Banner merah besar bertuliskan 'Bubur Mangga Besar I' ini pastilah tak bakal terlewat jika Anda melintas di Jl. Mangga Besar I. Belasan mobil yang diparkir di depannya silih berganti memadati jalan yang tak begitu besar ini. Keramaian tersebut ditambah oleh penjual buah yang mangkal persis di depan rumah makan.
Di kawasan MaBes nama Bubur Mangga Besar I memang sudah sangat terkenal sejak belasan tahun lalu. Tak heran meski letaknya agak terpisah dari keramaian Mangga Besar Raya, tidak membuat rumah makan ini sepi pembeli. Bahkan makin larut kursi-kursi makin penuh dipadati pengunjung termasuk para pelanggan setianya.
Jangan heran kalau pengunjung harus rela mengantri demi bisa menikmati semangkok bubur. Sebab itulah yang saya alami saat mengunjungi salah satu bubur legendaris Jakarta ini. Khas restoran Cina meja-meja bundar ditempatkan berderet disisi kiri dan kanan dinding dengan 4 hingga 5 kursi mengelilinginya. Malam itu saya cukup beruntung karena langsung berhasil memperoleh meja yang baru saja ditinggalkan pengunjung lainnya.
Tidak seperti di rumah makan lainnya dimana sang pelayan datang dan menawarkan menu. Nah, disini sang pelayan hanya mencatat pesanan minuman saja, sedangkan pesanan bubur dilakukan dilakukan di area depan yang sekaligus tempat meracik bubur. Di area depan ini pula tampak ayam panggang digantung berderet-deret dalam etalase kaca khas resto Cina.
Untuk semangkok bubur hanya disajikan bersama cakwe. Namun jika mau ada tambahan condiment lainnya yang bisa dipilih sendiri seperti telur pitan, ayam panggang, ayam rebus, tahu, telur, ikan, cakwe, ati ampela, sayur asin, dll. Untuk condiment ini bisa dipesan dalam piring terpisah atau langsung diberikan sebagai topping bubur. Untuk teman si bubur saya memesan segelas es liang teh Medan yang segar.
Ramainya pengunjung membuat saya harus sedikit bersabar sebelum pesanan datang. Waktu tersebut saya isi dengan melihat-lihat majalah yang dijajakan penjual dari meja ke meja. Hingga akhirnya datanglah semangkok bubur yang mengepul panas beserta condiment dalam wadah terpisah.
Condiment yang saya pesan memang cukup banyak ada cakwe, sayur asin, ayam panggang, telur, dan tahu hmm... sungguh menggugah selera. Buburnya sendiri disajikan polos dalam mangkok putih dengan taburan daun bawang, ketumbar, serta sedikit percikan kecap asin.
Bubur yang satu ini teksturnya tidak terlalu kental dan juga tidak terlalu encer yang langsung menghangatkan tubuh pada suapan pertama. Dimasak dengan kaldu ayam sehingga rasanya lebih gurih dan enak. Condiment yang tak kalah istimewa adalah ayam panggang dengan kulit yang kering crispy dan daging ayam yang empuk namun tidak terlalu kering. Balutan saus kecoklatan seperti saus hoisin namun dengan tekstur yang lebih encer menambah kelezatan rasanya!
Sayur asinnya berbeda dengan sayur asin yang pernah saya nikmati karena sawinya tidak asin dan asam lebih dominan rasa manisnya. Telurnya juga unik karena bukan kuning terang melainkan berwarna oranye, saya menduga si penjual menggunakan telur kampung. Sedangkan tahunya juga lembut dengan sedikit semburat rasa manis dengan wangi aroma bumbu ngo hiang. Kesemuanya makin istimewa saat dipadukan dengan si bubur hmm... yummy!
Sebagai ending segelas es liang teh Medan pun segera meluncur membilas tenggorokan. Tidak berbeda dengan bubur lainnya untuk semangkok bubur polos dan cakwe saya cukup membayar Rp 12.000,00. Sedangkan condiment lain berkisar dari harga Rp 4.500,00 - Rp 7.000,00, kecuali ayam panggang yang dihargai Rp 28.000,00 untuk 1/4 ekor. Nah, jadi jika malam-malam lapar Bubur MaBes ini bisa jadi salah satu pilihan apalagi jam bukanya hingga larut malam.
Bubur Mangga Besar I
Jl. Mangga Besar I
Jakarta Barat
Telp: 021-6280474
Jam Buka: 10.30 - 14.30 dan 17.00 - 00.30
(dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN