Hari terakhir di kota pelajar Jogja ini saya puaskan untuk berkeliling di dalam kota saja. Mulai dari muter-muter Malioboro dan asyik berwisata di kraton Jogja. Hari mulai gelap tak heran jika perut ini mulai merasakan lapar, waktunya makan malam nih! Hmm.. bingung memilih tempat makan, karena hampir semuanya sudah pernah saya singgahi. Sampai akhirnya saya melihat papan nama bertuliskan 'Pondok Cabe' di kawasan Gejayan.
Tak ada salahnya untuk mencoba nih! Pelataran parkir sudah penuh dengan kendaraan para pengunjung. Jadilah saya harus sedikit menjauh dari rumah makan untuk mendapat tempat parkir. Menurut salah satu teman saya yang asli Jogja, tempat ini menjadi salah satu tempat favorit anak muda di Jogja untuk menghabiskan akhir pekan mereka. Tapi tak sedikit pula rombongan keluarga yang datang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kalau dilihat sepintas, konsep rumah makan ini mirip dengan rumah makan Sunda yang banyak bertebaran di Bandung. Lauk pauk dipilih kemudian di siapkan oleh pelayan. Tapi di sini juga ada buku menu yang menyajikan beberapa jenis masakan yang tidak di tampilkan di meja panjang bersama menu lainnya.
Setelah melihat buku menu, saya akhirnya memilih ayam pakar bakar plus nasi bakarnya. Sedangkan teman saya memilih bawal bakar dengan empal ekstra pedas.Empal ekstra pedas ini konon jadi favorit pengunjung. Seporsi tempe mendoan favorit tak luput dari incaran. Sambil menunggu semua pesanan disajikan, saya mengambil sambal plus lalapan. Penasaran, beberapa jenis sambal saya ambil sekaligus. "Awas nanti kesetrum loh!" ujar teman saya mengingatkan.
Saat saya mencoba dua sambal, yang pertama sambal rawit jelantah dan juga sambal terasi yang saya adu dengan tempe mendoan rasanya saya seperti kesetrum! Rasa pedasnya langsung naik ke kepala! Huah..huah.. Tapi tak lantas membuat saya kapok, justru makin asyik menyantapnya.
Selagi asyik dengan tempe mendoan yang enak gurih dan tebal ini, pesanan kami pun datang satu persatu. Ayam bakarnya tidak terlalu besar, pakar alias paha dan cakar ini masih nempel satu sama lain. Aromanya harum sangit bumbu bakaran. Jejak gosong terlihat di beberapa tempat. Warnanya kecokelatan dengan rasa sedikit manis. Ini ayam bakar ala Jawa yang menggunakan kecap sehingga meninggalkan jejak manis pada daging ayamnya.
Bawal bakarnya tidak jauh berbeda dengan ayam bakar. Berukuran sedikit lebih besar dari telapak tangan saya. Dipadu dengan sambal kecap yang manis pedas rasanya jadi semakin mantap. Ikannya gurih empuk dengan bumbu yang cukup meresap hingga ke bagian dalamnya. Hanya saja bawal ini bukan bawal air laut yang bebas duri tetapi bawal air tawar yang durinya lumayan banyak meskipun dagingnya gurih juga.
Ayam bakar dan ikan bawal ini semakin enak saat disantap dengan nasi bakar yang harum gurih. Nasi putih yang diberi bumbu seperti cabai, bawang merah, tomat ini dimasak jadi satu dan diberi kemangi kemudian dibakar sehingga nasinya berbau harum enak! Daun pisang dan kemangi yang layu karena proses pematangan yang dibakar membuatnya jadi semakain sedap! Ditambah lagi dengan empal gepuk yang tipis empuk dengan rasa yang sedikit pedas menambah nikmat santap malam kami.
Tak terasa, sambal yang memang disediakan bebas untuk pengunjung ini membuat saya ketagihan. Bolak balik saya isi kedalam wadah kecil dari kayu yang disediakan. Peluh pun bercucuran, lidah saya kebas karena pedas. Segelas teh poci hangat melengkapinya. Enak dan hangat membasuh tenggorokan.
Untuk bersantap di Pondok Cabe ini tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Seporsi bawal bakar dihargai Rp 6.000,00, ayam pakar Rp 4.500,00 empal gepuk Rp 8.500, dan Rp 2.000,00 untuk nasi bakarnya. Wow..harga yang cukup murah sekali bukan? Pondok Cabe juga bisa dijadikan tempat untuk merayakan peryaan seperti ulang tahun loh! Kalau sedang berada di Jogjakarta, tak ada salahnya mampir ke rumah makan ini.
RM. Pondok Cabe
Jl. C. Simanjuntak 41B
Tel: 0813 92922121
Cabang: Jl. Affandi 26B, Gejayan
Jogjakarta
Telepon : (0274) 7001180
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN