Harum Nikmat Nasgor Kambing

- detikFood Rabu, 17 Des 2008 16:02 WIB
Jakarta - Nama : Qosdus Sabil
Email : qosdussabil[at]yahoo.com
Alamat : Legoso-Ciputat


Nasi goreng kambing ini memang tampak biasa saja. Tapi kalau sudah dicoba pasti gak bakalan mau berhenti. Aroma bumbu yang menguap sungguh menggugah selera. Tak hanya itu, nasgor kambing ini tidak meninggalkan jejak BB si kambing. Hmm.. mau coba?

Sepulang dari BSD, hujan turun sangat deras. Entah mengapa saya pulang ke rumah melewati kawasan Bintaro. Awalnya sih karena niat saya ingin menonton film Laskar Pelangi. Tapi apa daya, perut ini sudah keroncongan karena lapar. Mata sayapun mulai jelalatan melihat-lihat penjaja kaki lima yang mangkal di sekitar Plaza Bintaro.

Setelah melihat dan menimbang, pilihan saya akhirnya jatuh pada waarung Ssari Bintaro. Warung yang menyajikan berbagai jenis masakan Cina ini terlihat paling ramai didatangi pengunjung. Padahal disekitarnya terdapat warung-warung tenda yang menjual berbagai menu andalannya.

Karena saking ramainya, sampai-sampai saya tidak kebagian tempat. Jadilah saya 'numpang' di warung sate Padang yang berada tepat disebelahnya. Dengan segera pelayan memberikan daftar menu kepada saya. Karena cuaca yang masih hujan, saya memilih Nasi goreng Kambing.

Sambil menunggu pesanan datang, saya terus memperhatikan aksi juru masak yang terlihat sangat terampil. Ada juga yang khusus merajang aneka sayuran dan yang mengatur komposisi masakan sesuai dengan yang telah dipesan. Wow.. saya dibuat terpana. Pasalnya cara memasak hingga menyajikan sangatlah cepat. Sehingga dalam hitungan menit saja hidangan pesanan saya sudah datang.

Hmm.. aroma Nasi Goreng Kambing yang menguap begitu lezat. Dengan sedikit saus cabai dan juga acar sayapun mulai menyantapnya. Terasa betul kelezatan Nasgor Kambing ini. Justru yang membuat saya bingung adalah nasgor kambing ini sama sekali tidak meninggalkan jejak bau BB si kambing. Padahal potongan dagingnya cukup banyak.

Tak terasa nasi goreng kambing telah habis tak bersisa. Air jeruk hangat pun menjadi penutup yang manis. Lagi-lagi saya dibuat kaget ketika akan membayar, ternyata harganya cukup murah. Pantas saja orang rela mengantre demi merasakan nikmatnya masakan di warung Sari Bintaro.

Warung Sari Bintaro
Depan Plaza Bintaro



(eka/Odi)

Redaksi: redaksi[at]detikfood.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com