Menari di Air Bersama Sunlight

Menari di Air Bersama Sunlight

- detikFood
Rabu, 10 Okt 2012 15:17 WIB
Jakarta - Piring mengajak gelas menari di atas mosaik
Sendok menggengam garpu saling bercengkerama
Mereka tertawa bersama dengan 'sunlight'
Hingga waktu berlari tanpa terasa ... dan bahagia
Berbicara tentang aktivitas manusia selalu tak pernah berakhir dengan tanda titik. Selalu saja ada koma atau paling tidak terjebak dengan tanda titik koma. Tak pernah selesai. Rutinitas manusia seperti aku begitu luar biasa, hingga tak sadar bahwa rumah hanyalah sebagai tempat singgah sementara saat matahari menyembunyikan diri di balik belahan bumi lainnya. Ya, rutinitasku bisa jadi terdengar monoton. Berangkat pagi dan pulang malam. Berputar begitu saja dari Senin ketemu Senin lagi.
Istriku juga begitu. Beruntung anak-anak sudah terbilang mandiri meski mereka masih terbilang muda. Atas nama pendidikan, khususnya si bungsu, akhirnya 'dititipkan' di TK full-day mengikuti ritme kerja kedua orangtuanya. Tanpa pembantu atau asisten rumah tangga, apa yang terjadi dengan situasi di dalam rumah? Di sinilah aku dan istriku berdiskusi panjang lebar tentang pembagian tugas yang adil. Saat istriku menyapu seluruh lantai rumah, aku pun harus siap mengepelnya. Itu pun sering dilakukan pada malam hari.
Aktivitas yang berhubungan dengan sabun juga begitu. Hanya saja porsiku lebih banyak karena adanya faktor sensitivitas kulit istriku pada sabun. Ya, istriku tidak tahan dengan sabun untuk mencuci piring atau untuk mencuci pakaian. Sebagai gantinya, istriku menggantinya dengan memasak dan menyeterika. Jika ada yang menganggap itu masih belum adil, bagi kami itu sudah cukup adil. Dan jadilah hari-hari kami menjadi tidak monoton dan begitu menyenangkan dengan adanya pembagian tugas seperti itu.
Salah satu contohnya adalah saat istriku selesai menyapu di salah satu ruangan, aku bisa langsung mengepelnya. Saling goda atau bercengkerama saat mengerjakan salah satu aktivitas menjadi begitu menyenangkan dan mengasyikkan. Saling bersentuhan pun menjadi bumbu yang dapat membuat cemburu seekor cecak yang sedang memburu cecak lainnya di dinding ruang tamu. Ah, indah nian jika segala hal dikerjakan dengan rasa cinta dan ikhlas, tanpa harus merasa terbebani atau terpaksa.
Seperti pada malam itu, dimana aku harus menghadapi tumpukan piring, gelas, mangkok, sendok, garpu, panci, wajan, dan segala macam perabotan yang belum dicuci. Sejenak sebuah lampu ide menyala di atas kepalaku dan langsung mengabadikannya dengan kamera ponsel. Perlahan dan dengan strategi tertentu, aku pun segera mencuci semuanya dengan Sunlight. Ya, sabun cair ini sangat membantuku. Hanya dengan penggunaan sedikit, semua noda dapat dibersihkan dengan baik dan wangi. Penggunaan spons untuk perabotan berbahan kaca/beling atau spons kawat untuk panci atau wajan, semakin memudahkan semua prosesnya.
Sementara di ruangan sebelah istriku sedang menyetrika, aku menari bersama perabotan dapur. Setelah semua selesai disabun, aku kembali mengabadikannya dengan kamera ponsel. Tahap selanjutnya adalah mengajak semua perabotan itu untuk ikut menari dengan air. Membilas satu per satu dengan telaten dan teliti lalu meletakkannya di tempat yang sesuai. Waktu berlari dengan begitu cepat dan tanpa terasa, yang tadinya penuh dengan perabotan dapur yang kotor, kini telah menjelma ruangan yang bersih dan apik. Sesaat hidungku membauinya, betapa dapur rumah kami telah kembali menyegarkan.
Itu adalah salah satu kisahku dengan Sunlight, bagaimana dengan kamu?


(gls/gls)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads