5 Sajian Lebaran Khas Sulawesi yang Bikin Kangen Kampung Halaman

5 Sajian Lebaran Khas Sulawesi yang Bikin Kangen Kampung Halaman

Atiqa Rana - detikFood
Kamis, 12 Mar 2026 16:30 WIB
5 Tips Bikin Buras Khas Makassar yang Lembut Gurih
Foto: Andi Annisa DR/detikfood
Jakarta -

Setiap daerah di Indonesia memiliki tradisi kuliner berbeda saat lebaran. Kalau di Sulawesi ada beberapa masakan khas yang biasa dinikmati, mulai dari buras hingga lappa.

Perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia dimeriahkan dengan berbagai tradisi. Selain bersilaturahmi dari satu rumah ke rumah lain, biasanya masyarakat muslim juga menikmati aneka hidangan lebaran khas.

Makanan lebaran di Indonesia juga berbeda-beda di setiap daerah. Hal ini dipengaruhi oleh kekayaan budaya lokal, letak geografis, ketersediaan hasil alam setempat, hingga sejarah akulturasi budaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Misalnya di Sulawesi. Masyarakatnya tidak hanya menikmati hidangan seperti rendang, opor ayam, atau ketupat, melainkan banyak juga makanan daerah lainnya.

ADVERTISEMENT

Dilansir dari detikSulsel pada Kamis (28/4/2022), Dr Firman Saleh, Budayawan Universitas Hasanuddin mengungkap ada beragam hidangan lebaran khas maysarakat Sulawesi Selatan, khususnya suku Bugis.

Makanan intinya adalah buras atau burasa. Lalu ada juga tumbu, lepe-lepe atau sejenis buras yang diikat lebih kecil dan panjang, sampai nasu likku. Menurut Firman kebiasaan menyajikan hidangan khas lebaran ini mulai dilakukan setelah islam masuk ke Sulawesi Selatan.

Berikut 5 makanan khas lebaran masyarakat di Sulawesi!

1. Buras

5 Tips Bikin Buras Khas Makassar yang Lembut GurihBuras merupakan sajian utama yang wajib ada di meja makan saat lebaran. Foto: Andi Annisa DR/detikfood

Buras menjadi salah satu makanan inti saat hari raya Idul Fitri, Ini adalah bagian dari makanan khas Bugis-Makassar yang wajib ada di meja makan.

Buras atau burasa merupakan hidangan terbuat dari beras dicampur santan dan diberi sedikit garam. Kemudian dipadatkan dan dibungkus dengan daun pisang yang diikat secara khusus. Barulah buras direbus dalam waktu cukup lama.

Setelah direbus, buras yang bercita rasa gurih nikmat ini bisa dikonsumsi, seperti ketupat. Biasanya makanan ini disantap dengan hidangan lebaran lainnya, seperti Nasu Likku.

Bagi masyarakat Sulawesi, buras tidak hanya beperan sebagai makanan tetapi juga bagian dari identitas budaya. Di momen lebaran, buras hadir sebagai simbol keberkahan dan persaudaraan.

2. Gogosok atau gogos

Gurih Pedas Gogos Kambu, Lontong Ketan Khas Polewali MandarAda juga gogos yang bentuknya mirip seperti lemper bakar. Foto: detikcom/Abdy Febriady

Gogosok juga menjadi makanan khas Sulawesi, tepatnya Makassar yang mirip lemper bakar. Makanan ini terbuat dari beras ketan dimasak dengan santan, lalu dibungkus dalam daun pisang dan dibakar di atas arang.

Dalam sejarahnya, gogos telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bugis, Makassar, dan Buton selama berabad-abad.

Dilansir dari Facebook Resep Masa Kini (8/4/2025), makanan ini diyakini muncul dari kebiasaan masyarakat Bugis-Makasaar yang sering berlayar dan membutuhkan makanan lebih tahan lama serta mudah dibawa. Akhirnya diciptakan gogos yang terbuat dari ketan sehingga lebih awet dibandingkan nasi biasa. Pengemasan menggunakan daun pisang juga membuat makanan ini mudah disimpan dan dibawa dalam perjalanan.

Selain dulunya menjadi bekal perjalanan, gogos juga memiliki makna penting dalam acara adat dan perayaan di Sulawesi. Misalnya perayaan Idul Fitri dan Idul Adha serta acara pernikahan atau aqiqah.

3. Lappa-lappa

Dari suku Bugis ada juga makanan lappa-lappa atau leppe-leppe yang sering hadir dalam perayaan Idul Fitri. Sekilas makanan ini punya bentuk mirip seperti buras, tetapi leppe leppe dibentuk lebih bulat dan memanjang.

Daun pembungkusnya juga berbeda. Bukan menggunakan daun pisang melainkan dibungkus daun lontar atau janur. Leppe-leppe pun bisanya dinikmati bersama sambal khas.

Di balik kenikmatannya, nama leppe-leppe memiliki makna sendiri. Nama tersebut dianggap sebagai simbol doa harapan supaya apa yang diinginkan atau dihajatkan terkabul semua.

4. Nasu Likku

Nasu likku makanan khas Sulawesi Selatan.Nasu likku makanan khas Sulawesi Selatan. Foto: (dok. istimewa)

Makanan lebaran khas Bugis-Makassar lainnya adalah nasu likku. Hidangan ini terbuat dari olahan ayam dimasak bersama lengkuas yang diparut.

Dalam membuat likku, biasanya ayam yang digunakan adalah ayam kampung segar karena memberikan tekstur daging lebih keras. Hal ini dibutuhkan supaya dalam proses pengolahan yang cukup lama, daging ayamnya tidak hancur.

5. Nasu Palekko

Nasu Palekko atau Bebek Palekko khas AjatapparengNasu Palekko atau Bebek Palekko khas Ajatappareng Foto: Hasrul Nawir

Di sebagian wilayah Sulawesi Selatan, nasu palekko menjadi salah satu kuliner khas yang biasa disajikan saat lebaran.

Hidangan ini terbuat dari tumisan potongan daging bebek atau itik dengan bumbu khas bercita rasa gurih pedas. Cara memaskanya dimulai dengan memotong daging itik sampai ukurannya lebih kecil. Kemudian daging itik atau bebek dimasak bersama bumbu sederhana, seperti campuran bawang, kunyit, asam mangga, cabai, lengkuas, daun salam, dan merica.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Masak dengan Bumbu 'Medok' ala Chef Munir Abadi"
[Gambas:Video 20detik] (aqr/adr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads