Sayangnya, hal tersebut malah membuat saya emosi. Karena air panas yang saya masak tadi secara tidak sengaja tersiram tepat di tangan saya. Rasa panas dan sakit akibat kulit yang sedikit melepuh membuat saya ingin membanting semua peralatan makan beserta panci-panci tadi. Tapi, hari itu tidak seharusnya saya isi dengan emosi dan muka yang cemberut. Sebagai aksi protes, saya bilang sama mama. Saya tidak mau mencuci lagi karena tangan yang sedikit melepuh. Mama dengan santai menanggapi saya. Beliau berkata: âKan ada Sunlight, kenapa harus pakai air panas?â. Akhirnya saya kembali membantu mencuci peralatan masak dan panci-panci tadi karena saya memang sudah berniat membantu dari awal. Saya tuang Sunlight ke dalam sebuah wadah dan saya campurkan air. Sungguh diluar dugaan, Sunlight dapat membersihkan lemak-lemak yang membandel hanya dengan sekali usap. Andai saja saya tahu lebih awal, tentunya saya tidak perlu memasak air panas apalagi sampai tersiram air panas.Â
Dengan menggunakan Sunlight, saya menjadi semangat untuk membersihkan peralatan makan kami. Ditambah tamu yang datang dan pergi dalam jumlah banyak, saya harus mencuci piring-piring dan segala peralatan makan dengan cepat agar masih cukup untuk tamu-tamu berikutnya. Dan dengan sedikit diiringi musik pop membuat saya tidak merasa terbebani untuk mencuci peralatan makan sebanyak itu. Semua peralatan makan, dari panci hingga piring-piring dan gelas, semua bersih, wangi dan kesat.
Hari itu terselamatkan berkat Sunlight. Mencuci menggunakan Sunlight, ga perlu pakai emosi. Tinggal sekali usap, semua bersih, kesat dan mengkilap.
(gls/gls)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN