Digoyang Kelezatan Mangkok Terakhir si Bihun Bebek

- detikFood Selasa, 29 Mar 2011 13:24 WIB
Jakarta - Bihun bebek yang satu ini terkenal sebagai bihun bebek termahal di kota Medan. Seporsi bihun bebek berukuran besar dengan bihun yang lembut lentur dan topping daging bebek yang sangat generous. Disiram kuah kaldu bebek yang hangat gurih... slurpp membuatnya mantap lezat. Pantas saja mangkok terakhir pun jadi rebutan!

Jalan-jalan ke kota Medan tak lengkap rasanya jika belum mencicipi bihun bebek yang satu ini. Bihun Bebek Asie namanya, letaknya berada di Jl. Kumango. Tak berapa jauh dari sana ada pula Bakmi Hock Seng yang juga terkenal, sayang sekali bakmi tersebut tidak halal sehingga saya tak bisa mencicipinya.

Bihun Bebek Asie terletak di deretan ruko-ruko tua dengan jendela-jendela lebar di bagian depannya. Tempatnya cukup mencolok karena paling ramai dengan deretan mobil-mobil di depannya. Saat tiba ternyata resto ini sudah mau tutup padahal jam baru menunjukkan pukul 11 kurang seperempat. Oalaaa... ternyata menurut si mbak pelayan resto ini beroperasi mulai pukul 06.00 hingga pukul 11 saja.

Tapi untunglah saya masih didampingi dewa keberuntungan, karena menurut si oom penjualnya masih ada tersisa semangkok bihun bebek. Wah, saya pun langsung bergegas mengambil tempat di salah satu meja bundar sederhana yang ada di bagian dalam. Rupanya di sana masih ada beberapa pengunjung yang asyik bersantap.

Bihun bebek saya diracik di dapur yang ada di bagian depan - tak ada sekat pemisah - sehingga saya bisa melihat mangkok terakhir bihun bebek saya diracik. Open kitchen ini pula yang membuat aroma wangi bawang putih dan kaldu mendidih terus menguar dan menggelitik hidung. Sang pelayan pun dengan sigap menaruh sumpit, sendok, dan semangkok kecil sambal encer berwarna kecoklatan.

Akhirnya bihun bebek pesanan saya tersaji juga dihadapan dengan topping sawi, irisan daun bawang, dan taburan bawang putih cincang goreng yang royal. Disela-selanya mengintip suiran daging bebek yang dicampur dengan daging ayam (maklum karena bebeknya tinggal sedikit). Sedangkan kuah kaldunya ditaruh dalam mangkuk terpisah plus sebotol acar cabe rawit. Woww... sedap menggoda!

Yang istimewa pada hidangan ini adalah bihunnya yang lentur karena memakai campuran tepung beras dan kanji. Jadi saat digigit agak kenyal-kenyal gurih. Tak seperti bihun beras yang mudah putus. Saya menduga bihun ini merupakan bihun impor. Ditaruh dalam porsi yang lumayan banyak.

Kuah kaldunya tampak keruh dengan taburan kucai tanpa aroma anyir. Kaldunya benar-benar pekat lekat rasa bebeknya. Sungguh gurih lezat menggoyang lidah. Setelah disiram kuah kaldu yang panas... slurpp rasa kaldu si bebek cukup kuat terasa di lidah. Suwiran daging bebek yang empuk dan tambahan sambal makin bikin bihun bebek ini mantap rasanya.

Sedikit cocolan sambal rawit merah kecokelatan yang diracik khusus memberi aksen menggigit di sela-sela rasa gurih yang kuat. Yang istimewa memang aroma dan rasa daging bebeknya empuk dan tidak anyir. Slruup... kuah yang gurih pedaspun mengiringi suapan bihun dan daging bebek membuat brunch kali ini benar-benar memuaskan! Saya benar-benar merasa beruntung dengan mangkok terkahir ini karena setelah saya duduk 2-3 mobil penuh penumpang sukses ditolak karena resto sudah tutup!

Seporsi bihun bebek Asie porsi kecil dihargai Rp 38.000,00 dan Rp 45.000,00 untuk porsi besar membuatnya dikenal sebagai bihun bebek termahal di Medan untuk resto sekelasnya. Tetapi meskipun dibilang porsi kecil, buat saya seporsi bihun bebek tersebut bisa dinikmati untuk 2 orang. Saat kembali ke Jakarta lidah saya pun masih merindukan kelezatan si bihun bebek. Kapan ya balik lagi ke Medan?

Bihun Bebek Asie
Jl. Kumango
Medan
Jam Buka: 06.00-11.00


(dev/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com