Duahsyatnya Ikan Goreng Plus Sambal Racikan Pak Kwik

Duahsyatnya Ikan Goreng Plus Sambal Racikan Pak Kwik

- detikFood
Kamis, 24 Jan 2008 10:38 WIB
Jakarta - Anda penggila seafood atau tidak doyan seafood sama sekali karena baunya yang anyir? Anda harus mampir ke resto ini! Seafoodnya hidup-hidup diolah dengan bumbu andalan. Rasanya tentu saja sangat dahsyat dan bebas aroma anyir. Ikan gorengnya krenyes-krenyes, dan udangnya gurih renyah ditambah lagi harganya sangat terjangkau!

Walaupun lokasinya agak terpencil di kawasan baru Kemayoran, resto 'Spring Hill Seafood' ini tak pernah sepi pengunjung. Belum jam 19.00 malam tetapi resto yang berkapasitas 100 orang ini hampir terisi penuh oleh penggila seafood.

Bentuk ruangan yang agak memanjang dan melengkung didominasi interior kayu dan meja-meja bertaplak merah menyala. Di sisi kiri kotak-kotak kaca berjajar berisi aneka ikan dan udang hidup. Yang membuat kami agak terkejut, tak tercium aroma anyir khas seafood sama sekali seperti lazimnya resto seadood. Juga tak ada coolbox berjajar tempat menaruh ikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keheranan kami terjawab setelah kami berbincang dengan pak Husni Wirajaya yang memiliki panggilan akrab 'pak Kwik'. Pak Kwik sang pemilik sekaligus pengelola resto seafood ini tak lain adalah seorang jawara seafood. Sudah lebih dari 40 tahun ia menggeluti hobi memancing. Tak heran jika namanya cukup disegani oleh kalangan pehobi memancing.

Hobi inilah yang membawanya berkenalan dengan mantan presiden Soeharto pada tahun 1980. 'Waktu saya minta 300 rumpon untuk pengganti terumbu karang di teluk Jakarta saya malah dapat kiriman 1000 rumpon dari pak Harto,' demikian kenangnya. Pertemanannya yang luas lewat hobi memancing itulah yang membuat pak Kwik dikenal banyak orang. Terbukti dengan jajaran frame di dinding yang berisi testemony sejumlah pejabat tinggi di tanah air saat resto ini dibuka pada tanggal 11 Maret 2007 lalu.

Uraian dan tips seputar seafood dan memancing langsung kami buktikan saat melihat daftar menu. Dalam daftar menu tertulis keterangan Live dan Frozen pada tiap jenis seafood. Inilah yang belum pernah kami temui di resto seafood lain. "Hanya seafood hidup dan frozen yang terjaga kesegarannya dan enak rasanya," demikian jelas pak Kwik saat kami tanya soal kedua istilah tersebut.

Menu juga dikategorikan berdasarkan teknik memasak; dibakar, ditumis, direbus, dikukus atau digoreng sehingga memudahkan memilih. Untuk yang tidak suka seafood juga tersedia olahan daging sapi, daging ayam, sayuran, mi dan aneka nasi. Setelah bolak-balik meneliti menu akhirnya kami memutuskan memilih ikan goreng, rajungan asap,udang goreng sereal, tumis genjer dan tahu cabe bawang.

Ikan jenaka hidup yang beberapa menit lalu kami lihat mondar-mandir di kotak kaca, sudah tergolek dengan posisi berdiri. Fillet sisi kiri dan kanan badannya melingkar, digoreng kering, plus sambal dabu-dabu lilang sebagai pelengkap. Disiram dabu-dabu lilang, dan dibiarkan sesaat maka sobekan daging ikan yang masih mengepulpun mendarat di lidah.

Hmm... kunyahan pertama langsung terasa kelembutan daging ikan, sangat halus tekstur dagingnya sementara bagian luarnya kering garing. Tak ada rasa garam berlebihan, gurih alami daging ikan. Teknik menggoreng yang sangat sempurna tanpa tambahan bumbu apapun. Nyatanya dalam hitungan menit, tulang-tulang plus kepala ikan habis kami 'gerogoti'. Yang membuat kami heran tak ada aroma anyir sama sekali tericium dari ikan maupun jari-jari kami. Inilah akibatnya kalau ikan hidup, tersegar yang digoreng!

Sepiring oval genjer dan tahu cabe bawang menjadi target kami berikutnya. Warna hijau segar batang dan kuncup genjer ternyata sangat renyah, krenyes-krenyes dengan serpihan biji kedelai dan aroma bawang putih yang harum. Sekali lagi kami kagum dengan teknik stir frying yang hebat dari sang koki sehingga tumisan yang sederhana inipun sangat hebat rasanya. Tak jauh beda dengan potongan tahu sutera yang digoreng kering. Disiram bumbu cabai merah dan bawang merah, mirip tahu gejrot. Tekstur lembut tahu buatan sendiri ini benar-benar membelai lidah, pas dengan saus cabai yang tak terlalu menyengat.

Saat akan mencicipi Udang Goreng Sereal, kami meminta sambal khusus andalan pak Kwik (kabar soal sambal yang dahsyat ini sudah kami dapatkan dari beberapa teman). Satu cobek mungil sambal, iris mangga muda plus jeruk limaupun tersaji. Pada cocolan pertama kamipun sudah terpikat, tak terlalu pedas menggigit, sedikit ada semburat manis tomat dan terlacak aroma gurih udang, tak ada aroma busuk terasi.

Dugaan kami juga tidak meleset, karena sambal uleg ini diracik dengan terasi rebon buatan sendiri (ssttt...konon pemakaian terasi rebon inipun atas saran pak Harto, karena itu dikenal dengan sebutan cap Enaaak). Udang pancet besar berbalut adonan tepung sudah menebarkan wangi sereal. Adonan tepungnya sangat gurih, kering dan renyah. Remahan sereal yang digoreng kering dengan irisan cabai dan daun kari menjadi paduan yang pas!

Bungkusan daun pisang berisi rajungan bertelurpun kami buka, uap wangi bumbupun langsung menusuk hidung. Ternyata saat kami gigit daging rajungan, rasanya kenyal gurih. Rajungan yang tak terlalu besar itupun berisi telur. Tak ada aroma anyir rajungan yang biasanya sangat kuat. Lumuran bumbu cabai plus merica hitam memberi efek pedas menggigit. Makin ke sela-sela cakangnya rasanya makin lekat dan lezat! Usai makan kamipun bingung, pertama semua licin tandas, dan yang kedua dari tangan dan mulut kami tidak tertinggal aroma anyir sama sekali.

Ternyata soal hargapun, resto yang tak pernah sepi ini juga berani diadu dengan resto lain. Harga ikan (jenaka, koci-koci, baronang, gurami) hanya Rp 15.000 per ons untuk yang hidup dan Rp 12.000 untuk yang frozen. Udang (gala, pancet.bago) antara Rp 16.000 - Rp 22.500 per ons. Untuk makan berdua tak lebih dari Rp 50.000,00 dan yang penting tak ada tambahan pajak. Belum lagi kami mendapat diskon 20%! Agar mendapatkan seafood hidup sesuai pilihan, ada baiknya telepon dulu sebelum datang.

Spring Hill Seafood
Club House Spring Hill Golf Residence
Jalan Benyamin Suep Blok D7
Kemayoran, Jakarta Pusat
Telpon : 021-658-66927
Harga seafood per ons: Rp. 15.000 (hidup) dan Rp. 16.500 (frorzen)
Jam buka : 11.00 - 21.00 WIB
(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads