Tiap kali pulang dari rumah kakak di Permata Hijau dan menuju kearah Slipi, di ujung sebelah kiri tak jauh dari lampu merah, selalu saja saya tergoda dengan kepulan wangi asap ikan bakar. Ada warung makan mungil, banner yang berupa neon box mungil bertulisan Kedai Ikan Bakar Pak Tarjo dengan gambar ikan nyaris pudar tertutup debu. Sore itu pun dengan menembus kemacetan dari arah Senayan, saya tiba-tiba ingin mampir ke warung ini.
Nama warung makan pak Tarjo sudah cukup kondang. Kalau siang hari selalu saya lihat mobil berderet dan warung penuh sesak. Sore itu saya beruntung bisa duduk santai di warung yang sangat sederhana. Di bagian luar terdapat cooler box berisi aneka jenis ikan segar yang sudah dibersihkan. Ada ikan baronang, kakap, kuwe, kerapu, bawal, cumi dan ikan ayam-ayam (pakol).
Di sisi kanan terdapat panggangan besar panjang berisi batok kelapa yang sudah dibuat bara api. Kepulan asap ikan yang wangi membuat saya ingin buru-buru masuk ke dalam. Ikan kerapu berukuran sedang menjadi pilihan saya ditambah tumis kangkung. Ikan yang sudah dibersihkan langsung dimasukkan ke dalam panci besar berisi bumbu tumis yang warnanya cokelat sedikit kemerahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak sampai seperempat jam ikan kerapu disajikan di piring oval. Nyaris tak terlihat benuk daging ikan karena sudah diselimuti bumbu yang royal dan serpihan bumbu yang mengering. Baunya menguap wangi semerbak! Pasangan ikan bakar ini sepiring lalapan yang berisi terung, labu siam muda, mentimun, kemangi, daun selada dan daun singkong rebus. Di ujungnya ditaruh jeruk limau, sambal dadak yang merah menyala dan sambal mangga yang sangat menggiurkan!
Sebelum air liur titik buru-buru saya suap satu sobekan daging ikan bakar. Hmm.. rasanya sangat gurih mlekoh. Lumuran bumbu halusnya memberi rasa pedas cabai, ada rasa bawang merah, bawang putih, ketumbar, jahe, kunyit, lengkuas dan merica. Bumbu giling yang komplet ini memberi rasa pedas gurih yang enak di lidah. Inilah bumbu giling andalan pak Tarjo yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur.
Setelah ikan dilumuri bumbu dibakar hingga setengah kering. Setelah itu diolesi bumbu lagi dan dibakar lagi. Olesan bumbunya begitu royal sehingga meresap ke dalam daging ikan. Ikan yang dibakar dengan batok kelapa memberi kerenyahan pada kulitnya sekaligus aroma harum. Inilah yang membedakan ikan bakar racikan Tarjo dengan yang lain!
Untuk meredam rasa pedas menggigit, sedikit kucuran kecap manis cap Korma memberi aksen manis yang pas. Sambal mangga dengan irisan bawang merah dan cabai rawit memberi rasa asam segar yang enak. Tumis kangkung yang disajikan juga renyah gurih dengan gaya tumisan memakai sedikit terasi dan cabai. Krenyes-krenyes kangkung menemani suapan-suapan hingga akhirnya daging ikan habis!
Rasa pedas gurih asam membuat butiran keringat mulai menetes. Apalagi di warung berkursi plastik ini tak ada kipas angin. Untung saja saya datang malam hari sehingga tak perlu sibuk mengusiri lalat. Rasa pedaspun saya redam dengan tahu Sumedang goreng dan otak-otak plus segelas air jeruk dingin.
Perut yang penuh dan rasa puas menyantap ikan bakar ini pun makin lengkap nikmati setelah saya ke meja kasir. Per porsi ikan bakar (tergantung jenis dan beratnya) saya membayar Rp 35.000,00 saja. Seporsi tumis kangkung Rp 5.000,00 dan segelas air jeruk Rp 4.000,00 Hmm... cukup murah bukan? Nah, kalau terhadang kemacetan di seputaran Senayan lebih nikmat mengisi perut dulu di warung pak Tarjo ini!
Kedai Ikan Bakar Pak Tarjo
Jl. Arteri Permata Hijau No. 22 Jakarta Selatan
Telp: 021-5332631
HP: 081310000766
(melayani delivery order) (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN