Lumpia adalah salah satu makanan yang populer di negara-negara Asia. Di Indonesia sendiri lumpia paling terkenal adalah lumpia khas Semarang yang berisi cincangan rebung. Nah, di Vietnam pun memiliki lumpia yang unik dan enak untuk dicicipi, yang dikenal dengan nama Goi Cuon.
Rumah makan Tram Dung Chan Mekong atau dikenal dengan Mekong Rest Stop saya sambangi setelah puas menyusuri Delta Sungai Mekong di kota Ho Chi Minh. Menurut penuturan pemandu, rumah makan ini salah satu yang terbaik di kawasan sungai Mekong. Area resto sangat luas, terdiri dari sebuah bangunan besar serta beberapa saung kecil yang ada di sekelilingnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seporsi Goi Cuon terdiri dari 4 potong lumpia gendut-gendut. Di dalamnya terlihat tiga buah udang rebus segar yang warnanya oranye kemerahan. Selain udang, mi putih, daun selada, dan kemangi Vietnam jadi isian yang komplet dan sehat. Masyarakat Vietnam memang menyukai sayuran, jadi tak heran jika menu lumpia pun berisi beragam sayuran yang dibalut dengan kulit lumpia yang terbuat dari beras, alias banh trang.
Cara menyantapnya lebih menarik lagi. Dihadapan saya sudah disajikan tiga magkuk kecil yang masing-masing berisi gerusan garam dan lada, cincangan cabai rawit serta bawang putih, dan yang ketiga adalah saus hoisin yang diberi kacang tanah cincang kasar. Rasa saus ini manis-manis gurih, jika kurang pedas tinggal campurkan dengan cincangan cabai rawit. Hmm.. enak dan segar rasanya!
Fried cat fish terlihat garing dan renyah. Ikan gabus segar sekitar 25cm ini terlihat garing kecokelatan. Aromanya harum, uap panasnya masih kemepul pertanda kalau ikan ini benar-benar dimasak ketika dipesan. Saat dagingnya dikoyak dengan garpu, terlihat warna putih berserat halus berwarna putih. Meskipun ikan ini tidak diberi bumbu sebelum di goreng, namun karena ikannya masih segar justru rasanya manis-manis gurih.
Ikan ini disajikan bersama dengan serutan mangga muda. Mangga ini dicampurkan dengan saus hoisin serta dicampur dengan rajangan c abai rawit. Setelah dicocol, wah rasanya jadi semakin nikmat. Gurih, asam, pedas, dan manis yang menyatu membalut daging ikan. Mantap!
Rau Xao Thap Cam, adalah seporsi sayuran mirip capcay. Isinya komplet mulai dari irisan wortel, brokoli, jamur, jagung putren, dan sedikit potongan cumi. Rasanay enak segar, sayurannya dimasak sebentar sehingga teksturnya masih krenyes..krenyes. Uniknya, wortel yang dimasak dibentuk cantik sehingga menarik. Sayangnya, porsi nya sangat sedikit sekali. Meskipun tidak memesan nasi, perut saya cukup kenyang karena lumpianya berisi bihun yang cukup mengenyangkan.
Air kelapa muda membilas jejak minyak dari ikan goreng pesanan saya. Harga yang harus saya keluarkan untuk seporsi Fried Cat Fish ini adalah 159.000 dong atau sekitar Rp 67.659. Rau Xao Thap Cam 55.000 dong atau sekitar Rp 23.500, dan 79.000 dong untuk Goi Cuon atau sekitar Rp 33.617. Wah, harga yang cukup terjangkau bukan?
Sebelum melanjutkan perjalanan, saya masih sempat melihat-lihat beberapa oleh-oleh yang dipajang di bagian depan rumah makan ini. Mulai dari teh, kopi, pajangan, hingga alat-alat makan khas Vietnam. Tapi sayangnya, harganya yang dibandrol sedikit lebih mahal bila dibandingkan dengan yang dijual di pasar tradisional.
Tram Dung Chan Mekong
Km 1964 + 300 Quoc lo 1, Chau Thanh, Tien Giang
Telp: (073) 3 858 676-3 858 678
(eka/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN