Pedasnya Sego Sambel Se-Ho

Pedasnya Sego Sambel Se-Ho

- detikFood
Senin, 19 Sep 2011 13:37 WIB
Surabaya - Nama Pengirim: Alvijanti R
Email: alvijanti.r[at]xxx.com

Senangnya bisa menghabiskan akhir pekan di Surabaya. Selain bisa memanjakan mata juga bisa dimanfaatkan untuk wisata kuliner yang mengenyangkan. Apalagi dengan harga yang tak terlalu mahal, bisa menikmati hidangan yang enak dan mengenyangkan. Nah, seperti yang satu ini!

Sayangnya, buku wisata kuliner Surabaya yang tadinya akan menjadi panduan dalam mencicipi makanan malah ketinggalan di kantor. Akhirnya dengan mengandalkan Paman Google via handphone, saya dan teman memutuskan untuk mencicipi bebek goreng di salah satu depot di Jl. Dharmawangsa. Berangkat naik becak dari hotel di Jl. Sumatera setelah magrib, melewati jalan pintas melewati gang-gang sempit namun tertata rapi, akhirnya sampai juga di Jl. Dharmawangsa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya setelah menyusuri sepanjang jalan Dharmawangsa, saya tidak menemukan depot yang dicari. Ya sudah, karena perut mulai berontak, saya pun mampir di salah satu warung kaki lima di sini yang tampaknya ramai dipenuhi pengunjung. Namanya Sego sambel Se-Ho, entah apa artinya. Tanpa berpikir lama, saya memesan ikan pe penyet, sedangkan teman memesan bebek dan udang penyet. Tentunya disertai nasi putih dan segelas teh tawar panas.

Sambil menunggu, kami duduk lesehan di emperan kaki lima dengan tingkat kemiringan 45 derajat sambil bersender di meja kecil. Pengunjung di kiri kanan asyik menikmati makanan sambil mengobrol dengan pasangan atau keluarganya masing-masing. Duh, kayaknya enak bener, batin saya. Rasanya tak sabar menanti pesanan tiba.

Untunglah, yang ditunggu segera datang satu persatu. Nasi putih dengan porsi lumayan besar, segelas teh tawar dan pesanan kami tentunya. Tiga potong ikan pe berukuran sedang tersaji di piring tanah liat dengan sepotong terong goreng, tiga potong kecil tempe goreng, lalap daun kemangi, kol, dua iris ketimun dan tentu saja sambel penyetnya. Pesanan lain pun sama komplitnya. Rupanya, memang ini paket lengkap penyetnya.

"Wow, makan besar nih kita," celetuk teman saya. Tanpa banyak komentar, saya segera mencicipi ikan pe goreng. Berwarna putih bersih, rasanya lembut di lidah. Begitu dicoel ke sambel, mulai deh perut memberontak, ampuuun, pedes banget sambelnya. Dari racikan sambel, terdeteksi samar aroma petis yang khas Surabaya. Paduan cabai rawit jawa, gula merah dan petisnya bikin sambel ini jadi istimewa dan membuat selera makan saya semakin bertambah. Satu persatu ikan, tempe dan terong habis tak bersisa.

Bebek dan udang goreng tak luput diicip meskipun sedikit. Bebek yang telah dibumbui dan diungkep, digoreng sebentar, sehingga masih terasa kelembaban dagingnya. Empuk teksturnya, gurih sedikit asin, khas Surabaya terasa. Udang goreng tersaji dalam tusuk sate berisi 3 buah, rasanya renyah, enak banget.

Selesai makan, waktunya membayar. Total harga untuk 2 porsi nasi, 2 teh tawar, 3 porsi ikan pe, bebek dan udang goreng sebesar Rp 35.000,-. Cukup murah untuk porsi yang sangat mengenyangkan. Sego sambel Se-Ho juga menyediakan paket ayam, lele, mujair dan telur dadar dengan harga yang bersahabat. Jadi, tunggu apalagi, jika mampir di Surabaya, jangan lupa icip Sego sambel Se-Ho ya!

Warung Se-Ho
Jl. Dharmawangsa
(Kaki Lima)
Surabaya


(dev/Odi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads