Warung Kopi Asiang : Nikmatnya Racikan Kopi 'Naked Barista' yang Legendaris

Odilia Winneke Setiawati - detikFood Jumat, 30 Agu 2019 11:30 WIB
Foto: detikfood Foto: detikfood
Pontianak - Kopi dan barista di warung ini jadi ikon kuliner Pontianak. Jangan tinggalkan kota katulistiwa ini sebelum menghirup harum semerbak kopi di warung ini.

Warung kopi yang berada di Jl. Merapi, Pontianak ini tak sulit dicari. Dari ujung jalan sudah terlihat kerumunan sepeda motor yang diparkir berjajar. Diselingi deretan mobil di sekitar warung kopi. Mulai buka pukul 5 pagi dan makin ramai dan padat saat matahari meninggi.

Area untuk menikmati kopi ada dua lantai di tambah area depan yang sedikit menjorok ke luar. Semuanya penuh sesak dengan orang yang ingin mengawali hari dengan secangkir kopi. Sementara di depan ada area menyeduh kopi yang tak henti mengepulkan aroma semerbak kopi.

Warung Kopi Asiang : Nikmatnya Racikan Kopi 'Naked Barista' yang LegendarisFoto: detikfood


Berada di lokasi pukul 7 pagi kamipun harus sabar mengantre. Pesanan kopi bisa disampaikan langsung pada pelayan. Atau langsung pada kerabat Asiang yang bertugas di depan.

Daya pikat warung kopi ini ada pada sang barista, yang tak lain adalah Asiang sendiri. Pria berusia 63 tahun ini bertubuh kekar, bertelanjang dada sehingga dua buah tatoo di lengan kanannya terlihat jelas.

Jauh dari bayangan seorang barista keren bercelemek rapi yang rajin menebar senyum. Asiang nyaris tak banyak bicara. Tangan kiri dan kanannya sibuk mengangkat jug kopi tinggii bercorong runcing. Sementara cangkir-cangkir keramik berjajar di depannya mengantre untuk diisi.

Warung Kopi Asiang dijuluki warung kopi 'telanjang'. Padahal alasan Asiang hanya karena kegerahan saat berdiri di depan ketel dan panci berisi air mendidih, ia lebih suka bertelanjang dada. Ia berdiri meracik kopi nyaris nonstop dari jam 05.00 hingga jam 11.00. Warung kopi Asiang sudah ada sejak 1958 dan Asiang melanjutkan usaha orangtuanya.

Warung Kopi Asiang : Nikmatnya Racikan Kopi 'Naked Barista' yang LegendarisAsiang, barista bertelanjang dada tak henti meracik kopi pesanan pelanggan. Foto: detikfood


Cara meracik kopi dilakukan dengan tangan dan 'feeling'. Asiang mengambil kopi bubuk dengan sendok besar, sekitar 5 sendok penuh dituang ke dalam jug tinggi. Kemudian dituang air mendidih dari wadah di dekatnya yang selalu dipanaskan.

Lalu kopi dituang ke jug lain dengan gerakan dari atas atau 'ditarik'. Ia mengulanginya hingga dua kali. Setiap kali ia mengambil air panas dari wadah ia selalu menambahkan air dalam jumlah sama. Inilah caranya menjaga suhu air penyeduh kopi.

Proses 'menarik' kopi membuat udara masuk dan menciptakan buih-buih kopi yang membuat kopi semerbak harum. Untuk kopi susu, ia menuangkan 2 sdm susu kental manis kemudian dituangi air kopi mendidih.

Sejak puluhan tahun warung kopi ini memakai cangkir keramik bergambar oranamen hijau. Cangkir khas kopitiam ini banyak ditemui di kedai kopi tua di kawasan Asia. Untuk menyajikan mereka langsung menaruh sendok bebek ke dalam cangkir.

Di depan tempat meracik kopi tersedia wadah-wadah berderet berisi aneka kue-kue. Pastel, bakpau, bika, bongko, kue mangkok, roti manis dan jika suka bisa pesan roti bakar isi selai srikaya atau cokelat.Tinggal pilih yang disuka, rata-rata harganya Rp 3.000.



Warung Kopi Asiang : Nikmatnya Racikan Kopi 'Naked Barista' yang LegendarisFoto: detikfood


Secangkir kopi susu (Rp 7.000) dan kopi hitam (Rp. 6.000) kami pilih buat mengawali pagi di sini. Aroma wangi kopi Robusta asal Kalimantan racikan Asiang tercium wangi semetbak saat diaduk dengan sendok bebek. Kopi susunya tak beda jauh dari kopi racikan kopitiam lainnya. Kopi dark roast dengan paduan susu kental manis. Jejak pahit makin terasa kuat pada kopi hitamnya.

Kalau ingin sarapan kenyang selain aneka kue dan jajanan bisa memesan sate kuah dan gado-gado yang ada di samping kedai kopi ini. Kedua gerobak ini baru buka sekitar jam 8.00 pagi. Bisa dipesan dan dimakan di kedai Asiang sambil menghirup kopi hangat.

Warung Kopi Asiang : Nikmatnya Racikan Kopi 'Naked Barista' yang LegendarisFoto: detikfood


Gado-gado Merapi merupakan gado-gado siram. Sayurannya terdiri dari jantung pisang, pakis, daun bayam, kacang panjang, tauge yang ditambah irisan tahu goreng, mentimun, kentang dan daun selada. Uniknya gado-gado diberi bihun dan disiram saus kacang yang melimpah. Dilengkapi emping dan bawang merah goreng,

Gado-gado ini (Rp. 20.000) dikenal dengan nama pecal atau salade seperti ditulis pada gerobak. Selain semua sayuran ditata rapi dan bersih juga direbus dengan tepat sehingga rasanya renyah dengan warna hijau cantik. Ketika mencicipi saus kacangnya terasa ada memaran kacang yang masih agak kasar. Renyah dengan rasa gurih, manis yang seimbang. Sedikit terasa ada renyah ebi dan bawang goreng yang bikin gado-gado ini juara enaknya.

Warung Kopi Asiang : Nikmatnya Racikan Kopi 'Naked Barista' yang LegendarisFoto: detikfood


Tak kalah menarik dengan sate kuah. Sate ayam dipanggang langsung saat dipesan. Sambil dipanggang, beberapa kali dicelupkan dalam bumbu kacang hingga meresap ke dalam daging ayam. Karenanya saat digigit terasa renyah gurih tanpa dicelup bumbunya sudah enak.

Potongan lontong yang lembut dan sate berlumuran bumbu ini paling pas dinikmati selagi hangat. Porsi 6 tusuk sate dan lontong cukup buat pengisi perut di pagi hari. Kalau mau lebih enak, kucuri air jeruk lemon kecil agar rasa gurih pedasnya lebih segar.

Makin siang hampir seluruh meja dipenuhi pengunjung. Sebagian besar mereka adalah pelanggan dari kantor pemda dan bank serta perusahaan, sambil ngopi mereka berdiskusi dan rapat.

Kalau ingin menikmati sibuknya pagi hari di kota Pontianak bisa mampir ke warung kopi ini. Cukup merogoh kocek Rp 20.000 bisa ngopi dan ngemil jajanan yang mengenyangkan. Asiang tak berniat buka cabang di manapun. Dia yakin kopi enak harus diracik olehnya. Tetapi kalau ingin bawa pulang kopi bubuk 'Asiang blend' bisa membelinya di sini.

Warung Kopi Asiang
Jl. Merapi, Benua Melayu Darat
Kota Pontianak
Jam buka : 05.00 - 17.00



Simak Video "Resep Ayam Popcorn Sehat "
[Gambas:Video 20detik]
(odi/odi)