Tak jauh dari Ah Poong, ada sebuah bangunan yang memuat tiga restoran sekaligus. Selain Ikkudo Ichi yang menyajikan hidangan a la Jepang dan Carnivor yang menyediakan sajian Barat, ada Warung Tekko yang memanjakan lidah lokal.
Warung Tekko terkenal akan sajian iganya. Jika orang-orang biasanya memesan iga penyet, kali ini kami memesan iga bakar bumbu kacang (Rp 45.000). Iganya disajikan panas-panas di hotplate bersama potongan mentimun, kemangi, dan kol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rupanya saus kacang tersebut terbuat dari kombinasi kacang tanah dan kacang mete yang digiling halus sampai mirip selai kacang. Makanya, teksturnya mulus tanpa butiran kacang.
Balutan daging pada tulang iga sapinya sendiri terasa empuk. Namun saat dipadukan dengan sausnya, rasanya kurang cocok. Mungkin karena saus kacangnya agak terlalu manis dan terlalu halus.
Menurut kami, iga sapi justru lebih cocok dipadukan dengan saus madu, seperti pada konro bakar saus madu Angus (Rp 60.000). Kali ini, iga yang digunakan adalah bagian back ribs dari sapi Angus asal Amerika Serikat.
Iga bakar ini juga disajikan di hotplate. Saat sausnya dituang, hotplate-nya langsung mendesis dan sausnya meletup-letup seperti mendidih. Asap langsung membumbung, menyebarkan aroma bakaran yang membuat pelanggan-pelanggan di meja sekitar menengok penasaran.
Saus madu berwarna cokelat oranye tampak mengilat melumuri iga seberat 600 gram ini. Warna kehitaman bekas bakaran pada dagingnya memberikan tekstur renyah dan rasa sedikit smoky, sementara bagian dalamnya empuk dan mudah terlepas dari tulangnya. Siraman saus madu memberikan rasa manis sedikit asam seperti dicampur saus barbecue. Hmm...
Bosan dengan es teh manis dan ingin minuman menyegarkan yang bisa dikunyah? Kami merekomendasikan es cincau susu (Rp 17.000). Saat disajikan, tampak lapisan cincau hitam di atas dan susu putih di bawah. Black and white!
Setelah diaduk dan diseruput, terasa manis lembut susu yang sepertinya susu kental manis. Cincau hitam serutpun ikut tersedot, membuat mulut bergoyang melumat cincau yang kenyal. Ternyata di dalamnya juga ada potongan kelapa muda yang membuat minuman terasa makin menyegarkan.
Sebagai penutup, deretan Snowlicious (Rp 26.000) alias snow ice tampak menggoda. Dessert asal Taiwan ini disajikan dengan 10 pilihan rasa. Kami memilih Green Island, snow ice rasa teh hijau yang disajikan dengan ogura (kacang merah manis kalengan) dan siraman saus cokelat.
Karena snow ice-nya sangat dingin, saus cokelatpun langsung membeku setelah dituang di atasnya. Berbeda dengan es serut yang butiran esnya kristal bulat, keping-keping snow ice pipih.
Tekstur snow ice yang flaky renyah jadi meleleh di mulut, mengantarkan rasa matcha (teh hijau bubuk) yang agak pahit ke indra perasa. Ogura yang manis menjadi penyeimbangnya. Saus cokelat yang membekupun menambahkan tekstur renyah pada dessert.
Kalau Anda datang di malam hari, restoran ini terasa romantis disinari lampu-lampu cantik. Suasana siang hari juga tak kalah menarik. Anda bisa menikmati pemandangan taman sekitar dengan semilir angin karena restorannya semi terbuka. Silakan ajak keluarga atau teman-teman Anda, karena total kapasitas restoran ini mencapai 400 orang.
Warung Tekko
Eco Art Park Sentul City
Bogor
Telepon: 021-29620600
Jam buka: setiap hari, 11:00-23:00
(fit/odi)