Kebiasaan jajan sulit dipisahkan dari anak SD. Umumnya mereka berburu jajanan di jam istirahat atau sepulang sekolah. Deretan penjual jajananpun sudah bersiap melayani mereka sejak pagi hari.
Dari pantauan detikFood di SDN Pejaten Barat 09 dan 10 Pagi, ada sekitar 10 penjual jajanan yang mangkal di jam istirahat. Termasuk diantaranya penjual es doger, martabak, roti bakar, cilor (aci telur), milor (mie telur), hingga takoyaki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Foto: detikFood |
Gerombolan anak SD pun langsung mengerumuni penjual. Salah satunya Muhammad Rizky Fudoli yang duduk di kelas 5 SD. "Aku suka jajan milor, mienya enak," ujarnya saat ditanya detikFood. Sehabis membeli milor, Rizky sering kali membeli es doger seharga Rp 2.000.
Dalam sehari Rizky diberi Rp 10.000 oleh orang tuanya untuk jajan. Ia mengaku tak membawa bekal, "Ngga dibikinin sama mamah soalnya," ujarnya singkat.
Hampir sama dengan Rizky, siswa kelas 3 SD bernama Arif juga suka jajan. Ia menyukai takoyaki dengan aneka isian dan bumbu. Uang jajannya Rp 5.000 sampai Rp 10.000 per hari. Ia diberi uang jajan karena memang tak membawa bekal.
Foto: detikFood |
Sementara itu, siswa kelas 5 SD, Widya dan Zaskia lebih memilih jajan roti bakar seharga Rp 2.000. "Aku beli yang rasa cokelat. Temen aku beli yang rasa kacang bluberry," tutur keduanya. Mereka dibekali uang jajan Rp 7.000 dan Rp 10.000 per hari.
Sedikit berbeda dari yang lain, Aisyah yang duduk di kelas 5 SD mengaku bawa bekal setiap hari. "Bekalnya dibuatin mamah. Biasanya nasi tapi bukan mie karena nggak boleh. Paling sama telur," jelasnya pada detikFood. Meski begitu, Aisyah tetap dibekali uang jajan Rp 7.000 per hari.
Ia menyukai cilor untuk jajanan hariannya. Adonan aci ini dicampur telur lalu digoreng dan dibumbui aneka bubuk perasa.
(adr/adr)

Foto: detikFood
Foto: detikFood
KIRIM RESEP
KIRIM PENGALAMAN