×
Ad

Hidangan Lebaran Komplet

5 Makanan Khas Lebaran dari Sumatra yang Penuh Makna dan Tradisi

Sonia Basoni - detikFood
Rabu, 11 Mar 2026 17:00 WIB
Foto: Getty Images/iStockphoto/AmalliaEka
Jakarta -

Lebaran tidak hanya identik dengan tradisi saling memaafkan, tetapi juga menikmati berbagai hidangan khas yang sarat makna. Dari Pulau Sumatra, banyak sajian tradisional yang selalu hadir saat Lebaran. Ini daftarnya!

Sajian spesial di hari Lebaran tidak hanya suguhan semata, tetapi juga menyimpan filosofi tentang kebersamaan, kesabaran, hingga persatuan dalam keluarga dan tradisi budaya.

Beberapa makanan di antaranya bahkan sudah diwariskan secara turun-temurun dan menjadi bagian penting dari budaya setempat. Proses memasaknya pun kerap melibatkan teknik tradisional serta penggunaan rempah yang kaya cita rasa.

Tak heran jika hidangan-hidangan tersebut selalu dinantikan saat momen Lebaran tiba. Dilansir dari berbagai sumber, berikut lima sajian khas dari berbagai daerah di Sumatra yang dikenal lezat sekaligus memiliki makna filosofis dalam perayaan Lebaran.

1. Lamang Tapai

Sajian makanan asal Sumbar, lamang tapai, jadi salah satu takjil favorit. (Gisella Previan Laoh/detikcom)

Lamang tapai merupakan kuliner khas Minangkabau, Sumatra Barat, yang populer saat Ramadan dan Idul Fitri. Makanan ini terbuat dari beras ketan dan santan yang dimasak di dalam bambu muda dengan cara dipanggang hingga menghasilkan lamang yang gurih dan harum.

Lamang biasanya disajikan bersama tapai, yaitu kuah hasil fermentasi ketan hitam yang memiliki rasa asam manis segar. Keduanya dapat dinikmati dengan cara diaduk seperti kolak atau dengan mencelupkan irisan lamang ke dalam tapai.

Selain varian original, kini hadir pilihan seperti lamang tapai pisang dan lamang tapai baluo yang berisi kelapa parut gula merah. Hidangan ini sering dijumpai pada acara adat, pernikahan, khitanan, serta dijual sebagai menu berbuka puasa dengan harga terjangkau.

2. Rendang

Rendang. Foto: Getty Images/iStockphoto/LauriPatterson

Rendang kini dikenal sebagai salah satu hidangan khas Lebaran di Indonesia, meskipun makanan ini dapat ditemukan kapan saja di rumah makan Padang. Tradisi menyajikan rendang saat Idul Fitri ternyata berkaitan dengan nilai filosofi yang dimilikinya. Dalam budaya Minangkabau, rendang bukan hanya nama makanan, tetapi juga teknik memasak yang memiliki makna simbolis.

Hidangan ini melambangkan musyawarah dan persatuan karena terdiri dari empat unsur utama. Daging melambangkan pemuka adat, kelapa mewakili kaum intelektual, cabai melambangkan ulama, dan bumbu menjadi simbol pemersatu.

Filosofi tersebut menggambarkan keharmonisan dalam masyarakat. Karena makna itu, rendang kerap disajikan dalam berbagai perayaan penting seperti pernikahan, upacara adat, dan Idul Fitri. Tradisi masyarakat Minang ini kemudian menyebar luas sehingga rendang menjadi menu favorit Lebaran di banyak daerah di Indonesia.

3. Sie Reuboh

Sie Reuboh. Foto: Facebook

Sie Reuboh merupakan kuliner khas Aceh Besar yang identik dengan perayaan Lebaran. Hidangan ini berupa daging sapi atau kambing yang direbus dengan berbagai rempah, seperti kunyit, lengkuas, jahe, bawang putih, bawang merah, lada, dan cabai. Pada akhir proses memasak, ditambahkan cuka enau untuk memberi rasa asam sekaligus membantu mengempukkan daging.

Sie Reuboh dikenal tahan lama karena dapat disimpan hingga berbulan-bulan dan cukup dipanaskan saat akan disantap. Makanan ini sering disajikan dalam tradisi meugang, yaitu ritual masyarakat Aceh satu hingga dua hari sebelum Lebaran dengan memasak hidangan berbahan daging.

Secara filosofi, Sie Reuboh melambangkan kesabaran, ketahanan, serta ketaatan, sekaligus menjadi simbol warisan budaya yang mempererat silaturahmi keluarga saat merayakan hari kemenangan.



Simak Video "Santai Bareng Keluarga di Rumah Makan dengan Suasana Perkampungan"


(sob/adr)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork