Semua makanan yang nenekku buat selalu enak dan disukai siapa saja yang mencicipinya, banyak yang menyarankan agar nenek membuka katering saja bahkan sampai ada yang menawari nenek untuk buka restaurant.Tapi semuanya hanya nenek jawab dengan senyuman manis sebagai tolakan halus, nenek mencintai memasak, baginya tiada hari tanpa memasak, bahkan hingga akhir hayat beliau, sebelum beliau dirawat di rumah sakit karena penyakit komplikasinya di usia 80 tahun, nenek masih sempat memasak.
Masakan nenek yang selalu kami nanti-nantikan saat Lebaran tiba adalah \"Bagar\",ini adalah masakan khas kampung halaman kami, Bengkulu. Sebenarnya Bagar itu ada dua jenis Bagar Iga Sapi dan Bagar Ikan Hiu, yang nenek paling sering sajikan adalah Bagar Iga Sapi.
Siapapun yang sudah mencoba Bagar buatan Nenek \'ndut pasti akan lupa dengan makanan lainnya yang ada di meja makan, yang disendok pasti Bagar lagi..Bagar lagi,hal ini terjadi pada suami saya sendiri, ketika pertama kali berlebaran di rumah nenek dengan status calon cucu menantu.
Kini, Nenek \'ndut telah tiada, sudah dua kali lebaran kami lewati tanpa Nenek \'ndut dan Bagar Iga Sapi terlezatnya, hingga suatu hari aku mencoba membuatnya sendiri berdasarkan resep yang pernah Nenek berikan semasa hidup dulu, walaupun suami dan adik-adikku memuji rasa Bagar buatanku tapi tetap saja rasanya berbeda dengan buatan sang Master Chef kesayangan kami semua, Nenek \'ndut. Bagar buatan Nenek memang sulit untuk ditiru, tidak saja kelezatan yang bisa kami rasakan, namun ada sentuhan suka cita Hari Raya dan penuh cinta dalam masakan buatan beliau. Dan bagi kami, masakan Nenek akan menjadi salah satu kenangan terindah saat Hari Raya tiba, kami memang sudah tidak bisa merasakan lezatnya Bagar buatan Nenek lagi di lidah kami, namun kami masih bisa mengingat nikmatnya Bagar buatan nenek di hati kami, selamanya.
(gls/gls)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN