Warna pisang mencerminkan tingkat kematangan dan nilai gizinya. Sebelum makan pisang, sebaiknya perhatikan ciri-ciri ini supaya kamu mendapat asupan nutrisi yang tepat.
Pisang merupakan salah satu buah yang direkomendasikan karena bernutrisi, praktis, dan mudah didapat. Buah tropis ini mengandung kalium, fosfor, magnesium, vitamin C, vitamin B6, dan senyawa lain dalam jumlah tinggi. Semua kandungan tersebut dapat mendukung kesehatan jantung, kekebalan tubuh, tulang, dan metabolisme.
Saat beli pisang, perhatikan tingkat kematangannya. Beberapa jenis perlu ditunggu beberapa hari sampai berubah menjadi matang. Ada juga mungkin yang sudah berubah jadi cokelat atau kondisinya sudah tua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebenarnya warna pisang menentukan manfaat dan nilai gizi yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Dilansir dari realsimple.com (1/6), berikut tiga tahapan kematangan pisang yang menentukan nutrisinya.
1. Warna hijau berarti pisang belum matang
Pisang yang berwarna hijau biasanya disebabkan karena pisang belum matang. Foto: Getty Images/iStockphoto/Stefan Tomic |
Tahap pertama yaitu pisang berwarna hijau yang artinya pisang masih mentah. Kulit warna hijau disebabkan oleh klorofil dan pisang sebagian besar terdiri dari pati dan rendah gula. Menurut ilmuwan pangan Abbey Thiel, PhD, molekul pati ini memberi pisang tekstur keras dan padat.
Ahli gizi Mellisa Jaeger juga mengungkap jika pisang hijau atau mentah mengandung lebih banyak pati resisten, sejenis serat yang mendukung kesehatan mikrobioma usus dan pengelolaan gula darah.
Meskipun dalam tahapan ini pisang belum tentu memiliki rasa paling enak, pisang ini tetap menawarkan beberapa manfaat kesehatan unik dibandingkan pisang pada tahapan lainnya.
Dalam studi tahun 2021 yang disebutkan situs Real Simple menemukan kandungan serat lebih tinggi pada pisang hijau dan menurun seiring dengan pematangannya. Sedangkan kandungan gula justru meningkat seiring dengan menguningnya pisang.
2. Tahap kuning atau pisang matang
Dari hijau, pisang lalu berubah warna menjadi kuning atau fase matang. Ahli Thiel menjelaskan di fase ini enzim di kulit pisang mulai menguraikan klorofil, sehingga kulit berubah warna.
Enzim yang berbeda mulai memecah pati menjadi molekul gula kecil yang tidak hanya membuat pisang terasa lebih manis, tetapi juga melembutkan teksturnya.
Ahli gizi Wan Na Chun juga menambahkan jika pisang kuning kaya akan serat bersama dengan kalium, vitamin B6, dan vitamin C. Dalam kondisi ini pisang bagus sebagai sumber energi dan lebih mudah dicerna.
3. Tahap cokelat atau pisang terlalu matang
Jika sudah mulai mencoklat dan ada bintik-bintik, tandanya pisang terlalu matang. Foto: iStock |
Terakhir adalah tahapan pisang yang terlalu matang. Dalam tahapan ini kulit pisang berubah warna menjadi cokelat dan berbintik-bintik. Lama kelamaan akan menghitam dan jika tidak langsung dimanfaatkan, berakhir busuk.
Menurut Thiel, pisang dalam kondisi sangat matang tandanya hampir semua pati telah diubah menjadi gula. Berarti pisang menjadi lunak dan telah kehilangan banyak struktur. Pisang ini juga punya rasa sangat manis.
Perubahan visual ini membuat nutrisi pisang sedikit berubah. Kandungan pati resistennya lebih rendah dan rasa manis alaminya sangat baik digunakan dalam pembuatan kue. Tetapi perlu diingat jika peningkatan rasa manis ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat atau lebih besar dibandingkan pisang hijau atau pisang kuning biasa.
4. Waktu terbaik makan pisang
Lantas tingkat kematangan mana yang paling baik untuk dikonsumsi?
Para ahli menyebut jika hal tersebut tergantung pada tujuan kesehatan. Jika mencari dampak glikemik lebih rendah, kamu perlu mengonsumsi pisang saat kandungan patinya lebih tinggi daripada gula. Biasanya hal ini hadir di pisang yang sedikit hijau.
Jika ingin sumber energi lebih cepat dan mudah dicerna, pisang matang atau pisang kuning menjadi pilihan tepat.
Jika mencari untuk mendukung kesehatan usus, pisang hijau lebih cocok karena memiliki kandungan pati resisten paling banyak yang dapat dimetabolisme oleh bakteri baik di usus.
Ahli Chun juga menyetujui jika pisang matang atau sedikit berbintik sangat bergizi dan enak karena menjadi sumber karbohidrat yang mudah dicerna dan kaya serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C.
Simak Video "Pisang Goreng Waras, Camilan Krispi yang 'Lahir' di Masa Pandemi"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)



KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN