Yummy! Ini Resep Mangut Ikan Asap ala Warga Kendal, Sudah Coba?

Jihaan Khoirunnisa - detikFood Kamis, 14 Okt 2021 12:24 WIB
Mangut Ikan Asap Foto: Andhika Prasetia/detikcom
Kendal -

Mangut merupakan makanan khas daerah Jawa Tengah, terutama daerah pesisir sekitar Semarang dan Kendal. Mangut ikan asap ini begitu digemari karena aromanya yang menggugah selera dengan rasa pedas dan gurih.

Apalagi jika disantap bersama nasi hangat, bikin siapapun yang mencicipinya jadi ketagihan. Mangut ikan asap ada yang dibuat dengan kuah encer tapi juga ada yang kental, sesuai dengan selera masing-masing.

Salah seorang warga Kendal, Emi membeberkan rahasia bikin mangut ikan asap yang sedap. Menurutnya, tidak semua ikan asap bisa diolah menjadi hidangan mangut. Sebut saja ikan gilik dan kembung, tekstur daging yang terlalu lembek membuat ikan mudah hancur bila dimasak dengan kuah santan.

"Kalo ikan asap yang paling enak di mangut itu pari dan tongkol karena keras dan gak lembek. Karena kalau ikan asap dimasak kuah biasanya kalau ikan yang lembek kayak kembung kan hancur.Tenggiri itu juga nggak enak karena dagingnya lembek," ujarnya kepada tim detikcom, Kamis (14/10/2021).

Emi mengatakan ikan asap merupakan hidangan favorit warga Kendal. Selain dikonsumsi sehari-hari, mangut ikan asap juga kerap disajikan pada tamu khusus yang datang dari jauh.

"Mangut favorit sehari-hari warga sini. Biasanya juga dimasak pas ada tamu dari jauh, pasti request-nya itu karena belum coba. Aroma mangut itu khas, nggak kayak ikan biasa digoreng doang," terangnya.

Mangut Ikan AsapMangut Ikan Asap Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Penasaran dengan rasa mangut ikan asap ini? Yuk, simak cara membuat hidangan mangut ikan asap khas Kendal berikut!

Resep Ikan Mangut yang Pedas Nampol

Bahan-bahan:

  • 1 kg ikan pari/tongkol asap
  • 15 buah cabe merah
  • 5 siung bawang merah
  • 4 siung bawah putih
  • Kemiri secukupnya
  • Sedikit jahe
  • 1,5 bungkus santan kental
  • 700 ml air
  • 1 lembar daun salam
  • 1 buah serai, memarkan
  • Ketumbar secukupnya
  • Garam secukupnya
  • Gula secukupnya

Cara Membuat:

  • Cuci ikan hingga bersih dan tiriskan.
  • Haluskan semua bumbu.
  • Tumis bumbu sampai wangi dan matang.
  • Masukkan daun salam dan serai.
  • Tambahkan santan dan air, tunggu hingga mendidih dan kuah mulai mengental.
  • Setelah mendidih, masukkan ikan ke dalam bumbu yang sudah ditumis. Diamkan hingga air berkurang dan bumbu meresap sempurna.
  • Mangut ikan asap siap disantap.

Tak hanya favorit, menurut Emi ikan asap juga menghasilkan pundi-pundi uang bagi masyarakat setempat. Sebagai agen BRIlink Emi pun memberikan bantuan berupa pinjaman UMi kepada warga di sekitar tempat tinggalnya, termasuk pembuat ikan asap.

Diungkapkan Emi sebagai mitra BRI hingga kini dirinya berhasil menggandeng 86 nasabah pinjaman UMi. Adapun total plafon yang berhasil disalurkan mencapai Rp 275 juta dalam kurung waktu 6 bulan.

"Saya gabung jadi mitra UMi bulan April, diajak oleh mantri. Di tempat saya ada ibu-ibu komunitas pedagang ikan asap, saya masuk ke situ buat nawarin. Kalau di tempat saya itu banyak rentenir, bunganya besar. Setelah saya tawarin UMi, alhamdulillah ibu-ibu pada minat, dan mereka merasa bunganya agak ringan," tuturnya.

Sejak menjadi mitra UMi, dia juga mendapatkan pemasukan tambahan. Dalam sebulan Emi mengaku bisa mendapatkan hingga Rp 1,5 juta hanya dari penyaluran pinjaman UMi.

Mangut Ikan AsapMangut Ikan Asap Foto: Andhika Prasetia/detikcom

Sementara itu, Kepala BRI Unit Gempolsewu, Ayatullah al Burhani menambahkan program pinjaman ultra mikro atau UMi merupakan program BRI yang baru berjalan sejak bulan April 2021 lalu. Adapun Gempolsewu dipilih sebagai piloting project di Kantor BRI Wilayah Semarang.

"Saya harap nantinya ada agen-agen UMi yang lain, binaan mantri saya sehingga bisa menembus semua lapisan masyarakat, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat dari anggota klaster. Supaya mereka bisa meningkatkan kesejahteraannya sehingga nanti ekonomi daerah terangkat dan Gempolsewu jadi desa pionir. Bukan hanya untuk daerah di sini, tapi produk-produknya bisa go ke daerah lain dan go internasional," tandasnya.

detikcom bersama BRI mengadakan program Sinergi Ultra Mikro di Bandar Lampung dan Semarang untuk memantau upaya peningkatan inklusi finansial masyarakat melalui sinergi BRI, Pegadaian, dan PNM dalam Holding Ultra Mikro. Holding Ultra Mikro berupaya mendukung pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan untuk peningkatan UMKM di Tanah Air. Untuk informasi lebih lengkap, ikuti beritanya di https://sinergiultramikro.detik.com/.

(akn/ega)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com