Jakarta - Nama : AningEmail: aningoei@yahoo.comAlamat: Demangan JogjaLokasi Bersantap: Warung boto YkSudah berkeliling Jogja? Hawa hidup kota gudeg ini tak akan habis dijelajahi dari pagi sampai malam. Banyak nuansa yang berbeda kita temui, apalagi untuk pecinta kuliner mulai angkringan, lesehan,cafe, coffe shop sampai rumah makan komplit tersedia. Bahkan yang pagi-pagi sudah melayani pembeli sampai yang tengah malam atau dini hari baru bisa antri? Semua ada di Jogja, tinggal pilih menu sesuai selera dan kantong kita.Waktu makan siang tiba "Mbok Weg", terlintas begitu saja dikepalaku ketika perut keroncongan. Nasi plus sup sayur yang segar berkaldu daging sapi ditambah rasa pedas dan gurih dari sambel lombok ijo yang tiada duanya, Irisan empal daging sapi yg gurih dan empuk membuat aku mesti meluncur. Tidak peduli musti melewati gang kecil dan masuk kampung Demangan. Kalau tidak, bisa nggak kebagian makan siang yang nikmat.Sehabis magrib, kita menuju jalan Diponegoro tepatnya di depan pasar Kranggan sebelah barat tugu jogja. Kita ngantri bebek goreng Simpatik yang garing dan empuk. Aroma gurih bumbu digorengan daging bebek bener-bener membuatku menelan ludah dan yang pasti tidak amis! Sambal bawang yang pedas dan nasi hangat membuat semangat ngantriku terasa tidak sia-sia. Ada satu tempat lagi. Seandainya tengah malam tiba-tiba perut keroncongan, jangan kuatir, aku punya langganan warung gudeg. Sesaat sampai di sana semua terasa biasa-biasa aja, tapi coba masuk ke dalam. Kita akan menemukan keasikan tersendiri melihat cara dan alat masak yang digunakan, dandang besar dengan kukusan berbentuk segitiga terbuat dari anyaman bambu untuk ngedang(menanak) nasi dengan tungku kayu bakar, kuali besar berisi gudeg yang harum dan wajan yang penuh dengan opor ayam dan kelengkapan lainya. Satu lagi keunikan warung boto adalah jam buka warung yang warung buka jam 00 wib tepat tidak kurang tidak lebih, benar-benar perjuangan untuk menikmati gudeg Warung boto tengah malam di Jogja.
(lil/)

KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN