Mampir ke Warung Kopi Tante Li

Mampir ke Warung Kopi Tante Li

- detikFood
Senin, 31 Agu 2009 12:20 WIB
Jakarta - Kalau mampir ke warung kopi ini, wajib mencicipi nasi dagang dan mi kacang. Nasinya pulen wangi dengan lauk daging ungkep, telur, sambal dan ikan teri goreng yang renyah gurih. Mi kacangnya berselimut kuah kacang dan santan yang gurih-gurih pedas enak! Slruup.. mantap dikunyah hangat!

Sebenarnya saat mendengar nama nasi dagang, saya sudah menduga bahwa nasi komplet ini berasal dari Trengganu dan Kelantan. Nasi dagang kedua versi itu kurang memikat selera saya pasalnya nasinya biasanya kemerahan karena dicampur beras merah dan disiram gulai ikan yang pedas dan bumbunya santan kental.

Ternyata dugaan saya terbukti salah ketika sore itu saya menyambangi Aunty Li Kopitiam yang berlokasi di Teras Kota BSD.Β  Kopitiam atau warung kopi ini memang sedang jadi pembicaraan teman-teman karena punya andalan nasi dagang dan mi kacang yang diracik dengan sentuhan kuliner Singkep Kepulauan Riau.

Nasi dagangnya ditawarkan dalam dua ukuran, porsi kecil dan porsi besar. Porsi kecilnya dibungkus daun dan ukurannya sedikit lebih banyak dari nasi kucing. Tentulah saya memesan nasi dagang porsi besar. Di piring segi empat putih nasi disajikan dengan potongan daging sapi berbumbu, telur rebus dan sambal, irisan timun, ikan teri goreng dan kerupuk kanji.

Aroma harum rempah tercium wangi dari nasi putih yang diaduk dengan butiran kacang hijau sehingga warna nasinya sedikit kecokelatan. Nasinya pulen gurih, aroma kayu manis menjadi ciri khasnya. Terasa makin enak setelah dikunyah dengan daging sapi yang berbumbu kental kecokelatan, mirip bumbu ungkep. Gurih-gurih enak.

Irisan telur ayam rebus dengan topping sambal plus ikan teri goreng dan kacang yang jadi pelengkap nasi ini sangat mirip dengan racikan lauk nasi lemak. Terinya besar, mirip teri jengki rasanya renyah gurih. Kata sang pelayan teri ini didatangkan dari Riau. Hmm…pantas renyah gurih rasanya! Balutan sambal yang mengigit plus renyahnya kerupuk kanji membuat nasi ini cepat tandas dari piringnya.

Untung saja teh susu Beng atau teh tarik yang saya pesan tidak terlalu pekat dan tidak terlalu manis. Jadi, sangat pas buat membilas rasa gurih nasi dagang dari mulut. Mi kacang yang juga jadi andalan, disajikan di piring cekung. Porsinya tak terlalu besar tetapi tebaran aroma gurih kacang benar-benar menusuk hidung.

Minya berupa mi hokkian alias mi lidi yang bulat gendut dan lentur. Di atas mi ini ditaruh irisan tahu, kentang dan timun yang diiris tipis. Bumbu kacang disiram di atasnya berikut sayur gurih nangka dan seperempat potong telur rebus. Hmm..sebuah perpaduan yang unik!

Untuk menyantap mi ini memang harus diaduk rata sehingga bumbunya yang berlimpah membalut tiap buliran minya yang kenyal. Rasanya gurih kenyal dengan rasa pedas dan gurih kacang yang kuat. Mirip kuah rujak juhi tetapi lebih pekat dan tajam pedasnya. Kuah kacang kentalnya pun habis pas dengan suapan mi yang terakhir.

Rasa penasaran sajian dapur Riau peranakan ini saya tuntaskan dengan mencicipi Lontong Melayu. Tampilannya tak beda jauh dengan lontong sayur. Potongan lontong disiram sayur gurih nangka yang merah oranye ditaburi bawang merah goreng, irisan timun dan sepotong telur rebus plus kerupuk kanji.

Rasa pedas dan gurih sangat dominan pada kuahnya. Ada rasa kacang tanah yang kuat di dalam bumbunya. Tidak persis dengan kuah rujak juhi karena lebih kental, lebih pedas plus rasa santan yang gurih kuat. Inilah salah satu bukti inkulturasi kuliner Cina dan Melayu yang unik dan enak. Seperti kisah Aunty Li alias tante Li yang terdampar di kepulauan Riau yang ditulis di salah satu sisi dinding kopitiam ini.

Harga yang dipasang di warung kopi tante Li ini juga tak terlalu mahal. Seporsi nasi dagang komplet Rp. 19.500,00, mi kacang atau Mie Aunty Li Rp. 18.000,00, lontong Melayu Rp. 16.000,00, dan teh susu Beng Rp. 10.000,00. Paling tidak,ada tempat baru untuk merayakan keindahan perpaduan budaya dalam kuliner kita!

Aunty Li Kopitiam
Teras Kota BSD
Jl.Pahlawan Seribu
Telpon: 021-30025800
Buka: Jam 10.00 – 22.00


(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads