Tradisi Meugang di Aceh jadi momen spesial jelang Ramadan. Tradisi potong sapi ini sarat makna syukur, kebersamaan, dan persiapan batin menyambut puasa.
Ramadan di Aceh selalu disambut dengan tradisi unik yang sarat makna. Salah satunya adalah Meugang, momen istimewa menjelang bulan puasa.
Tradisi ini identik dengan penyembelihan sapi atau kerbau. Dagingnya diolah menjadi hidangan khas dan dinikmati bersama keluarga.
Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar soal makan enak. Ada nilai kebersamaan, syukur, dan persiapan batin menyambut Ramadan.
Hingga kini, Meugang tetap lestari dan dinantikan setiap tahun. Dikutip dari berbagai sumber, berikut sejumlah fakta menarik di balik tradisi khas Aceh ini:
1. Tradisi sejak abad ke-15
Meugang adalah tradisi masyarakat Aceh menyambut Ramadan dengan menyembelih sapi atau kerbau. Tradisi ini diperkirakan sudah ada sejak sekitar tahun 1400 Masehi.
Awalnya, daging hasil sembelihan dibagikan kepada keluarga dan masyarakat sekitar. Tujuannya agar semua lapisan warga bisa menikmati hidangan daging jelang Ramadan.
Hingga kini, Meugang masih dilestarikan dan dilakukan tiga kali setahun, yaitu menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha.
2. Simbol kebersamaan dan solidaritas sosial
Meugang tak sekadar soal makan daging, tetapi juga mempererat hubungan sosial. Masyarakat saling berbagi dan berkumpul bersama keluarga besar.
Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat silaturahmi. Banyak keluarga pulang kampung demi merayakan Meugang bersama.
Nilai gotong royong tampak dari proses memasak hingga pembagian daging. Semua dilakukan bersama-sama tanpa membedakan status sosial.
Simak Video "Lezatnya Produk UMKM di Bumi Pandalungan"
(raf/adr)