detikfood

Senin, 31/07/2017 18:11 WIB

Brunch Kekinian

Ngopi dan Brunch Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup 'Melbournian'

Maya Safira - detikFood
Ngopi dan Brunch Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup Melbournian Foto: iStock
Menikmati kopi sudah jadi gaya hidup orang Australia, khususnya Melbourne. Konsep coffee shop seperti di sana kini juga menyebar ke kota-kota besar Indonesia.

Melbourne disebut juga sebagai kota coffee shop Australia. Kota ini menjadikan kopi sebagai budaya 'Melbournian'. Budaya tersebut banyak dipengaruhi oleh populasi migrasi dari Italia.

Ngopi dan <i>Brunch</i> Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup <i>'Melbournian'</i>Foto: iStock


Baca juga: Menyesap Kopi dengan Roasting Terbaik di Australia

Salvatore Malatesta, pemilik ST. ALi Cafe Family pernah mengatakan bahwa aroma espresso tercium di sekeliling kota Melbourne. Di sana juga banyak kafe-kafe unik dan berkarakter.

Hal serupa juga disampaikan Celia Ho, Regional Manager South & South East Asia dari Tourism Victoria, saat peresmian ST. ALi di Setiabudi One tahun lalu. Celia menyampaikan dalam beberapa tahun terakhir perkembangan kopi di Melbourne meningkat pesat.

Ngopi dan <i>Brunch</i> Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup <i>'Melbournian'</i>Foto: iStock


Salah seorang pelajar asal Indonesia di Melbourne, Lescha, mengaku kalau kopi sudah menjadi lifestyle wajib di sana.

"Tiap hari ada jam buat ngopi. Waktunya nggak spesifik, tapi orang-orang sini at least spend 1-2 jam untuk ngopi tiap hari. Bisa pagi sebelum kantor, siang pas lunch atau malam pulang kantor. Makanya coffee shop itu selalu ramai," ungkap Lescha, melalui pesan singkat kepada Detikfood (31/7).

Menurutnya gerai kecil sampai kafe mewah ada di Melbourne. "Konsepnya unik-unik. Terus packaging kopinya itu lucu-lucu," tambah wanita yang sudah setahun tinggal di Melbourne.

Mahasiswa yang sedang mengambil program master ini juga menjelaskan menu yang ditawarkan kafe di Melbourne. "Menu tergantung besar atau kecilnya (tempat) sih. Kalau cuma gerai gitu terbatas kopi dan pastry. Kalau kafe ada main course juga," lanjutnya.

Terkait brunch, Lescha mengatakan banyak restoran yang membuat brunch deal. Warga di sana tidak terbiasa sarapan karena sekitar pukul 07.00 sudah masuk kantor.

Ngopi dan <i>Brunch</i> Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup <i>'Melbournian'</i>Foto: iStock


Menu brunch cukup beragam. Seperti egg benedict, sandwich, burger, bagel, sup, dan chicken salad. Lescha menambahkan, "Kadang ada yang sedia pasta, makanan Asia juga. Tapi bukan nasi. Gantinya chips atau roti."

Di Jakarta sendiri sudah mulai banyak kafe yang mengusung gaya Melbourne. ST. ALi yang sudah berdiri sejak 2005 di Melbourne termasuk salah satunya. Setiabudi dipilih jadi lokasi cabang pertama ST. ALi di Asia Tenggara.

Baca juga: Budaya Kopi Dari Melbourne Menyebar ke Manca Negara

Selain itu ada juga Sensory Lab yang mengusung konsep brunch dan kopi di Kelapa Gading dan PIK Avenue Mall. Kafe ini juga berasal dari Melbourne. Menu brunch di sana antara lain 'Shrooms On Toast, BBQ Beef Brisket dan The Fri-Ken Benedict.

Hardware Lane di Pluit termasuk pilihan tempat lainnya dengan pengaruh Melbourne. Sementara di kawasan Jakarta Selatan ada Melbourne Kitchen yang bisa dicoba.

ST. ALi
Setiabudi Two Lt. Ground
Jl. HR Rasuna Said
Setiabudi
Jakarta Selatan
Telp: 021-52906814

Sensory Lab
Mall Kelapa Gading 3 Lt. Dasar
Jakarta Utara
Telp: 021-45864944

PIK Avenue Mall Ground Fl.
Jl. Pantai Indah Avenue Boulevard
Jakarta Utara

Hardware Lane
Jl. Pluit Indah Raya No. 33
Pluit
Jakarta Utara
Telp: 021-22664594

Melbourne Kitchen
Cilandak Town Square Lt. 1
Jl. TB Simatupang
Fatmawati
Jakarta Selatan
Telp: 021-75921287
(odi/msa)



Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Informasi pemasangan iklan
Hubungi sales[at]detik.com
Telepon 021-7941177 (ext.524).
Cari Tempat Makan