) .
Ukuran salt breadnya tergolong besar, seperi Namacakes. Kami sempat memanaskan kembali di air fryer sekitar 5 menit, sehingga adonannya paling buttery di antara salt bread dari kedua gerai lainnya.
Di varian original, adonannya cenderung chewy, tetapi tidak se kenyal Bear and Butter. Kami juga masih bisa merasakan tekstur adonan yang crunchy renyah. Rasanya cenderung asin gurih dari garam dan menteganya.
Di antara yang lain, varian original satu ini menurut kami paling asin, yang mana memang seharusnya salt bread punya rasa yang asin. Rasa asinnya juga sedikit memberikan kesan seperti ada tambahan keju di dalamnya.
Varian triple cheese punya tekstur sama seperti varian original dengan sentuhan rasa keju yang nikmat. Kami tidak menyangka varian cokelatnya juga enak. Bagian atasnya diberi chocolate spread yang crunchy dan bagian dalamnya diisi topping cokelat, rasanya mirip seperti cokelat nutella yang tidak pernah gagal.
4. Salt bread yang paling nikmat
Setelah mencicipi ketiganya, menurut kami setiap salt bread punya rasa dan tekstur yang berbeda-beda. Bisa disesuaikan dengan selera.
Namun pilihan kami jatuh ke Namacakes yang mana dari segi ukuran tergolong besar, sepadan dengan harganya. Adonanya juga pas karena ada perpaduan renyah krispi dan chewy yang pas. Semua varian juga cocok di lidah.
Kami juga menyukai Maichiro karena tekstur yang juga pas. Di varian original rasanya memang terlalu asin untuk lidah kami, tetapi varian cokelat dan kejunya patut dicoba.
Sedangkan jika ingin salt bread yang memang chewy dengan adonan agak berserat seperti roti biasa dan variannya beragam, bisa coba Bear and Butter.
Varian-variannya unik yang mungkin tidak bisa ditemukan di gerai lainnya. Sepertinya akan lebih enak jika kami memanaskan kembali salt bread Bear and Butter supaya bisa merasakan tekstur dan rasa optimal.
Detikers tertarik coba yang mana?
Simak Video "Roti Asal Korea Kini di Blok M"
[Gambas:Video 20detik]
(aqr/adr)






KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN