Resto ini jadi saksi sejarah Inggris. Politisi, pengacara hingga bintang film sering berkumpul di sini. Tentunya untuk menyantap hidangan unggas liar yang terkenal gurih lezat.
Selama dua abad gejolak ekonomi dan politik kerajaan Inggris terekam dalam restoran yang berlokasi di Covent Garden London ini. Para politisi, pengacara dan tokoh masyarakat menjadikan resto ini sebagai tempat berkumpul dan berkomunikasi. Konon banyak keputusan penting dibuat lewat jamuan makan di tempat ini.
Rules didirikan tahun 1798 atau 217 tahun lalu oleh Thomas Rules di kawasan elite Maiden Lane London. Dari luar bangunan berlantai 4 ini mudah dikenali. Di sisi atasnya terpasang bendera merah marun bertuliskan Rules. Demikian juga dengan kanopi di lantai bawah berwarna sama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Umumnya tamu yang datang sudah membuat reservasi. Harap maklum restoran ini hampir tak pernah sepi. Setiap reservasipun diberi batasan waktu 2 jam. Jadi tak bisa terlalu berlama-lama di tempat ini kecuali ‘private dining’.
Tata ruang bernuansa Victoria dengan dominasi warna merah marun. Nyaris semua sisi dinding dipenuhi dengan lukisan yang berumur seabad lebih. Juga gambar-gambar cat air aneka unggas yang dibingkai dan ditata berderet sebagai hiasan.
Sementara meja santapnya ditata mengelilingi dinding resto dengan bentuk cerukan. Rupanya setting tempat ini ditujukan untuk privasi. Agar pengunjung lebih nyaman. Meskipun kini terlihat lebih banyak meja ditambahkan di sela-selanya.
Malam itu nyaris semua meja di lantai bawah sudah direservasi. Taplak meja damask putih dan gelas-gelas wine ditata rapi di atas meja. Lengkap dengan cutlery perak. Berkesan anggun, elegan dan rapih.
Yang menarik dari daftar menunya adalah menu hewan buruan. Seperti grouse yang jadi andalan utama resto ini. Dari hasil buruan di England, Scotland dan Wales dan disajikan pada tanggal 12 Agustus sampai 10 Desember saja.
Sedangkan untuk menu beef atau daging sapi hanya dipakai daging sapi dari peternakan Inggris yang sudah dilayukan selama 28 hari. Sedangkan hidangan klasik Inggris seperti kidney pudding dan kidney pie juga tersedia.
Kami memang tertarik untuk mencicipi unggas buruan yang jadi favorit di sini. Inggris memang dikenal dengan hewan buruan kecil yaitu unggas dan hewan besar seperti kijang dan rusa. Kebiasaan berburu ini sudah ada sejak abad 13. Meskipun kini ada jenis hewan yang tak boleh diburu lagi.
Menu Wild Game menawarkan beragam unggas seperti phesant, hare, wild duck, patridge, rabbit, venison dan grouse. Karena porsinya cukup besar kami memutuskan untuk tidak memsan sajian pembuka. Bahkan Kate Middleton’s Royal 29, cocktail paling laris di sinipun kami lewatkan.
Braised pheasant (£ 22.95) disajikan dengan piring oval. Pheasant adalah burung berekor panjang seukuran bebek dengan bulu berbintik seperti ayam mutiara. Setengah ekor pheasant di pan-seared dan dipanggang hingga matang.
Rasa dagingnya sedikit liat, gurih, tak banyak lemak. Disajikan dengan rendaman saus Madeira, swiss chard, dan champignon. Aroma wangi madeira dan bawang meresap hingga ke dalam daging. Swiss chard yang diblansir dengan rasa sedikit pahit dan renyah terasa pas untuk mengiringi gurihnya daging pheasant.
Kalau terbiasa makan bebek goreng lokal atau bebek Peking tentu agak terkejut dengan tampilan Roast Crown of Wild Duck ( £ 28.95). Dua potong dada bebek liar terlihat kecokelatan mengkilap.
Saat diiris teksturnya sedikit keras. Ini karena bebeknya bukan bebek ternak, lebih banyak bergerak sehingga tekstur dagingnya terasa sedikit keras seratnya. Saus cokelat dari jus bebek yang gurih wangi menjadi cocolan yang pas.
Sementara kol merah dan labu panggang serta acar blackberry yang asam segar pantas menjadi penyegar. O, ya untuk pelengkap bisa memesan kentang, green salad atau sayuran panggang.
Rasa mirip daging paha ayam kampung memang terbukti pada sajian Braised Wild Rabbit in Cider (£23.95). Berwarna kecokelatan dengan aroma wangi daging ayam. Dilengkapi dengan mashed potatoes, apple dan prune panggang.
Mashed pototoesnya super lembut creamy. Sementara prune dan apel yang manis segar cocok berpadu dengan daging kelinci yang lembut gurih. Umumnya tekstur daging unggas buruan memang sedikit lebih liat karena tak banyak mengandung lemak. Ini karena hewan tersebut adalah hewan liar yang tidak diberi pakan tertentu.
Sedikit rongga di lambung sengaja kami sisihkan untuk mencicipi Sticky Toffee Pudding ( £7.95). Puding andalan ini tampil dalam potongan segi empat dengan lelehan toffee, taburan cincangan walnut dan fresh cream.
Toffee Pudding merupakan jenis puding hangat atau puding kukus khas Inggris. Toffee yang dibuat dari demerara sugar atau brown sugar dan mentega terasa kuat. Tekstur berpori puding berwarna cokelat kehitaman ini terasa ‘spongy’ tetapi lembap dengan tekstur renyah walnut.
Disuap dengan sedikit krim yang lembut, puding yang tak terlalu manis ini rasanya makin sempurna di mulut. Menjadi penutup santapan yang istimewa. Tak heran jika banyak orang ketagihan puding legendaris ini.
Kalau mampir ke London, jangan lupa singgah ke Rules. Bukan hanya hidangan legendaris Inggris yang akan memanjakan lidah tetapi juga pelayanan ramah khas Inggris. Karenanya resto ini bertahan hingga lebih dari 2 abad!
Rules
34-35 Maiden Ln, London WC2E 7LB
United Kingdom
Telpon: +44 20 78365314
Jam Buka : 12.00 - 24.00
(odi/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN