Menikmati Kuliner Peranakan Jadoel

Pemenang Santap Lezat Berhadiah XIII

Menikmati Kuliner Peranakan Jadoel

- detikFood
Senin, 03 Mar 2008 12:00 WIB
Jakarta - Nama: Karen Steffi Halim
Email: k-fouren@hotmail.com
Alamat: Taman Alfa Indah i6/10

Bersantap di restoran Kembang Goela ini merupakan suatu pengalaman kuliner yang cukup unik dan menyenangkan bagi saya dan keluarga. Secara restoran ini menyajikan hidangan Indonesia dengan taste lokal ala peranakan cuisine yang dihadirkan dalam presentasi fine dining.

Sebenarnya telah lama saya penasaran ingin mencoba untuk bersantap di restoran ini, namun kebetulan setiap kali kami ingin membuat reservasi, tempat ini selalu fully book atau sedang ada resepsi sehingga tidak dapat melayani tamu reguler. Namun akhirnya pada satu weekend di hari sabtu kami cukup beruntung mendapatkan meja yang telah kami reservasi tiga hari sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat pertama melangkah ke dalam restoran ini, terasa suasana yang amat cozy sekaligus menimbulkan kesan hangat tempo dulu yang hadir dari desain interior restoran yang terletak di bilangan sudirman ini. Restoran ini bergaya Indies yang seakan akan mengingatkan romantika zaman ketika bangsa Indonesia masih hidup dibawah penjajahan Belanda. Langit-langit ruangan yang tinggi, lampu-lampu elegan, jendela-jendela megah bercat putih, ditambah dengan iringan musik tradisional yang mengalun lembut menyempurnakan pengalaman bersantap kami malam itu.

Melihat daftar menu yang didesain dengan clean bergambar seorang nyonya berkebaya merah, dengan deretan nama menu yang unik seperti Asinan Sayoer Nyai Dasima, Sosis Oom Yance, Mie Goreng Bang Dule , Ayam Mevrouw Lentje, dan masih banyak lagi membuat kami kesulitan memutuskan makanan apa yang akan kami pesan karena hampir semua menunya menarik dan ingin dicoba.

Akhirnya setelah beberapa lama kami melihat menu, saya akhirnya memutuskan untuk memesan ikan kerapu goreng asam manis, tahu telor dan sup asem-asem iga sebagai main course, mama saya kemudian memesan appetizer kroket, dan papa terakhir memesan pisang bakar dan tape bakar sebagai hidangan penutup. Untuk minuman, kami memesan es jangan ditanya, es blande kangen dan cafe latte. Sebenarnya kami ingin menambah orderan ayam mevrouw lintje yang terkenal special disana, namun sayangnya hidangan ayam habis pada malam itu.

Pertama, minuman-minuman kamipun datang, es jangan ditanya yang saya pesan merupakan minuman yang menurut saya amat special, dengan campuran jus sirsak, nanas, jambu dan lainnya membuat minuman ini menjadi favorit saya, es belande kangen yang merupakan campuran kacang hijau, kolang-kaling dan santan juga perlu diacungi jempol karena amat segar dan ringan, cafe latte hadir dengan rasa yang khas dan biasa seperti layaknya cafe latte biasa.

Kemudian hidangan kroket sebagai appetizer datang, kroketnya begitu lembut dan tidak begitu berminyak, hadir dengan porsi yang kecil (hanya dua kroket kecil satu porsinya) dan disajikan dengan saus honey mustard yang menurut saya saus ini merupakan honey mustard paling enak yang pernah saya coba, rasanya mild dan cukup manis dan creamy membuat kami ingin terus mencocol kroket kami ke saus ini.

Setelah itu sup asem-asem iga melanjutkan santapan kami, sup ini amat spesial dan tak heran sup ini merupakan hidangan yang paling favorit di restoran ini, iganya begitu tender dan tidak berbau 'daging' yang di braised dalam kuah asem yang tidak terlalu mencolok rasa asemnya, namun cukup gurih untuk membuat kita ingin menghirup habis kuah itu seorang diri, hidangan ini begitu pas dengan nasi putih panas yang kami nikmati.

Ikan kerapu goreng yang hadir selanjutnya merupakan top end dari sajian di restoran kembang goela ini. Potongan ikannya terasa kering dan renyah di luar tapi masih menyisakan tekstur yang "moist" di dalam, tanda bahwa ikan ini digoreng dengan teknik yang sempurna. Rasanya sendiri agak pedas dan aroma daun jeruk purutnya sangat wangi dan mampu mengimbangi aroma cabe dan bawang yang sebetulnya agak kuat.

Tahu telor yang hadir belakangan sebenarnya bukan merupakan hidangan favorit saya, tahu telornya disajikan dengan saus kecap manis yang menurut saya terlalu manis dan tidak begitu special, namun tahunya sendiri amat lembut hingga hampir tidak perlu dikunyah dan digoreng dengan telur namun tidak terlalu berminyak.

Sebagai penutup hidangan kami yang amat spektakuler, datang pisang dan tape bakar yang dipesan. Tape bakarnya hadir dengan saus special yang membuat saya tidak dapat berhenti menyuapnya ke dalam mulut, pisang bakarnya disajikan dengan parutan keju sehingga bercitarasa lebih ke gurih dibandingkan manis.

Secara keseluruhan pengalaman bersantap di restoran ini merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan dan belum sampai meninggalkan restoran itu, saya sudah berjanji dalam hati akan segera kembali kesana untuk mencicipi hidangan-hidangan lezat lainnya seperti nasi kuning, sosis om yance dan banyak lagi. Range harga yang ditawarkan juga masih masuk akal dari Rp 27.500,00 hingga Rp 110.000,00.

Bagi anda yang menyukai hidangan peranakan Indonesia, restoran ini amat saya rekomendasikan. Alamat restoran ini sendiri ada di Plaza Sentral Jl. Jend. Sudirman Kav 47-48 Sudirman, Jakarta Pusat. Ok, selamat mencoba ya!
(dev/Odi)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads