Smakkelijk Eten Dalam Suasana Rumah Belanda

- detikFood Kamis, 12 Feb 2009 17:00 WIB
Jakarta - Kalau hari Valentine nanti Anda ingin mengajak si dia atau keluarga makan di luar? Hmm.. mengapa tak mencoba singgah di resto Belanda ini. Bukan hanya kroket Belanda dan poffertjesnya yang menggoyang lidah tapi suasana rumah yang berinterior Belanda bakal membuat betah. Harga makanannya juga sangat terjangkau. Mau coba?

Belum lagi memasuki Hema Dutch yang berada di Jl. Ahmad Dahlan suasana homey dan teduh sudah menyambut kami. Di teras tampak tanaman hijau dan deretan kursi meja kayu yang cukup nyaman untuk duduk-duduk. Pintu sudah terbuka lebar sebelum kami melangkahkan kaki memasuki restoran bergaya Holland yang unik ini.

Di sudut kanan ruangan sebuah kursi goyang dan perapian buatan dengan sepasang 'klampoen' atau kelom kayu yang merupakan sepatu khas Belanda menarik perhatian kami. Perapian ini rupanya sengaja dibuat nyaris mirip dengan rumah-rumah di Eropa sana. Di dinding restoran juga ditempel gambar-gambar kincir angin, foto berbingkai bunga-bunga tulip, dan juga keramik keramik biru Blue Delf berbentuk kincir angin, klampoen, menambah kental suasana negeri Holland.

Di bagian dalam ada pula area yang dikelilingi oleh bunga tulip pelastik berwarna kuning cerah dan lampu yang redup, menjadikan tempat ini terkesan romantis sehingga menjadi favorit para pengunjung yang berpasangan. Suara Hientje penyanyi cilik populer dari Belanda yang melengking merdu dari CD dengan lagu 'Mama'-nya yang terkenal membuat seolah sedang berada di rumah oma di Belanda!

Pilihan menu yang ditawarkan ternyata tak hanya terbatas oleh hidangan khas Belanda seperti Stamppot Met Worst, Hutspot Met Klapstuk, Bruinebonen Soup, Poffertjes atau Risolles Belanda yang cukup kondang. Menu lain seperti Spaghetti, aneka Steak, dan Burger pun bisa menjadi pilihan.

Mula-mula kami menikmati sepotong Holland Kroket met Mayo sebagai pembuka. Kroket ini berbeda dengan kroket biasa, bentuknya langsing panjang berwarna kecokelatan. Saat digigit nyosss... isinya serasa meleleh dilidah. Mirip-mirip dengan rogut namun berwarna kecokelatan dengan rasa keju dan cacahan daging sapi. Kroket khas Belanda yang bagian luarnya kering tetapi bagian dalamnya lumer. Saat dicocol dengan mayones yang bercampur mustard tentu saja rasanya makin dahsyat! Gurih renyah dan nyam... nyam... enak!

Sebagai pembuka, Zuppa Soup racikan dapur Hema pun tampil dalam mangkuk sup yang bertutup sepotong puff pastry. Saat dikoyak puff pastry yang renyah, segera tersembur uap yang gurih sedap dari sup kental yang berisi jamur dan potongan ayam. Sobekan puff pastry yang renyah pun mengiringi hirupan kuah sup yang lembut gurih hangat. Sebuah santapan pembuka yang cocok untuk mengusir udara dingin musim hujan!

Stamppot Met Worst sendiri cukup membuat saya penasaran saat sang pelayan merekomendasikan menu ini. Sebenarnya Stamppot dan Hutspot ini adalah hidangan Belanda yang lumayan terkenal. Keduanya merupakan hidangan yang berbahan dasar seperti mashed potato alias kentang yang dilumatkan. Konon di Belanda sendiri kentang merupakan makanan utama sehari-hari.

Stamppot Met Worst ini terdiri dari mashed potato yang lumayan banyak. Diatasnya ditancapkan dua iris sosis bratwurst besar. Sebagai pelengkap ditambahkan irisan wortel, kacang polong, buncis dan siraman sedikit kuah berwarna kecokelatan. Rasa kuat daging sosis asap berpadu serasi dengan mashed potato yang lembut.

Hidangan khas Belanda ini memang cocok dinikmati hangat di udara dingin. Sosis Jerman yang gendut besar terasa kenyal dengan tebaran aroma merica dan asap yang sangat gurih harum. Mashed potatoes yang agak kasar terasa sangat gurih dengan siraman sayuran berkuah bening. Paduan serasi antara tekstur kenyal sosis, renyah sayuran dan lembut kentang halus!

Sebagai penutup rasanya tidak pas jika tak menikmati dessert Belanda yang ternama, Poffertjes. Enam buah poffertjes tanpa es krim, dengan taburan gula bubuk tersaji di piring bundar. Sobekan pertama langsung terasa bagian dalam adonan yang lembut dengan sapuan lelehan mentega. Hmm... poffertjes khas Belanda yang wangi menteganya sangat tajam. Meskipun perut agak kenyang tetapi poffertjes inipun akhirnya licin tandas dengan cocolan gula bubuknya.

Beberapa pasangan pun terlihat larut dalam suasana yang tenang dan nyaman. Lampu yang temaram pun menambah suasana makan menjadi romantis. Untuk urusan harga resto yang namanya kepanjangan dari Hemat, Enak, Murah dan Artistik ini memang tidak memasang harga tinggi. Dengan kisaran harga Rp. 7.000 sampai sekitar Rp.60.000 per porsi hidangan khas Belanda dan hidangan lain sudah bisa dinikmati.

Sonya lieve Sonya...
iringan lagu itupun mengiringi langkah kami meninggalkan Hema. Sepertinya di saat lain kami harus menjajal pannekoek dan bruinebonensoep yang katanya enak! Tot Ziens!

Hema Dutch Resto
Jl. Ahmad Dahlan No.18
Jakarta Selatan
Telp: 021-7393891
Range harga: Rp 7.000,00 - Rp 60.000,00

Hema Dutch Resto
TIS-Square, Pancoran
Jakarta Selatan
Telp: 021-8295548


(dev/Odi)