Nama : Wasbeka Abie YuwonoEmail : abieganteng@yahoo.comAlamat : Jl.Kemanggisan Pulo No.15Anda penggemar sate kambing? Nah, kalau begitu Anda wajib mencicipi Sate Kambing 29 yang ada di Semarang ini. Rumah makan yang terletak di depan Gereja Blenduk, Semarang tersebut ternyata menyimpan sejuta kelezatan hidangan sate dan sumsum. Apalagi harganya pun tak mahal, cobain yukk!!Siang itu saya dan pacar saya sedang jalan-jalan di kota Semarang, sengaja saya jalan menyusuri kota lama. Tepat di depan Gereja GPIB yang biasa disebut Gereja Blenduk ada sebuah rumah makan yang namanya Sate Kambing 29,saya pun masuk ke rumah makan tersebut dan langsung membaca menu yang ada. Di situ saya melihat ada menu yang namanya Sate Buntel, di mana bentuk dari sate tersebut terdiri dari seonggok daging kambing utuh tanpa lemak ditusuk dengan tusukan sate. Akhirnya saya pun tertarik dengan menu tersebut dan kemudian saya memesannya. Selain itu, saya juga memesan menu yang namanya sumsum. Sumsum ini adalah isi dari tulang yang cara makannya diseruput dari dalam tulang, sehingga keluarlah semacam cairan kental sumsum yang lembut dan juga gurih rasanya. Sedangkan pacar saya memesan seporsi sate campur. Sate campur ini sebenarnya seperti sate kambing umumnya, tetapi uniknya disini disajikannya sudah tanpa tusukan. Tentunya semua makanan tersebut ditemani dengan nasi putih hangat dan es jeruk segar.Di saat pesanan kami datang, kami langsung menikmati semua hidangan yang ada. Pertama-tama kami menikmati sate buntel, yaitu daging bakar tanpa lemak yang disajikan dengan bumbu kecap dan kacang memang luar biasa enak. Daging tanpa lemak itu disajikan sangat empuk dan terasa nikmat karena cara pengolahannya yang dibakar. Kemudian ditemani sumsum yang kami sruput dari dalam tulang menimbulkan sensasi yang luar biasa gurih dan didorong dengan kuah sumsum yang khas. Sate campur yang disajikan tanpa tusukan juga sangat memudahkan kami untuk menikmati potongan-potongan daging kecil yang sudah dibakar, ada daging, hati, lemak yang gurih ditemani bumbu kacang yang nikmat. Setelah selesai makan, saya pun menyeruput es jeruk yang segar dengan rasa jeruk asli yang dominan.Selain menu yang kami pesan tersebut, di warung Sate Kambing 29 ini ternyata masih banyak menyediakan menu yang lain, seperti gule kambing, pepes otak, dan balungan. Dari semua menu yang kami pesan pada hari itu, saya tidak menghabiskan uang sampai Rp 100.000,00. Jadi saya rasa harga yang pantas untuk kelezatan yang sempurna dari daging kambing. Buat yang jalan-jalan ke Semarang cobalah mampir ke rumah makan tersebut. Harga Sate Buntel dan sate campur untuk satu porsi seharga Rp 25.000,00. Untuk harga sumsum dan balungan seporsi masing-masing dihargai Rp 15.000,00. Pokoknya harga makanan dan minuman disana umumnya berkisar antara Rp 5.000,00 sampai dengan Rp 25.000,00. (dev/Odi)
Jakarta -
Nama : Wasbeka Abie YuwonoEmail : abieganteng@yahoo.comAlamat : Jl.Kemanggisan Pulo No.15Anda penggemar sate kambing? Nah, kalau begitu Anda wajib mencicipi Sate Kambing 29 yang ada di Semarang ini. Rumah makan yang terletak di depan Gereja Blenduk, Semarang tersebut ternyata menyimpan sejuta kelezatan hidangan sate dan sumsum. Apalagi harganya pun tak mahal, cobain yukk!!Siang itu saya dan pacar saya sedang jalan-jalan di kota Semarang, sengaja saya jalan menyusuri kota lama. Tepat di depan Gereja GPIB yang biasa disebut Gereja Blenduk ada sebuah rumah makan yang namanya Sate Kambing 29,saya pun masuk ke rumah makan tersebut dan langsung membaca menu yang ada. Di situ saya melihat ada menu yang namanya Sate Buntel, di mana bentuk dari sate tersebut terdiri dari seonggok daging kambing utuh tanpa lemak ditusuk dengan tusukan sate. Akhirnya saya pun tertarik dengan menu tersebut dan kemudian saya memesannya. Selain itu, saya juga memesan menu yang namanya sumsum. Sumsum ini adalah isi dari tulang yang cara makannya diseruput dari dalam tulang, sehingga keluarlah semacam cairan kental sumsum yang lembut dan juga gurih rasanya. Sedangkan pacar saya memesan seporsi sate campur. Sate campur ini sebenarnya seperti sate kambing umumnya, tetapi uniknya disini disajikannya sudah tanpa tusukan. Tentunya semua makanan tersebut ditemani dengan nasi putih hangat dan es jeruk segar.Di saat pesanan kami datang, kami langsung menikmati semua hidangan yang ada. Pertama-tama kami menikmati sate buntel, yaitu daging bakar tanpa lemak yang disajikan dengan bumbu kecap dan kacang memang luar biasa enak. Daging tanpa lemak itu disajikan sangat empuk dan terasa nikmat karena cara pengolahannya yang dibakar. Kemudian ditemani sumsum yang kami sruput dari dalam tulang menimbulkan sensasi yang luar biasa gurih dan didorong dengan kuah sumsum yang khas. Sate campur yang disajikan tanpa tusukan juga sangat memudahkan kami untuk menikmati potongan-potongan daging kecil yang sudah dibakar, ada daging, hati, lemak yang gurih ditemani bumbu kacang yang nikmat. Setelah selesai makan, saya pun menyeruput es jeruk yang segar dengan rasa jeruk asli yang dominan.Selain menu yang kami pesan tersebut, di warung Sate Kambing 29 ini ternyata masih banyak menyediakan menu yang lain, seperti gule kambing, pepes otak, dan balungan. Dari semua menu yang kami pesan pada hari itu, saya tidak menghabiskan uang sampai Rp 100.000,00. Jadi saya rasa harga yang pantas untuk kelezatan yang sempurna dari daging kambing. Buat yang jalan-jalan ke Semarang cobalah mampir ke rumah makan tersebut. Harga Sate Buntel dan sate campur untuk satu porsi seharga Rp 25.000,00. Untuk harga sumsum dan balungan seporsi masing-masing dihargai Rp 15.000,00. Pokoknya harga makanan dan minuman disana umumnya berkisar antara Rp 5.000,00 sampai dengan Rp 25.000,00. (dev/Odi)
Nama : Wasbeka Abie YuwonoEmail : abieganteng@yahoo.comAlamat : Jl.Kemanggisan Pulo No.15Anda penggemar sate kambing? Nah, kalau begitu Anda wajib mencicipi Sate Kambing 29 yang ada di Semarang ini. Rumah makan yang terletak di depan Gereja Blenduk, Semarang tersebut ternyata menyimpan sejuta kelezatan hidangan sate dan sumsum. Apalagi harganya pun tak mahal, cobain yukk!!Siang itu saya dan pacar saya sedang jalan-jalan di kota Semarang, sengaja saya jalan menyusuri kota lama. Tepat di depan Gereja GPIB yang biasa disebut Gereja Blenduk ada sebuah rumah makan yang namanya Sate Kambing 29,saya pun masuk ke rumah makan tersebut dan langsung membaca menu yang ada. Di situ saya melihat ada menu yang namanya Sate Buntel, di mana bentuk dari sate tersebut terdiri dari seonggok daging kambing utuh tanpa lemak ditusuk dengan tusukan sate. Akhirnya saya pun tertarik dengan menu tersebut dan kemudian saya memesannya. Selain itu, saya juga memesan menu yang namanya sumsum. Sumsum ini adalah isi dari tulang yang cara makannya diseruput dari dalam tulang, sehingga keluarlah semacam cairan kental sumsum yang lembut dan juga gurih rasanya. Sedangkan pacar saya memesan seporsi sate campur. Sate campur ini sebenarnya seperti sate kambing umumnya, tetapi uniknya disini disajikannya sudah tanpa tusukan. Tentunya semua makanan tersebut ditemani dengan nasi putih hangat dan es jeruk segar.Di saat pesanan kami datang, kami langsung menikmati semua hidangan yang ada. Pertama-tama kami menikmati sate buntel, yaitu daging bakar tanpa lemak yang disajikan dengan bumbu kecap dan kacang memang luar biasa enak. Daging tanpa lemak itu disajikan sangat empuk dan terasa nikmat karena cara pengolahannya yang dibakar. Kemudian ditemani sumsum yang kami sruput dari dalam tulang menimbulkan sensasi yang luar biasa gurih dan didorong dengan kuah sumsum yang khas. Sate campur yang disajikan tanpa tusukan juga sangat memudahkan kami untuk menikmati potongan-potongan daging kecil yang sudah dibakar, ada daging, hati, lemak yang gurih ditemani bumbu kacang yang nikmat. Setelah selesai makan, saya pun menyeruput es jeruk yang segar dengan rasa jeruk asli yang dominan.Selain menu yang kami pesan tersebut, di warung Sate Kambing 29 ini ternyata masih banyak menyediakan menu yang lain, seperti gule kambing, pepes otak, dan balungan. Dari semua menu yang kami pesan pada hari itu, saya tidak menghabiskan uang sampai Rp 100.000,00. Jadi saya rasa harga yang pantas untuk kelezatan yang sempurna dari daging kambing. Buat yang jalan-jalan ke Semarang cobalah mampir ke rumah makan tersebut. Harga Sate Buntel dan sate campur untuk satu porsi seharga Rp 25.000,00. Untuk harga sumsum dan balungan seporsi masing-masing dihargai Rp 15.000,00. Pokoknya harga makanan dan minuman disana umumnya berkisar antara Rp 5.000,00 sampai dengan Rp 25.000,00. (dev/Odi)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN