Berburu Sarapan Enak Nasi Tim Ayam Kampung

Berburu Sarapan Enak Nasi Tim Ayam Kampung

Devita Sari - detikFood
Rabu, 11 Apr 2012 15:36 WIB
Foto: dev/detikFood
Jakarta - Penjual nasi tim yang satu ini memang sudah tersohor. Nasi timnya dicetak dalam mangkok, disajikan mengepul panas plus topping cincangan ayam kampung asli. Gurih alami dagingnya makin menari-nari di lidah saat disiram kuah kaldu bening yang hangat.

Pasar ternyata bukan sekedar tempat untuk berbelanja kebutuhan sehari-hari. Contohnya saja Pasar Muara Karang yang ada di kawasan Jakarta Utara. Sejak pukul 7 pagi pasar ini sudah tampak 'hidup' karena para pedagang sudah mulai menjajakan barang dagangannya. Ada yang menjual ikan, sayuran, baju, dan bahkan gorengan serta kue-kue pasar.

Suasana khas pasar pun makin terasa saat memasuki area bagian dalam pasar. Meski tergolong pasar becek namun bagi saya pasar ini cukup rapi dan teratur. Beberapa penjual DVD bajakan film-film Cina dan gelang giok di sela-sela penjual kue mengingatkan saya akan suasana pecinan di kawasan Glodok. Setelah puas berbelanja saatnya yang dinanti-nanti adalah mengisi perut dengan surga makanan yang ada di area pasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu yang selalu ramai adalah Nasi Tim Pasar Pagi yang tepat bersebelahan dengan toko kelontong. Dua buah dandang besar yang ada di depan rumah makan memang jadi ciri khas penjual nasi tim ini. Dandang tersebut tempat menaruh nasi tim dalam mangkok-mangkok stainless. Di sisi kanannya ada meja yang berisi aneka kue-kue pasar dan juga susu kacang.

Bagian dalam rumah makan memakai pending sehingga udara terasa sejuk, mengusir sengatan matahari di luar sana yang melekat di tubuh. Karena dari awal memang mengincar si nasi tim, maka saya pun langsung memesan nasi tim dan segelas es kacang kedelai. Meskipun andalannya berupa nasi tim, tetapi ada juga makanan lainnya seperti mi ayam, bakso, siomay, dll.

Begitu nasi tim di pesan, sang pelayan langsuneg mengeluarkan semangkok nasi tim dari dandang yang mengepul. Sebagai pendamping si nasi tim semangkok kuah kaldu juga disajikan dalam mangkok terpisah. Begitu pula dengan semangkok kecil daun ketumbar. Sedangkan aneka sambal, kecap asin, dll sudah teredia di atas meja. Nasi tim ini juga bisa ditambahkan dengan telor mentah diatasnya, tetapi saya lebih suka memakannya tanpa telur.

Nasi tim dihidangkan mengepul panas wuih... tampilannya begitu menggoda dengan sensasi wangi harum. Seporsi nasi tim disajikan dalam piring sederhana tetapi porsinya cukup besar. Topping-nya berupa cincangan daging ayam yang kecil-kecil, namun tanpa lemak sehingga lebih sehat karena memakai ayam kampung asli. Saat disuapkan ke mulut hmm... nasi yang berpadu cincangan ayam serasa menari-nari di lidah. Mak nyuss!

Meski tanpa telur rasa nasi tim ini sudah gurih alami. Kaldu dari daging ayam yang merembes hingga ke bawah nasi membuatnya terasa enak hingga suapan terakhir. Kuah kaldu yang bening tanpa genangan minyak juga patut diacungi jempol. Hmm... siraman kuahnya membuat nasi tim ini lebih yummy! Tak salah memang kalau memilih nasi tim ini sebagai penambah semangat di pagi hari.

Selain para pengunjung pasar, ternyata rumah makan ini banyak disinggahi anak-anak dan orang tua mereka sebelum pergi ke sekolah. Begitu juga dengan para orang kantoran yang sekaligus berangkat menuju kantor. Wah, praktis juga!

Seporsi nasi tim dihargai Rp 22.000,00 dan Rp 5000,00 untuk segelas es kacang kedelai. Buat saya harga yang sungguh pantas untuk menebus kelezatan rasa nasi tim yang tiada duanya ini.

Nasi Tim Pasar Pagi
Pasar Muara Karang
Jakarta Utara

(dev/odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads