Menyantap Steak Sehat Stonegrill

Menyantap Steak Sehat Stonegrill

- detikFood
Selasa, 12 Sep 2006 11:10 WIB
Jakarta - Mendengar nama beef steak terbayang potongan daging sapi dengan lapisan lemak di salah satu sisinya plus saus berlimpah. Tetapi di resto ini steak disajikan a la minute dengan kematangan sesuai selera, tanpa lemak, benar-benar panas dan fresh. Diangkat langsung dari batu vulkanik yang panas mengepul!Pertama melihat penampilan resto ini saya sudah penasaran. Letaknya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Tidak di sudut yang strategis tetapi di deretan perkantoran yang menghadap ke sisi belakang. Kedua, resto yang memakai simbol batu segi empat mengepul ini mempunyai belasan cabang di dunia. Hampir di tiap kota besar di dunia ada cabangnya. Pastilah ada yang menarik dari menu 'steak' yang ditawarkan.Rasa penasaran saya terjawab saat memasuki resto yang berkapasitas 40 tempat duduk ini. Konsep pengolahan dan penyajian steak di Stonegrill ini memakai batu, tak ubahnya gaya masak zaman Mesir Kuno dan Viking. Kalau di resto Jepang dipakai batu alam dengan bentuk natural maka di Stonegrill dipakai batu vulkanik dari Australia yang sudah teruji keamananan dan daya serap panasnya. Menu yang disodorkan tak beda jauh dengan steak house pada umumnya. Sebagai pembuka ada pilihan beragam Salad, Soup dan Starters & Entres. Karena ingin menjajal panasnya batu vulkanik maka saya memutuskan memilih sajian pembuka khas Stonegrill, Portobello Mushroom yang diberi komentar 'Experience its mouth watering natural flavour'. Jamur yang berpayung besar ini memang jadi favorit saya. Aroma 'tanah' yang kuat plus jus yang berlimpahnya sangat istimewa. Tak sampai 10 menit, 4 buah jamur portobello disajikan di atas batu vulkanik berwarna abu-abu berukuran 20x20 cm. Batu ini sudah dipanaskan dalam oven khusus hingga suhu 400 C selama 8 jam. Batu yang sudah panas bisa tahan menyimpan panas hingga 1 jam. Setelah dipotong-potong dan dibalik maka terlihat jus jamur keluar, mendesis dan melayukan seluruh bagian jamur. Saat menyentuh lidah barulah terlacak rasa alami jamur portobello, tanpa celupan saus kecuali percikan sedikit garam. Renyah dengan aroma benar-benar segar! Sayang merusak 'natural flavour'-nya saya menikmati jamur ini tanpa saus dan bumbu apapun. Sebagai sajian utama, saya memutuskan memilih Super Prime Australian Black Angus Tenderloin yang disebut sebagai menu andalan sekaligus 'The Best in Jakarta'. Potongan bagian has dari sapi Black Angus dengan kualitas super prime ditaruh dalam piring terpisah. Sementara batu panas yang dialasi lempengan besi ditaruh dalam piring keramik khusus dan di sisi kiri dan kanannya ditaruh coleslaw, kentang panggang plus sayuran. Nah, di sinilah saya belajar menikmati steak dengan cara Stonegrill. Dengan pisau tajam, daging sapi bisa dipotong dengan ukuran sesuai selera. Saat menyentuh batu yang bertaburan sedikit garam daging langsung mendesis, tiap potongan daging bisa dipanaskan hingga tingkat kematangan sesuai selera. Sepotong kecil daging yang matangnya 'medium' ternyata sangat empuk, jus dagingnya bahkan terasa sangat gurih. Padahal tanpa tambahan minyak olive atau minyak-minyak yang lain! Dengan cara ini rasanya menyantap steak bisa sangat santai. Sepotong demi sepotong daging bisa dimatangkan tanpa takut gosong apalagi menjadi dingin. Bahkan pada irisan terakhir daging masih mengepul dan hangat di mulut. Oh ya Anda tak perlu takut beraroma asap karena memanggang steak ini. Karena tak memakai tambahan lemak maka tak banyak asap mengepul dari batu vulkanik panasnya. Saya berani menyantap habis steak ini karena tak ada lelehan lemak atau tambahan minyak saat memasaknya. Bahkan kalau benar-benar takut lemak, di daftar menu tersedia Sirloin Black Angus yang fatless atau tanpa lemak!Marinated Mixed Grill yang terdiri dari prime beef, lamb chop dan ayam menjadi sasaran saya yang kedua. Saya ingin membandingkan daging yang tak diberi bumbu apapun dan yang sudah direndam bumbu. Potongan daging sapi, kambing dan ayam menurut sang chef Mastur Soewito direndam dengan balsamic vinegar, kecap Jepang dan red wine. Perendaman hanya sebentar, sesaat akan disajikan. Efek gurih kecap dan aroma red wine memang terlacak saat menggigit potongan daging panggang ini. Lamb chop nya tak meninggalkan aroma tajam daging kambing. Hanya saja saat mencicip daging ayam saya merasa perlu sedikit mencelupkan dalam saus. Empat jenis saus disajikan dalam mangkuk bening kecil; BBQ sauce, Three peppers Sauce, Black Peppers Sauce dan Mushroom Sauce. Yang menjadi favorit saya adalah saus jamur yang sangat pekat aroma jamurnya dengan rasa natural, manis dan gurihnya seimbang.Untuk membilas rasa gurih steak saya mulai tergoda dengan pilihan Stonegrill Dessert. Ada Strawberry dan Blueberry Cheesecake, Stonegrill Tiramisu dan beragam pilihan Ben & Jerry`s Ice Cream (Cheesecake, NY Super Fudge, Cherry Gracia, Brownies). Akhirnya satu skop Cherry Garcia menjadi penutup yang sempurna. Rasa cherry yang hebat legitnya inilah yang membuat Cherry Garcia selalu berada di urutan pertama yang paling disukai di dunia. Nyam...nyam!STONEGRILL IndonesiaKantor Taman E 3.3, Blok D-9Kawasan Mega KuninganJakarta SelatanTelpon: 021-579-02330Harga: mulai Rp. 15.000,00 - Rp. 168.000,00 ++ per porsiJam buka: 11.00 - 23.00 WIB (ely/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads