Aburi Salmon Roll meliuk bagaikan barongsai. Warna merah tobiko yang menjadi taburannyapun semakin menguatkan kesan tersebut. Tak kalah meriah, ada Celebrity Crispy Roll yang disusun seperti benteng. Hmm... Renyah, empuk, gurih, asin bercampur jadi satu. Seru!
Sushi telah menjadi bagian gaya hidup masyarakat urban di Indonesia. Makanan yang berasal dari Jepang inipun telah beradaptasi dengan selera warga setempat. Hal inipun menghasilkan fusion sushi yang lebih mudah diterima lidah.
Restoran sushi, terutama fusion sushi, tersebar di kota-kota besar, mulai dari kios sederhana sampai restoran bintang lima. Salah satu yang cukup jadi perbincangan karena rasa dan harganya adalah Sushi Naga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beberapa buku menu diantarkan ke meja kami. Isinya berbeda-beda, karena menu-menu baru dicetak di buku menu terpisah dan bukannya disatukan dengan buku menu lama. Yang lebih merepotkan, sebagian halaman menunya robek atau agak terlepas dari lemnya.
Setelah agak lama, kami belum juga menentukan pilihan. Pasalnya daftar menu hanya menampilkan nama, harga, dan foto hidangan tanpa keterangan mengenai bahan-bahan yang dipakai dalam sushi.
Beberapa hargapun belum diperbaharui. Alhasil, kami terpaksa bolak-balik bertanya kepada pelayan - yang untungnya hafal di luar kepala mengenai komposisi sushi yang kami tunjuk.
Okelah, kami memesan Kanimayo Tobiko (Rp 18.000) dan California Roll (Rp 23.000) yang lebih akrab bagi kami. Kedua sushi roll ini bisa dibilang 'menu wajib' yang selalu ada di restoran fusion sushi.
Kanimayo Tobiko terdiri dari enam potong sushi yang disusun seperti persegi panjang. Potongannya lebih besar dibanding sushi sejenis di restoran pembandingnya. Isian kani (daging kepiting) -nyapun cukup tebal.
Tobiko (telur flying fish) meletus-letus di mulut, disusul nasi putih yang pulen, nori (lembar rumput laut) yang agak liat, serta paduan kani dengan sedikit mayones. Tampaknya sushi ini menggunakan beras lokal dan bukannya beras Jepang. Sushi ini lebih enak disantap setelah dicocol shoyu (kecap asin Jepang).
Meski tampak mirip karena dibaluri tobiko, California Roll disusun dengan lebih cantik. Warnanyapun lebih segar karena diberi isian alpukat, kyuri (timun Jepang), dan selada. Kres, kres... Renyah dari selada semakin heboh karena di dalam sushi ber-kani ini juga terdapat kremesan tepung tempura. Sushi bergaya Amerika ini memang pas dicocol ke mayones!
Merasa belum kenyang, kami meminta buku menu lagi. Kali ini kami memesan yang lebih heboh seperti Celebrity Crispy Roll (Rp 26.000) dan Aburi Salmon Roll (Rp 68.000). Benar saja, tampilan kedua fusion sushi ini lebih semarak!
Delapan potong sushi disusun bertumpuk seperti benteng. Mayones dibentuk sedemikian rupa mengelilingi piring, mempercantik tampilannya. Tanpa banyak basa-basi, sepotong sushi bertotol-totol hitam ini masuk ke mulut.
Sensasi kriuk-kriuk datang dari campuran wijen hitam pada nasinya, ditambah dengan kyuri, selada, dan kremes tempura. Berbeda dengan dua sushi sebelumnya yang menggunakan kani saja, sushi ini memakai kani dan unagi (daging belut) panggang sekaligus. Wah, jadi kepingin lagi!
Terakhir, kami mencicipi Aburi Salmon Roll. Inilah sushi yang saya katakan seperti barongsai. Delapan potong sushi berbalut irisan salmon segar disusun memanjang dan meliuk, lalu disirami mayones serta ditaburi abon tuna dan tobiko.
Olala, gurih creamy, renyah, dan smoky langsung menyergap mulut! Salmon mentai yang dipadukan dengan kani, abon tuna, dan mayones membuai lidah dengan lembut dan gurihnya. Tekstur renyah didapat dari nori, kyuri, dan tobiko. Topping salmonnya tampak sedikit dibakar karena berwarna kecokelatan. Aroma smokypun muncul, menambahkan sensasi unik.
Sushi Naga sering disebut-sebut sebagai versi lebih murah dengan rasa mirip sebuah restoran sushi populer. Menurut saya, kualitas hidangannya hanya sedikit di bawah restoran tersebut. Namun, dengan harga terjangkau dan porsi lebih besar, rasanya jadi puas bersantap di sini.
Sayangnya Sushi Naga tak menawarkan minuman gratis. Ocha (teh hijau Jepang) isi ulangpun harus ditebus dengan harga cukup mahal, yakni Rp 11.000 untuk ocha dingin dan Rp 15.000 untuk ocha panas. Apalagi tempatnya agak sulit dijangkau dan lahan parkirnya yang sempit selalu penuh. Tapi, rasanya kami tak kapok untuk mampir lagi!
Sushi Naga
Jl. Meruya Utara Blok E8 no. 21B (seberang SMP 134)
Jakarta Barat
Telepon: 021-58906186
Jam buka: weekdays 15:30-22:00, weekend 11:00-23:00
Jl. Letjen Sutopo Kavling Komersil Blok E 1/1, Bumi Serpong Damai Sektor 14
Tangerang
Telepon: 021-5376008, 021-5376808 (fit/odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN