Ketendang Soto Udang

Ketendang Soto Udang

- detikFood
Kamis, 27 Des 2007 13:48 WIB
Jakarta - Pluit tak hanya terkenal akan seafoodnya saja, ternyata bagian utara Jakarta ini menyimpan ragam kuliner yang patut diacungi jempol. Soto udang dan soto kepiting nan lezat, popiah Medan yang renyah, martabak India yang wangi atau aneka es buah yang bikin ngiler... semua tersedia komplet.

Terus terang waktu jalan-jalan menyusuri jalan Pluit Kencana kami jadi rada kalap. Baru membaca nama-nama makanan yang tertera di banner saja sudah bikin kami ngiler. Rasanya semuanya enak dan menggiurkan. Incaran pertama kami adalah es buah yang ada di food court ini, selain menyegarkan es buah ini juga terkenal akan pilihannya yang beragam. Konon katanya ini jenis es buah paling enak sedunia. Buah-buahan sangat beragam; leci, kelengkeng, anggur, cincau, jelly, nata de coco, selasih, buah lontar, dan banyak lagi yang ditaruh dalam wadah mangkuk-mangkuk kaca.Β 

Warna-warni menggoda ditata di etalase kaca, sungguh menggoda mereka yang melihatnya. "Wah kayaknya enak semua, pilih yang mana ya?" ujar seorang teman yang juga tampak kebingungan. Untunglah sang pelayan melayani kami dengan sabar, sampai akhirnya kami memutuskan untuk memesan Es Campur Medan, Es Longan Peach Lontar dan Es Campur Kombinasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketika asik mengobrol sambil menuggu datangnya es buah yang kami pesan, tanpa sadar hidung kami mengendus-endus bau harum yang menggelitik. Ternyata bau tersebut datang tak jauh dari tempat kami duduk. Panci yang berisi kuah sotolah yang menjadi sumber bau harum yang menyerbu indra penciuman kami. Tak hanya soto ayam dan daging, ada pula soto udang dan soto kepiting yang terus terang baru kali ini saya jumpai.

Penasaran ingin tahu seperti apa soto kepiting, saya pun mencoba untuk memesan seporsi. "Maaf soto kepitingnya hanya ada setiap hari Sabtu saja," ujar sang penjual memupuskan semangat saya. Yah, walaupun belum kesampaian mencicipi soto kepiting, untuk mengobati rasa kecewa dipesanlah seporsi soto udang yang merupakan pilihan kedua saya.

Tak lama es yang kami pesan pun tiba, persis seperti yang kami bayangkan es buah yang disajikan dalam mangkuk berwarna-warni ini ternyata mampu membangkitkan selera. Es Longan Peach Lontar yang saya pesan persis seperti namanya, terdiri dari buah kelengkeng, buah peach dan buah lontar. Dipadu dengan sirop vanili plus serutan es batu rasanya bikin suegerr… Rasa panas yang sejak tadi menggelayuti pun kini perlahan menghilang.Β 

Es Campur Medan sendiri isinya lebih beragam, terdiri dari kacang merah, kolang-kaling, cincau, agar-agar, cendol, tape plus rasa gula merah dan santan, rasanya mirip sekali dengan es dawet. Sedangkan Es Campur Kombinasi spesial merupakan es dengan isi paling komplet, yaitu kelengkeng, semangka, melon, jelly, biji selasih, peach dan anggur kalengan serta beraneka macam agar-agar berbentuk menarik seperti bulat, hati dan serut halus menambah menarik rupa es ini.

Ketika asyik menikmati es buah, tak lama seporsi soto udang menyusul tersaji di meja. Disajikan mengepul panas plus taburan emping dan bawang goreng diatasnya benar-benar sungguh menggoda. Tak sabar kami pun segera mencicipinya, kuah soto terasa hangat meluncur di tenggorokan. Semburat bumbu kari dan gurihnya udang langsung terasa mengena di lidah. Udang galah besar, disajikan lengkap bersama kulit dan kepalanya. Dibubuhi sambal yang disajikan sebagai pelengkapnya membuat rasanya makin klop, dalam sekejap soto udang pun tandas tak bersisa.

Rupanya saat saya menghabiskan soto udang, teman-teman yang lain telah memesan seporsi martabak India dan juga popiah Medan. Wah, banyaknya penjual disini memang membuat lapar mata… apalagi harganya pun tak begitu mahal. Ya, ronde ketiga pun dimulai dengan menyerbu martabak India dan popiah yang masih fresh. Untuk martabak India seharga Rp 13.000,00 iniΒ  bentuknya memang tak biasa, karena tidak menggunakan kulit martabak. Jadi martabak tersaji seperti dadar telur dengan isi kentang, bawang bombay, dan daun bawang cincang. Nyaris mirip omelet Spanyol dengan bumbu kari yang lamat-lamat.Β  Tak lupa dilengkapi dengan cabe rawit dan bawang merah. Rasanya sangat gurih apalagi saat dimakan dengan acar bawang merah yangs egar renyah.

Terpesona oleh martabak India, membuat saya hampir tidak kebagian popiah. Untunglah masih ada sepotong popiah yang bisa diselamatkan sebelum ludes diserbu. Popiah ini begitu gendut hmm.. tak heran jadi rebutan, karena isinya beragam ada irisanΒ  bengkoang, suwiran ayam, irisan wortel, telor hingga kepiting yang menambah rasa lezat. Semuanya ditaruh di atas selembar kulit lumpia, diberi sepotong daun selada dan olesan saus cabai yang merah menyala lalu dibungkus rapi. Dicocol dengan kuahnya yang terasa asam manis dengan semburat bawang putih, membuat saya tak dapat berhenti mengunyahnya. Nyamm…nyamm uenak!

Rasanya tak rugi jauh-jauh kami bertandang kesini, karena hampir semua makanan disini dapat membuat lidah bergoyang. Untuk es buah sendiri harganya berkisar dari Rp 8.000,00 hingga Rp 16.000,00. Seporsi soto udang Rp 17.000,00 dan popiah dihargai Rp 6.000,00 per buah. Nah, tak mahal bukan? Hmm... berhubung belum semua makanan dicicipi, lain kali rasanya kami harus mampir lagi ke sini!
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads