Sateku: Empuknya Sate Domba Hotplate yang Hangat hingga Gigitan Terakhir

Lusiana Mustinda - detikFood Rabu, 29 Jun 2016 16:41 WIB
Foto: detikFood Foto: detikFood
Jakarta - Hujan-hujan enaknya berbuka puasa dengan sate domba yang empuk. Tongseng yang berempah juga enak dinikmati hangat.

Sate dan tongseng khas Jawa Tengah memang selalu sukses puaskan selera. Karenanya kami mencari sate dan tongseng yang enak. Menyusuri daerah Melawai, akhirnya kami menemukan rumah makan yang terkenal dengan satenya.

Sateku, rumah makan ini bersebelahan dengan rumah makan Ayam Goreng 'Berkah' Rachmat yang juga populer. Datang di malam hari, tempat ini masih penuh dikunjung para penggemar sate.

Baru berada di depan rumah makannya, sudah tercium aroma wangi sate. Maklum saja, di bagian depan rumah makan ini dijadikan tempat membakar dan meracik sate. Ruang santapnya diisi jejeran kursi berpelitur cokelat. Ada bagian non AC dan bagian dalam dilengkapi dengan AC.

Berbeda dengan rumah makan sate pada umumnya, Sateku punya andalan sate daging domba dan ayam. Selain itu, ada juga menu lainnya yang tak kalah menggoda seperti Nasi Goreng Domba, Tongseng Domba, Sop Buntut Goreng hingga aneka Nasi Bakar dengan isian tongkol.

Karena domba jadi andalan, tentu kami tidak melewatkan Sate Domba Celup Lemak (Rp 61.000), Tongseng Domba (Rp 43.000) dan Sate Ayam (Rp 38.000).

Sembilan tusuk sate domba dalam hotplate panas mendarat di atas meja. Kepulan aroma gurih dan manis kecap menggelitik hidung. Tak ada bau tajam lemak domba. Apalagi tiap tusuk sate berisi 3 potong daging dan 1 iris lemak.

Karena menggunakan potongan lemak, terlihat sedikit cairan lemak yang meleleh di dasar hotplate. Potongan dagingnya agak tebal tetapi saat dikunyah terasa empuk dan gurih.

Sate domba disajikan dengan sambal pelengkap. Dalam piring plastik kecil berisi ulekan kasar cabai rawit, irisan tomat dan bawang merah serta jeruk limau. Jangan lupa campur dengan kecap manis dan aduk rata.

Bumbu ini rasanya pedas manis. Cocok dicocol dengan potongan daging dengan lemak yang lembut. Gurih, pedas dan manis memenuhi mulut. Karena disajikan di atas hotplate sampai gigitan terakhir sate tetap hangat.

Tongseng Domba disajikan dalam piring besar cekung, panas mengepul. Wah, aroma bumbu gule yang wangi dan gurih santannya langsung terendus. Sedap!

Kuahnya kuning kecokelatan dengan jejak-jejak minyak yang terapung tipis di atasnya. Isiannya komplet. Ada potongan daging domba, kol dan juga tomat hijau.

Menyeruput kuah hangat bersantan agak encer, terasa perpaduan bumbu gule yang gurih hangat. Ada juga rasa manis yang berasal dari kecap dan santan. Tak ada rasa pedas pada sajian tongseng ini.

Potongan dagingnya meskipun cukup besar tetapi empuk. Daging domba dan kuah yang gurih berempah makin mantap dipadu dengan nasi hangat.

Sate ayam juga disajikan di atas hotplate yang mengeluarkan suara mendesis dengan sedikit asap. Terlihat minyak dari lemak menetes keluar dan mengeluarkan aroma bakaran yang gurih ringan.

Satu porsi sate ayam berisi sembilan tusuk dengan potongan ayam cukup besar. Dagingnya empuk dan makin enak dicocol dengan bumbu kacang yang diaduk dengan kecap dan air jeruk limau.

Sate ayam ini seluruhnya daging ayam tanpa selipan kulit ayam. Karenanya kami puas menikmati daging ayam yang gurih enak ini. Makin enak disantap dengan lontong berbungkus daun pisang.

Kalau berada di kawasan Jakarta Selatan dan ingin menghangatkan diri dengan sajian yang berempah mantap, tempat ini patut disinggahi. Dijamin kenyang!

Restoran Dapur Mamih Sateku
Jl. Melawai XIII No.1
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Telp: (021) 29126556 / (021) 29126580 (lus/odi)