Krenyes Renyah 'Flying Gurame'

Krenyes Renyah 'Flying Gurame'

- detikFood
Selasa, 15 Jun 2010 14:41 WIB
Jakarta - Ikan gurame yang digoreng utuh ini tidak hanya renyah tapi dagingnya  tetap lembut membelai lidah. Dicocol dengan sambal kecap pasti bikin  lidah tak mau berhenti bergoyang. Nyam..nyam!

Saat libur galungan, saya agak kesulitan untuk menemukan tempat makan yang buka di Bali. Beruntung saya menemukan resto ini. Tak ayal lagi laju  kendaraan pun saya belokkan ke rumah makan ini. Agak ragu pada  awalnya, pasalnya ini adalah resto yang menyajikan hidangan Sunda  sebagi menu utamanya.  Apakah akan seenak di daerah asalnya?! Rasa  penasaran dan perut yang sudah menejrit lapar menguatkan niat saya  untuk mampir di rumah makan Pawon Pasundan ini.

Flying gurame
yang dipesan oleh meja sebelah terlihat sangat  menggiurkan. Alhasil, seporsi flying gurame plus gurame bakar jadi  pesanan saya. Seorang pelayan yang mencatat menu juga menawarkan kalau  sop buntut di rumah makan ini juga paling banyak diminati.

Tanpa sayur, makan saya terasa kurang lengkap. Cah kangkung  jadi pilihan saya. Seporsi flying gurame datang bersama dengan gurame  bakar kecap. Bentuknya unik, persis seperti ikan yang akan terbang. Tak heran jika dinamakan flying gurame. Sedangkan gurame bakar kecapnya, di bagian luar tidak basah seperti gurame bakar pada umumnya. Bumbu kecap dan bawangnya  meresap hingga ke bagian dalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meskipun begitu, rasanya benar-benar enak. Bumbunya meresap hingga ke bagian dalam daging ikannya. Cocolan sambal kecapnya bikin rasanya hmm.. lezat! Sedangkan flying gurame ini renyah garing di bagian luar, namun daging ikannya tetap lembut di dalam. Tanpa terasa daging ikan pun cepat licin tandas tak bersia. Makan dengan nasi ataupun tidak tetap enak buat saya.

Teman saya yang lain memesan sop buntut bakar dan sop buntut original. Sop buntut original, kuahnya berwarna bening dengan aroma kaldu yang kuat menggelitik lidah. Saat dicicipi, rasanya gurih segar! Merica, pala dan bawangnya sangat terasa namun tidak terlalu nonjok dan mengalahkan rasa asli si sop buntut ini.

Berbeda dengan sop buntut bakarnya, daging buntut yang sudah di bakar di taruh dalam wadah yang terpisah. Kuahnya tidak berbeda dengan sop buntut original. Isiannya berupa potongan wortel, buncis dan kentang. Aromanya harum menggoda, saat dikoyak dengan garpu o la la, mudah sekali. Dagingnya empuk lembut, sama dengan daging sop buntut yang biasa. Tak perlu waktu lama buat saya menghabiskannya.

Menu penutup yang spesial pun saya rasakan. Es puter kopyor plus es podeng segar nikmat menutup makan malam jadi makin spesial. Es puter yang lembut di beri topping tape ketan berwarna hijau. Rasanya enak, manis-manis legit! Es puternya lembut bikin saya ketagihan. Es podeng juga tak kalah enaknya, esnya lembut dan kelapa mudanya sangat pas dengan daging buah yang tebal. Wah, pokoknya makan malam saya benar-benar tidak mengecewakan!

Suasana resto yang nyaman, memang bikin betah berlama-lama. Apalagi gemericik air kolam dan juga alunan musik Sunda yang membuat saya merasa berada di tanah Sunda. Wah, kalau sedang ke Bali tak ada salahnya mampir ke resto yang satu ini!

Pawon Pasundan
Jl. Kediri No.2 Tuban
Kuta-Bali
Telp: 0361-2776216
Range Harga: Rp 3.000,00-Rp 43.000,00

(eka/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads