Gurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api Arang

Yudha Maulana - detikFood
Minggu, 19 Des 2021 13:30 WIB
Gurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api Arang
Foto: detikFood/Yudha Maulana
Bandung -

Selain batagor, Bandung juga punya mie kocok yang enak dimakan saat udara dingin. Mie dengan isian kikil sapi disiram kaldu panas dengan rasa gurih mantap.

Selain beberapa penjual mie kocok yang sudah kondang, ada juga mie kocok legendaris Bandung. Di Kompleks GOR Pajajaran, Kota Bandung ada mi kocok legendaris yang telah buka sejak tahun 1979. Namanya Mie Kocok Cepay.

Salah satu keunggulan dari mi kocok ini adalah masih memasak pakai arang kayu. Perintis Mie Kocok Cepay, Mamat Rohman (57) mengatakan keunggulan dari mi kocok ini adalah cara memasak menggunakan api arang.

Mamat mengatakan, penggunaan api arang membuat kuah yang disajikan lebih panas, sehingga tak cepat dingin saat dihidangkan. Api arang jugamemberikan aroma tersendiri yang membuat cita rasa kuliner asal Kota Kembang ini lebih istimewa.

Gurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api ArangGurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api Arang Foto: detikFood/Yudha Maulana

Mamat juga memiliki teknik khusus dalam pengolahan kikil dan tulang sumsum, sehingga rasa bumbunya pun lebih meresap. Sejumlah kalangan pun dari rakyat biasa hingga pejabat dan artis ibu kota pun menjadi langganan dari Mi Cepay ini.

"Mbak Dessy Ratnasari pernah ke sini, presenter Farhan juga pernah makan di sini," ujar Mamat saat ditemui detikcom di GOR Pajajaran belum lama ini.

Selain orang-orang terkenal, Mamat bercerita bahwa ia pernah ditunjuk mengisi stand makanan dalam rangkaian acara KTT Non Blok di Nurtanio (sekarang IPTN) pada tahun 1991. Mamat berkisah, ketika itu orang-orang bule awalnya enggan memakan sajian kulinernya.

"Saat ada seseorang dari mereka yang mencoba, katanya lekker... lekker... akhirnya yang lainnya juga pada ikut mencoba. Bapak ketika itu sampai satu minggu mengisi stand, dari awalnya puluhan sampai ratusan porsi habis setiap harinya," ucapnya.

Gurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api ArangGurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api Arang Foto: detikFood/Yudha Maulana

Salah satu kunci yang membuat Mie Cepay ini memiliki pelanggan yang setia, adalah cita rasanya yang benar-benar dijaga. Selain memasak dengan menggunakan api arang, Mamat juga menyajikan mie dengan beralaskan daun pisang yang menambah kesan segar.

Ia juga turun langsung berbelanja ke pasar untuk mengetahui kualitas dari kikil dan tulang sumsum yang akan diolah menjadi mi kocok nantinya. Saat ini, Mamat bersama anak-anaknya membuka cabang Mie Cepay di Jl Samiaji Bandung dan foodcourt Miko Mall.

"Kelihatannya bagus, segar. Pakai arang kayu karena panasnya lebih lama, enggak cepat lama. Kalau pakai api dari gas, cepat mendidih tapi cepat dingin lagi kuahnya," ujar Mamat.

Gurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api ArangGurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api Arang Foto: detikFood/Yudha Maulana

Kilas balik ke belakang saat merintis Mie Cepay, Mamat awalnya berjualan mi dengan cara berkeliling dengan mendorong gerobak. Ia biasanya menjajakan mi kocok ke komplek-komplek pecinan. Konon dari sana lah awal nama Mie Cepay berasal.

"Ya pelanggan bapak orang China, kadang kalau bapak lewat suka berteriak itu si cepay datang, si cepay datang. Mungkin berasal dari kata cepe, karena dulu mi kocok ini harganya hanya Rp 100 tahun 70-an," ucapnya.

Gurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api ArangGurih Mantap! Mie Kocok Cepay Legendaris dari Bandung yang Dimasak Pakai Api Arang Foto: detikFood/Yudha Maulana

Untuk satu porsi Mie Cepay kikil dibanderol dengan harga Rp 25.000, sedangkan bila ingin sekalian menyantap sumsum, pembelitinggal merogoh kocek Rp 35.000 saja.



Simak Video "Bikin Laper: Mie Kocok Legendaris yang Raos Pisan"
[Gambas:Video 20detik]
(sob/odi)