Soto Bokoran 1949: Gurih Manis Soto Semarang yang Bertahan Lezatnya 72 Tahun

Riska Fitria - detikFood Senin, 22 Nov 2021 13:00 WIB
Soto Bokoran 1949: Gurih Manis Soto Semarang yang Bertahan Lezatnya 72 Tahun Foto: detikcom/Riska Fitria

3. Kuah Sotonya Diracik dengan Kuah Sate

Soto Bokoran 1949: Gurih Manis Soto Semarang yang Bertahan Lezatnya 72 TahunSoto Bokoran 1949: Gurih Manis Soto Semarang yang Bertahan Lezatnya 72 Tahun Foto: detikcom/Riska Fitria

Soto bokoran disajikan dalam mangkok porselen China yang mungil, diameter 12 cm. Sekilas, racikan soto ini tak jauh berbeda dengan soto ayam lainnya. Berisi suun, daging ayam suwir, tomat, daun seledri dan bawang putih goreng.

Kamu juga bisa memesan nasi dengan cara dicampur ke dalam mangkok sotonya. Penyajian seperti itu bisa menambah sensasi kelezatan ketika makan soto. Yang membedakan soto bokoran dengan yang lain adalah kuahnya.

Kuahnya berwarna cokelat keruh, itu karena kuah soto berupa kaldu ayam dicampur dengan kuah sate. Begitu disajikan di atas meja kami, aroma kaldu ayam yang gurih langsung masuk ke dalam hidung.

Selain itu, juga tercium aroma kecap seperti yang digunakan pada bumbu kecap untuk sate. Pemberian bawang putih goreng yang royal juga menambah aroma pada racikan sotonya.

Baca Juga: Resep Soto Ayam Kuning Berkuah Bening Segar

4. Manis Gurih Soto Bokoran

Soto Bokoran 1949: Gurih Manis Soto Semarang yang Bertahan Lezatnya 72 TahunSoto Bokoran 1949: Gurih Manis Soto Semarang yang Bertahan Lezatnya 72 Tahun Foto: detikcom/Riska Fitria

Rumini mengatakan bahwa sejak dulu, racikan kuah soto bokoran berupa kaldu ayam dengan kuah sate. Racikan tersebutlah yang menjadi daya tarik dari soto bokoran.

"Dari dulu memang seperti ini, kuah sate itu kan buat sate-satean di sini sebagai menu pendamping tapi kuahnya dicampur ke kuah soto, racikannya yang ada kecapnya itu makanya manis," ujar Rumini.

Dari racikan tersebut membuat rasa sotonya memiliki perpaduan rasa manis dan gurih. Saat awal makan, rasa gurih yang terasa, tetapi kemudian tercecap rasa manis yang tertinggal di mulut.

Pemberian daging ayamsuwirnya terbilang royal. Potongan ayamnya juga sangat besar-besar. Daging ayamnya empuk karena menggunakan ayam kampung.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Cerita Jejak Perjalanan 3000 KM"
[Gambas:Video 20detik]

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com