Slurpp... Gurih Hangat Soto Udang Pak Haji

Slurpp... Gurih Hangat Soto Udang Pak Haji

- detikFood
Senin, 11 Apr 2011 16:46 WIB
Jakarta - Tidak seperti soto lainnya yang memakai isi berupa suwiran ayam atau irisan daging. Soto asal Medan ini memakai udang sebagai isinya. Kuahnya kuning kecoklatan dan gurih dengan semburat bumbu kari. Segelas kopi susu harum menambah sempurna sarapan pagi kali ini!

Di kota Medan konon ada sejumlah penjual soto Medan legendaris dan selalu ramai disinggahi pembeli. Salah satunya adalah Soto Udang Kesawan yang ada di jalan Kesawan (Ahmad Yani). Namun sayang saat hari Minggu penjual soto ini tutup, sehingga saya akhirnya mampir ke Soto Udang Pak Haji yang berlokasi di deretan toko-toko tua di Jl. Yose Rizal.

Awalnya saya agak sangsi saat diajak seorang teman untuk singgah ke rumah makan ini. Maklum untuk mencapainya kami harus melewati deretan toko-toko tua yang agak sepi hingga akhirnya sampai ke tujuan. Meskipun baru menunjukkan pukul 8 tetapi warung sudah ramai oleh para pengunjung yang sedang asyik sarapan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak ada embel-embel nama rumah makan di bagian depan toko bercat pudar ini. Saat masuk yang tampak hanyalah deretan kursi-kursi dan meja-meja yang sangat sederhana yang menembus hingga ke area luar. Sebuah etalase kaca yang ada di bagian depan tampaknya menjadi pusat kesibukan. Dibaliknya ada mangkok-mangkok besar yang berisi udang beserta kepala dengan kulit yang sudah dikupas, ayam, kikil, dan perkedel. Sang pelayan dengan cekatan sibuk meracik pesanan.

Soto ini bisa dipesan dengan isian udang saja atau campur dan dengan kuah atau tanpa kuah. Untuk soto udang campur, selain udang ditambahkan pula suwiran ayam dan irisan kikil. Agar tidak penasaran saya pun memesan soto udang kuah dan soto udang tanpa kuah. Minuman pendampingnya soto ini sederhana saja ada teh hangat, kopi, dan kopi susu. Karena rata-rata pengunjung banyak yang menghirup segelas kopi susu, saya pun jadi ikut-ikutan ingin menghirup kopi susu panas.

Tak lama segelas kopi susu mengepul panas telah dihidangkan dalam gelas pendek kaca, lengkap dengan tatakan gelas dari piring kecil. Sebuah sendok besi - untuk mengaduk susu kental yang mengendap didasar gelas - ikut melengkapi kopi susu saya. Saat diaduk hmm... harum kopi khas Sidikalang ini menusuk-nusuk hidung. Kopi ini baunya memang tidak terlalu tajam begitu pula rasanya, apalagi setelah diaduk bersama susu. Slurpp... sueger enak! Pas dengan cuaca yang pagi itu sedikit mendung.

Tak lama soto udang kuah saya disajikan dengan sepiring nasi putih dan sepiring perkedel. Dari mangkok tampak mengepul kepulan kuah soto yang panas hmm... harum mengundang selera. Kuahnya kuning kecoklatan bertabur daun seledri dan daun bawang. Saat diaduk si udang yang dipotong-potong menyembul ke permukaan, jika kurang bisa menambahkan perkedel kentang. Meskipun tak begitu besar udangnya terasa kenyal segar dan manis, serasi dengan kuah soto yang gurih dengan sensasi kari.

Sedangkan soto tanpa kuah, bedanya si udang dipotong-potong disajikan dengan kecap asin yang sudah dicampur dengan gerusan cabai hijau dan daun seledri dan irisan jeruk nipis. Rasanya juga enak dan pedas dengan sensasi asin gurih. Tapi saya lebih memilih soto udang kuah sebagai favorit.

Seporsi soto udang kuah ini dihargai Rp 30.000,00 dan Rp 20.000,00 untuk soto udang tanpa kuah. Sedangkan untuk kopi susu yang sedap tersebut saya tebus hanya seharga Rp 5000,00. Apalagi saat cuaca mendung di luar seperti ini, saya jadi terkenang kembali akan hangat lezatnya soto udang Pak Haji.

Soto Udang Pak Haji
Deretan toko Jl. Yose Rizal
(Dekat perempatan Sun Yat Sen)
Medan
(gst/gst)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads