Nostalgia Cita Rasa Tempo Doeloe

- detikFood Selasa, 06 Okt 2009 14:21 WIB
Jakarta - Rumah makan sekaligus toko kue yang menyajikan kue-kue kuno ini memang sangat mengundang selera. Mulai dari bangunan tua yang ditempatinya hingga berbagai hidangannya khas Belanda yang ditawarkan. Pengunjung pun serasa diajak bernostalgia mengulang cita rasa tempo doeloe!

Liburan yang cukup panjang membuat saya lebih leluasa menikmati Bandung, kota kelahiran tercinta. Maklumlah sejak menetap di Jakarta 15 tahun silam untuk mencari nafkah saya hanya bisa berkunjung ke Bandung selama 1-2 hari saja. Saat itu pun waktunya lebih banyak dihabiskan bersama keluarga.

Nah, menjelang tahun baru 1430 Hijriah dengan naik angkot jurusan Sadang Serang - Stasiun Bandung yang berhenti tepat di perempatan Braga, dekat Gedung Landmark. Berbekal kamera saya mulai berburu foto bangunan-bangunan tua di sepanjang Braga.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 10.15 wib. Cuaca sedikit mendung sehingga saya tidak perlu repot-repot menggunakan tabir surya. Long time no see, ternyata jalanan aspal di Braga telah berganti dengan batu andesit, konon kabarnya meniru struktur jalan kota-kota di Eropa. Sayang, sebagian bangunan-bangunan itu kurang terurus meskipun minggu lalu salah satu perkumpulan di Bandung telah mengecat sebagian bangunan hingga terkesan menjadi lebih bersih.

Setelah mengambil foto beberapa bangunan tua, saya beristirahat sejenak di Sumber Hidangan, sebuah toko kue yang menyajikan aneka roti dan kue-kue tempo doeloe. Wow, dari tampilan bangunannya saja menarik banget, bener-bener jadul. Ketinggian langit-langit sekitar 5 meter, bagian depan sebelah kiri digunakan untuk display roti dan kue-kue yang dibuat fresh from the oven. Sementara di sebelah kanan ditempatkan beberapa meja yang masing-masing dilengkapi empat kursi besi yang tidak kalah kunonya.

Belum semenit duduk, seorang pelayan tua datang membawa daftar menu. Hmm... ternyata menu yang disajikan cukup lengkap. Ada aneka mie, bihun, steak, nasi goreng untuk hidangan utama. Sedangkan berbagai jenis minuman ada kopi, teh, coklat susu dan minuman bersoda. Untuk pencuci mulut tersedia beraneka rasa es krim.

Sayang karena di salah satu menu ada yang tidak halal, akhirnya saya dan adik hanya memesan coklat susu panas dan es krim tutti frutti. Untuk kudapannya ada roti kismis dan cake kacang yang saya deskripsikan berdasarkan tampilannya. Nama aslinya sendiri saya tak begitu ingat karena menggunakan bahasa Belanda.

Sambil menunggu pesanan tiba, tidak lupa saya menjepret spot-spot menarik di toko ini. Tidak banyak pengunjung yang datang saat itu. Selain saya hanya ada dua orang lelaki muda yang sedang mengobrol sambil menikmati minumannya.

Akhirnya datang juga pesanan saya. Awalnya saya membayangkan secangkir coklat susu hangat seperti yang biasa disajikan di kafe, ternyata dugaan saya salah. Coklat susu terhidang dalam gelas belimbing berukuran 150 ml beralas pring kecil dengan sendok untuk mengaduk coklat bubuk yang masih tersisa di dasar gelas.

Wuih, rasa dan tampilannya sama persis dengan coklat susu yang biasa saya minum di masa kecil dulu. Coklat bubuk yang terkenal di masa itu adalah merek Van Houten. Sedangkan sajian es krim tutti frutti berupa satu scoop es krim vanila dengan taburan buah kaleng. Rasanya manis segar dan lembut membelai lidah. Mirip dengan es krim Rasa di Jl. Tamblong, Bandung.

Nah, untuk kudapannya roti dengan taburan kismis di sana-sini sedikit menghentak ketika digigit. Jangan bandingkan dengan roti versi bakery modern. Meskipun kalah empuk, saya tetap memilih roti jadul ini karena pembuatannya begitu alami tanpa menggunakan bahan pengawet dan harga yang lebih murah. Sedangkan cake kacangnya beraroma kayu manis dan bumbu spekuk dengan saus/vla kacang di bagian tengahnya. Sayang rasanya terlalu manis di lidah saya.

Segelas coklat susu Rp 5.000,00, es krim tutti frutti Rp 8.000,00, roti kismis Rp 3.000,00 dan cake kacang Rp 6.000,00, dengan total sebesar Rp 22.000,00. Suatu harga yang begitu murah mengingat kenyamanan yang didapatkan saat menikmati Braga di balik jendela kaca resto jadul ala Belanda.

Mungkin akan lebih baik apabila di masa mendatang kota Bandung menjadikan area sepanjang Jl. Braga bebas kendaraan bermotor dan tempat parkir. Membuat area ala alfresco dining sehingga mengundang pengunjung untuk bercengkrama sambil menikmati keindahan bangunan tua, sekaligus menjadi tempat hang out favorit.

Sumber Hidangan
Jl. Braga No. 20-22
Bandung
Telp: 022-4236638
Buka setiap hari (kecuali Minggu)
Jam buka: 08.30-19.00




(dev/Odi)